Iran Kalahkan Mali 2-0, Siap Berangkat ke Tijuana Menjelang Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 06 Juni 2026 | Tim nasional Iran mencatat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Mali dalam laga persahabatan yang diselenggarakan pada Kamis lalu di Antalya, Turki. Hasil ini menambah catatan positif Iran menjelang turnamen utama, FIFA World Cup 2026, yang akan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kemenangan ini menjadi yang ketiga dari empat laga persahabatan yang telah dijalani tim, menegaskan kesiapan mereka meski berada dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.
Gol pertama tercipta lewat tembakan tajam dari gelandang Saeid Ezatolahi pada menit ke-27. Ezatolahi, yang dikenal dengan kemampuan mengatur tempo permainan, memanfaatkan ruang di area pertahanan Mali dan mengeksekusi peluang dengan presisi. Empat menit kemudian, bek kanan Ramin Rezaeian menambah keunggulan dengan serangan balik cepat, memanfaatkan kelemahan lini belakang Mali dan menutup skor menjadi 2-0. Kedua gol tersebut tidak hanya memperkuat moral skuad, tetapi juga menampilkan keragaman serangan yang dimiliki Iran.
Laga ini memiliki signifikansi lebih dari sekadar hasil di papan skor. Karena konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang memicu penangguhan liga domestik pada akhir Februari, para pemain yang berbasis di dalam negeri belum memiliki kesempatan kompetitif yang memadai. Persahabatan melawan Mali menjadi satu-satunya kompetisi resmi bagi para pemain Iran yang berlatih di Turki, menandai titik penting dalam persiapan mereka menjelang Piala Dunia.
Sementara di atas lapangan Iran menunjukkan performa bagus, di luar lapangan mereka masih bergulat dengan urusan visa. Tim nasional telah memperoleh visa masuk ke Meksiko, yang memungkinkan mereka menempati basis pelatihan di kota perbatasan Tijuana. Namun, proses persetujuan visa Amerika Serikat sempat mengalami penundaan, memaksa federasi sepak bola Iran (FFIRI) untuk memindahkan rencana awal mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana setelah otoritas AS menolak penggunaan basis di negara bagian tersebut selama periode turnamen.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, secara resmi menyambut kedatangan tim Iran di Tijuana. Ia menyatakan bahwa Meksiko siap menjadi tuan rumah yang ramah bagi para pemain, mengingat Amerika Serikat menolak permohonan mereka untuk tinggal di Arizona. Keputusan ini menegaskan komitmen Meksiko dalam mendukung kelancaran partisipasi tim Iran di Piala Dunia, meski hubungan diplomatik antara kedua negara masih tegang.
Jadwal pertandingan grup Iran di Piala Dunia 2026 sudah ditetapkan. Pada 15 Juni, Iran akan membuka kampanye grup melawan New Zealand di Stadion SoFi, Inglewood, California. Enam hari kemudian, pada 21 Juni, mereka akan menjumpai Belgia di stadion yang sama. Pertandingan ketiga melawan Mesir dijadwalkan pada 26 Juni di Seattle, Washington. Semua pertandingan ini akan berlangsung di wilayah Amerika Serikat, menuntut tim Iran untuk menyesuaikan diri dengan zona waktu dan kondisi iklim yang berbeda.
Sejak dimulainya konflik, tim Iran telah menggelar dua kamp pelatihan di Antalya. Di sana, mereka melakukan tiga laga persahabatan: kekalahan melawan Nigeria, kemenangan atas Costa Rica, dan kemenangan melawan Gambia, sebelum mengukir kemenangan atas Mali. Latihan intensif dan pertandingan-pertandingan persahabatan ini diharapkan dapat meningkatkan kebugaran, taktik, dan kohesi tim menjelang turnamen utama.
Jika Iran berhasil lolos ke babak 16 besar, mereka berpotensi bertemu dengan tim tuan rumah, Amerika Serikat, pada 3 Juli di Arlington, Texas, asalkan kedua tim menempati posisi kedua di grup masing‑masing. Pertarungan potensial ini menambah tekanan dan sekaligus motivasi bagi tim Iran untuk memberikan performa terbaik di setiap laga grup.
Secara keseluruhan, kemenangan 2-0 atas Mali tidak hanya menambah catatan positif di papan skor, tetapi juga menjadi simbol ketahanan mental dan teknis tim dalam menghadapi tantangan geopolitik. Dengan visa Meksiko yang sudah aman dan proses visa AS yang semakin mendekati persetujuan, Iran tampak siap melangkah ke Tijuana, menyelesaikan persiapan akhir, dan menatap kompetisi global dengan keyakinan tinggi.