Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Berbagi Poin 1-1 dengan RD Kongo di Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 18 Juni 2026 | Stadion BBVA di Houston menjadi saksi dramatis pembukaan Grup K Piala Dunia 2026 ketika Portugal harus berbagi poin dengan Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Sorotan utama tetap tertuju pada sang kapten, Cristiano Ronaldo, yang meskipun bermain selama 90 menit penuh, tidak berhasil mencatatkan satu gol maupun peluang berbahaya.
Sejak peluit pertama, pelatih Portugal Roberto Martinez menurunkan Ronaldo ke lapangan sebagai penyerang utama. Pada menit keenam, Portugal sempat unggul berkat sundulan Joao Neves yang menembus pertahanan lawan. Namun, kegembiraan tersebut berumur pendek karena Yoane Wissa menyeimbangkan kedudukan pada menit tambahan babak pertama (45+5′) melalui sundulan serupa, menjadikan skor akhir 1-1.
Portugal menguasai penguasaan bola sepanjang laga, namun kegagalan dalam penyelesaian akhir menjadi catatan penting. Menurut data yang dikumpulkan oleh Fotmob, Ronaldo hanya melakukan tiga tembakan, semuanya melenceng jauh dari kotak gawang. Lebih mengejutkan, sang bintang tidak menciptakan satu peluang pun, bahkan hanya menyentuh bola di dalam kotak penalti lawan sebanyak lima kali. Total sentuhan Ronaldo dalam 90 menit hanya 25 kali, angka yang jauh di bawah rata‑rata penampilannya di turnamen sebelumnya.
Performa kurang memuaskan tersebut tercermin dalam rating pribadi Ronaldo yang hanya 6,7, salah satu nilai terendah yang pernah ia terima dalam sebuah laga Piala Dunia. Analisis Fotmob menilai bahwa pergerakan Ronaldo berhasil dibatasi secara efektif oleh pemain belakang RD Kongo, khususnya Chancel Mbemba, Axel Tuanzebe, dan Steve Kapuadi, yang menutup ruang gerak sang penyerang.
Meski penampilannya di lapangan tampak suram, Ronaldo berhasil menorehkan prestasi pribadi yang signifikan. Laga ini menjadi penampilan keduanya yang ke‑six dalam enam Piala Dunia berturut‑turut (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026), menyamai rekor Lionel Messi. Dengan 23 penampilan di ajang terbesar sepak bola dunia, Ronaldo kini hanya tertinggal dua laga dari Messi, yang telah menembus 26 pertandingan. Di sisi lain, Ronaldo telah mencetak delapan gol di Piala Dunia, setengah dari total gol Messi hingga kini.
Prestasi individu tersebut menambah dimensi menarik bagi statistik pertandingan. Berikut rangkuman singkat data utama Ronaldo menurut Fotmob:
| Statistik | Nilai |
|---|---|
| Menit bermain | 90 |
| Tembakan | 3 |
| Gol | 0 |
| Peluang | 0 |
| Sentuhan di kotak penalti lawan | 5 |
| Total sentuhan | 25 |
| Rating Fotmob | 6,7 |
Selain catatan pribadi, pertandingan ini memberikan gambaran tentang dinamika tim Portugal. Meskipun mengendalikan alur permainan, kegagalan menyelesaikan peluang menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas lini serang di bawah asuhan Martinez. Sementara itu, RD Kongo menunjukkan ketangguhan defensif dan kemampuan memanfaatkan kesempatan dari set‑piece, yang terbukti dari gol penyeimbang melalui sundulan Wissa.
Secara taktik, Portugal tampak mengandalkan tekanan tinggi dan pergerakan cepat sisi sayap, namun pertahanan lawan yang disiplin dan penempatan pemain bertahan yang tepat menghambat penetrasi ke area berbahaya. Pada sisi lain, RD Kongo memanfaatkan ruang kosong di daerah tengah dengan menempatkan pemain bertahan yang mampu mengantisipasi serangan balik, sebuah strategi yang terbukti efektif melawan tim yang mengandalkan kreativitas individu.
Keputusan Roberto Martinez untuk menurunkan Ronaldo sejak menit pertama menjadi bahan perdebatan setelah pertandingan. Beberapa analis berpendapat bahwa penggunaan Ronaldo sebagai ujung tombak tanpa dukungan pemain kreatif tambahan mengurangi potensi serangan Portugal. Namun, Martinez menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk memberi tekanan maksimal sejak awal serta memanfaatkan pengalaman sang kapten dalam situasi penting.
Kesimpulannya, hasil imbang 1-1 antara Portugal dan RD Kongo menandai pembukaan Grup K yang penuh ketegangan. Portugal menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola namun gagal memanfaatkan peluang, terutama dari Ronaldo yang mengalami hari buruk di lapangan. Di sisi lain, RD Kongo berhasil menahan serangan lawan dan mencuri poin berharga melalui eksekusi set‑piece yang efektif. Pertandingan ini sekaligus menegaskan bahwa dalam turnamen sebesar Piala Dunia, tidak ada tim yang dapat mengandalkan nama besar semata; eksekusi taktik dan penyelesaian akhir tetap menjadi kunci utama.