Josko Gvardiol Bersinar di Panggung Dunia: Analisis Peran dan Dampaknya setelah Kekalahan Croacia melawan Inggris di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 18 Juni 2026 | Manchester City menyiapkan salah satu bek sayap paling menjanjikan di dunia, Josko Gvardiol, untuk kembali menorehkan prestasi bersama tim nasional Kroasia pada ajang Piala Dunia 2026. Meskipun Kroasia harus menelan kekalahan 4-2 dari Inggris pada laga pembuka Grup L, penampilan Gvardiol tetap menjadi sorotan utama para pengamat sepak bola.
Di laga yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Kroasia sempat menyeimbangkan kedudukan dua kali melalui gol Martin Baturina pada menit ke-36 dan Petar Musa pada menit ke-55. Namun, serangan Inggris yang dipimpin Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford berhasil mengungguli tim Balkan tersebut. Gvardiol, yang bermain sebagai bek kiri, menampilkan kecepatan, ketangguhan dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan mengoper bola yang progresif.
Dalam penilaian pemain yang dirilis pada hari pertandingan, Gvardiol memperoleh nilai 7,5/10, menandakan penampilan solid meski timnya kalah. Pengamat menilai bahwa kemampuan Gvardiol dalam menahan serangan sayap Inggris, khususnya dari Bukayo Saka dan Marcus Rashford, cukup memadai. Ia juga berhasil memotong beberapa umpan silang, meskipun beberapa celah di lini belakang Kroasia tetap terbuka, memungkinkan Kane mencetak gol keduanya lewat tendangan penalti setelah keputusan VAR tentang posisi kiper Dominik Livaković.
Keputusan taktis Thomas Tuchel, pelatih Inggris, untuk menurunkan pemain-pemain pengganti seperti Trent Alexander‑Arnold dan Marcus Rashford pada menit ke-55 terbukti mengubah dinamika pertandingan. Sementara itu, Tuchel juga memanfaatkan kekuatan lini tengah Kroasia yang dipimpin Luka Modrić dan Mateo Kovačić, namun Gvardiol tetap menjadi perisai utama di belakang mereka. Pada babak kedua, Gvardiol berupaya menahan serangan cepat Inggris, namun tekanan berulang dari Bellingham dan Rashford menekan pertahanan Kroasia hingga terpaksa melakukan beberapa penyesuaian posisi.
Berbeda dengan penampilan tim nasional Kroasia, Gvardiol juga menjadi fokus dalam konteks klubnya, Manchester City. Penyerang Inggris, Harry Kane, mengakui bahwa riset tentang pergerakan kiper Livaković membantu ia mengeksekusi penalti kedua yang berhasil. Gvardiol, yang telah menjadi pemain utama City sejak pindah dari RB Leipzig, diharapkan membawa pengalaman kompetisi tinggi ke grup internasional Kroasia.
Berikut ini rangkuman taktik dan formasi Kroasia saat melawan Inggris:
- Formasi 4‑3‑3 dengan Gvardiol sebagai bek kiri.
- Modrić dan Kovačić menempati posisi gelandang tengah, memberikan kestabilan dan distribusi bola.
- Luka Jović digantikan oleh Andrej Kramarić sebagai penyerang tengah.
- Gvardiol berperan ganda: menahan serangan sayap dan membantu transisi ke serangan dengan umpan pendek.
Analisis lanjutan menyoroti beberapa aspek yang dapat diperbaiki oleh Gvardiol dan tim Kroasia. Pertama, koordinasi antara bek kanan (Josip Sutalo) dan bek kiri masih kurang sinkron, terutama dalam mengantisipasi pergerakan pemain sayap lawan. Kedua, transisi balik cepat masih menjadi tantangan, mengingat Inggris berhasil menguasai bola selama lebih dari 70% waktu pertandingan. Ketiga, keputusan taktik Tuchel yang menurunkan pemain-pemain ofensif pada menit pertengahan babak pertama memaksa Kroasia untuk menyesuaikan formasi defensif secara cepat.
Meski hasil akhir tidak menguntungkan, penampilan Gvardiol tetap menjadi catatan positif. Dengan usia 22 tahun, ia memiliki ruang besar untuk berkembang, terutama dalam hal pengambilan keputusan di daerah pertahanan. Ke depannya, Kroasia akan menghadapi Panama pada laga berikutnya, dan peluang Gvardiol untuk mengoptimalkan lini belakang menjadi sangat krusial.
Berikut adalah prediksi susunan pemain Kroasia untuk pertandingan melawan Panama, dengan Gvardiol dijadwalkan mengisi posisi bek kiri:
| Posisi | Pemain |
|---|---|
| Penjaga Gawang | Dominik Livaković |
| Bek Kiri | Josko Gvardiol (Manchester City) |
| Bek Tengah | Josip Sutalo |
| Bek Tengah | Duje Ćaleta‑Car |
| Bek Kanan | Ivan Perišić |
| Gelandang Tengah | Luka Modrić |
| Gelandang Tengah | Mateo Kovačić |
| Penyerang | Andrej Kramarić |
| Penyerang | Bruno Petković |
Kesimpulannya, Josko Gvardiol telah menunjukkan kualitas kelas dunia meski timnya harus menelan kekalahan. Penampilannya yang konsisten, kemampuan mengoper yang baik, serta ketahanan fisik menjadikannya aset penting bagi Kroasia dalam fase grup Piala Dunia 2026. Dengan perbaikan koordinasi lini belakang dan pemanfaatan kecepatan serta visi bermainnya, Gvardiol berpotensi menjadi faktor penentu dalam upaya Kroasia melaju ke babak selanjutnya.