Persis Solo Bebaskan Diri dari Zona Merah Usai Menang Dramatis 2-1 atas Semen Padang di Stadion Manahan
Blog Berita daikin-diid – 13 April 2026 | Solo, 12 April 2026 – Laskar Sambernyawa kembali menegaskan keberanian mereka di BRI Super League pekan ke-27 dengan mengukir kemenangan tipis 2-1 atas Semen Padang. Pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, menjadi momen krusial bagi kedua tim papan bawah yang bersaing ketat untuk menghindari degradasi. Di bawah asuhan pelatih asal Kroasia, Milomir Seslija, Persis Solo berhasil mengumpulkan tiga poin penting yang mengangkat mereka keluar dari zona merah dan menempati posisi ke-15 dengan 24 poin.
Gol pertama dicetak pada menit ke-37 oleh pemain asing Persis, Miroslav Maricic. Setelah bek Luka Dumancic merebut bola di lini tengah, ia mengirimkan umpan terarah kepada Maricic yang kemudian mengeksekusi tembakan melengkung ke sudut kanan gawang lawan, menembus jaga kiper Rendy Oscario. Gol ini memberi kepercayaan diri kepada tim tuan rumah yang terus menekan pertahanan Semen Padang, yang pada saat itu masih berada di peringkat ke-17 dengan 20 poin.
Babak pertama berakhir dengan keunggulan 1-0 bagi Persis Solo. Namun, tekanan tak kunjung surut. Di menit ke-68, Semen Padang memperoleh gol balasan secara tidak sengaja ketika bek Persis, Sutanto Tan, melakukan gol bunuh diri setelah berusaha menepis umpan lawan di dalam kotak penalti. Gol ini menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan menambah ketegangan menjelang akhir laga.
Menjelang menit ke-78, Laskar Sambernyawa kembali mengambil inisiatif. Umpan panjang dari gelandang Dimitri Lima berhasil dimanfaatkan oleh striker Dejan Tumbas yang menempatkan bola dengan tenang ke sudut gawang, mengembalikan keunggulan Persis menjadi 2-1. Gol tersebut tidak hanya menambah selisih skor, tetapi juga menegaskan dominasi taktik balik cepat yang diterapkan oleh Seslija pada paruh kedua pertandingan.
Setelah gol penentu, Persis Solo berusaha memperkuat keunggulan mereka melalui serangan tambahan, namun kiper Semen Padang, Muhammad Riyandi, menunjukkan performa impresif dengan beberapa penyelamatan krusial. Di sisi lain, pelatih Milomir Seslija menegaskan pentingnya tiga poin ini sebagai “enam poin” secara psikologis, mengingat lawan mereka juga berjuang menghindari zona degradasi. Ia menambahkan bahwa masih terdapat tujuh laga lagi sebelum kompetisi usai, sehingga konsistensi tetap menjadi kunci utama.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola yang hampir seimbang, dengan Persis Solo mencatat 54% penguasaan dan 12 tembakan ke arah gawang, sedangkan Semen Padang memiliki 46% penguasaan dengan 9 tembakan. Kedua tim menampilkan intensitas tinggi, namun ketangguhan mental Persis Solo pada menit-menit akhir menjadi faktor penentu. Kemenangan ini memberikan napas lega bagi manajemen dan pendukung Persis Solo, sekaligus menambah tekanan pada Semen Padang yang harus berjuang keras untuk mengumpulkan poin pada sisa laga.
Kesimpulannya, kemenangan 2-1 atas Semen Padang tidak hanya membawa Persis Solo keluar dari zona merah, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri tim untuk menghadapi sisa pertandingan. Dengan 24 poin, Laskar Sambernyawa kini berada di posisi menengah klasemen dan memiliki peluang realistis untuk mempertahankan eksistensi mereka di BRI Super League musim ini.