Jarell Quansah: Pilihan Kunci Thomas Tuchel di Punggung Belakang Three Lions Menuju Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 18 Juni 2026 | Thomas Tuchel menatap dengan serius target menjuarai Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, dan pemilihan skuad menjadi sorotan utama. Di antara 26 pemain yang terpilih, bek muda asal Inggris, Jarell Quansah, mendapat tempat sebagai salah satu pilihan utama di lini belakang. Quansah, yang berusia 21 tahun, bermain untuk klub Bundesliga, Bayer Leverkusen, dan kini diharapkan menjadi penyeimbang antara kecepatan dan kekuatan defensif England.
Daftar bek yang masuk dalam skuad meliputi Dan Burn (Newcastle), Trevoh Chalobah (Chelsea), Marc Guéhi (Manchester City), Reece James (Chelsea), Ezri Konsa (Aston Villa), Nico O’Reilly (Manchester City), Djed Spence (Tottenham), John Stones (Manchester City), serta Jarell Quansah (Bayer Leverkusen). Keputusan memasukkan Quansah menjadi penting setelah Thomas Tuchel menyesuaikan taktiknya menjadi lebih menekankan pada serangan sayap dan peran full‑back yang agresif. Dalam pernyataannya, Tuchel menegaskan bahwa pemilihan Trevoh Chalobah sebagai bek tengah memberikan kebebasan bagi Quansah untuk beroperasi sebagai full‑back di kedua sisi, sementara Djed Spence dapat mengisi peran serupa bila diperlukan.
Quansah menapaki jalur profesionalnya sejak bergabung dengan akademi Liverpool sebelum pindah ke Bayer Leverkusen pada musim 2023/2024. Penampilan impresifnya di Bundesliga, terutama dalam duel satu lawan satu dan kontribusi ofensif lewat umpan silang, menarik perhatian seleksi nasional. Meski belum pernah menjadi starter tetap di tim senior Inggris, Quansah telah tampil untuk tim U‑21 dan dianggap sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di generasi berikutnya.
Keputusan Tuchel menyingkirkan beberapa pemain berpengalaman, seperti Trent Alexander‑Arnold dan Harry Maguire, menimbulkan perdebatan luas di kalangan publik dan media. Namun, strategi baru ini menekankan pada mobilitas dan fleksibilitas. Dengan Quansah di posisi full‑back, England dapat menambah dimensi serangan dari sisi lapangan, meniru pola permainan klub-klub Jerman yang mengandalkan overlapping runs.
Selain Quansah, skuad juga menampilkan nama‑nama besar seperti Harry Kane (Bayern Munich) yang menjadi andalan di lini depan, serta Jude Bellingham (Real Madrid) dan Bukayo Saka (Arsenal) yang diharapkan menjadi motor penggerak tengah. Kombinasi antara pemain muda yang sedang naik daun dan veteran berpengalaman menciptakan keseimbangan yang diharapkan dapat mengakhiri 60 tahun kekecewaan England di turnamen utama.
Berikut daftar lengkap bek yang terpilih:
- Dan Burn – Newcastle United
- Trevoh Chalobah – Chelsea
- Marc Guéhi – Manchester City
- Reece James – Chelsea
- Ezri Konsa – Aston Villa
- Nico O’Reilly – Manchester City
- Jarell Quansah – Bayer Leverkusen
- Djed Spence – Tottenham Hotspur
- John Stones – Manchester City
Strategi pertahanan Tuchel menitikberatkan pada penggunaan full‑back yang dapat beralih menjadi winger saat menyerang. Quansah, dengan kemampuan dribbling dan kecepatan, cocok untuk peran tersebut. Di sisi lain, Chalobah diharapkan mengisi celah di tengah bila terjadi cedera atau penyesuaian taktik.
Selama fase persiapan, Quansah dilaporkan menunjukkan konsistensi tinggi dalam sesi latihan, serta kematangan taktis yang melampaui usianya. Pelatih Tuchel mengapresiasi etos kerja Quansah, menyebutnya sebagai “pemain yang mengerti instruksi secara instan dan mampu mengeksekusi dengan presisi”.
Penampilan Quansah di Piala Dunia akan menjadi ujian pertama bagi kemampuan Inggris dalam mengimplementasikan skema yang lebih dinamis. Jika berhasil, ia dapat menjadi contoh bagi generasi pemain muda Inggris yang kini lebih banyak berkarier di luar negeri, khususnya di liga-liga top Eropa.
Kesimpulannya, keberadaan Jarell Quansah dalam skuad England menandai fase baru dalam evolusi taktik tiga singa. Dengan dukungan klub berlevel tinggi dan kepercayaan penuh dari pelatih, Quansah siap memberikan kontribusi signifikan baik dalam bertahan maupun menyerang, sekaligus menjadi simbol harapan bagi peminat sepak bola Inggris yang menantikan gelar juara pertama sejak 1966.