Kenaikan Harga Pertamax Hari Ini Pecah: Dari Rp12.300 ke Rp16.250, Dampak pada Konsumen dan Kebijakan Pemerintah
Blog Berita daikin-diid – 11 Juni 2026 | Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar non-subsidi jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95) yang berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026. Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter, meningkat Rp3.950 dari harga sebelumnya Rp12.300. Sementara Pertamax Green naik menjadi Rp17.000 per liter, bertambah Rp4.100 dari harga lama Rp12.900.
Pengumuman ini disertai penjelasan dari Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumtabun, yang menegaskan bahwa penyesuaian harga merupakan hasil evaluasi berkala berdasarkan formula harga pemerintah, perkembangan harga minyak dunia, serta koordinasi dengan regulator. Ia menambahkan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan antara kelangsungan bisnis, kualitas layanan, dan ketersediaan energi bagi masyarakat.
Di sisi lain, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang sedang berada di Gedung DPR, Jakarta, mengaku belum mengetahui adanya kenaikan harga Pertamax. Pigai, yang baru saja kembali dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, menyatakan bahwa ia belum sempat membuka handphone dan meminta wartawan tidak memaksa menanyakan hal tersebut. Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana koordinasi antarlembaga pemerintah dalam menyampaikan kebijakan harga BBM kepada publik.
Berita kenaikan harga Pertamax juga memicu reaksi dari konsumen dan organisasi konsumen. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menilai bahwa pengumuman mendadak kurang transparan dan menuntut pertanggungjawaban serta keterbukaan formula harga. Ia mengingatkan bahwa perubahan harga BBM berdampak signifikan pada pengeluaran rumah tangga dan dapat memicu peralihan konsumen ke bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite.
Data harga di jaringan SPBU menunjukkan variasi antara merek nasional dan swasta. Berikut rangkuman harga per liter pada 10 Juni 2026:
| Produk | Harga Sebelumnya (Rp) | Harga Baru (Rp) |
|---|---|---|
| Pertamax (RON 92) | 12.300 | 16.250 |
| Pertamax Green (RON 95) | 12.900 | 17.000 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 20.750 | 20.750 |
| Dexlite (CN 51) | 23.000 | 23.000 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 24.800 | 24.800 |
| Pertalite (subsidi) | 10.000 | 10.000 |
| Biosolar (subsidi) | 6.800 | 6.800 |
| BP 92 (swasta) | 12.390 | 16.670 |
| BP Ultimate (swasta) | 12.930 | 17.240 |
Sementara itu, harga BBM setara Pertamax di pasar global (RON 92) dilaporkan mencapai kisaran Rp20.000–Rp21.000 per liter, menurut VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan, dalam sebuah sarasehan energi di Universitas IPB, Bogor. Angka ini jauh di atas harga domestik yang baru, mencerminkan tekanan harga minyak dunia dan fluktuasi nilai tukar.
Penyesuaian harga ini juga berdampak pada distribusi bahan bakar di wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, di mana Pertamina memastikan ketersediaan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman. Pemerintah dan Pertamina mengimbau konsumen untuk memanfaatkan aplikasi MyPertamina atau menghubungi Contact Center 135 guna memperoleh informasi terkini.
Kesimpulannya, kenaikan harga Pertamax hari ini mencerminkan dinamika pasar internasional, kebijakan regulasi, serta upaya menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Meskipun langkah ini diperlukan untuk menyesuaikan biaya produksi dan impor, transparansi informasi dan koordinasi lintas kementerian menjadi kunci untuk meminimalisir dampak sosial, terutama bagi rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah.