Saham PT Petrosea Meroket 25%: Kenaikan Kekayaan Prajogo Pangestu dan Dampaknya pada IHSG
Blog Berita daikin-diid – 31 Mei 2026 | Jakarta, 30 Mei 2026 – Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat lonjakan tajam selama pekan terakhir, mengukir kenaikan hampir 25 persen dan menjadi salah satu motor penggerak utama indeks harga saham gabungan (IHSG) meski indeks tersebut berakhir dengan koreksi tipis. Pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, harga PTRO mencapai Rp4.670 per saham, menandakan pertumbuhan 24,87 persen dibandingkan harga pembukaan pekan itu.
Kenaikan ini tidak terlepas dari performa grup usaha yang dikelola oleh konglomerat Indonesia, Prajogo Pangestu. Kekayaan pribadi Pangestu naik signifikan menjadi Rp292,15 triliun setelah penambahan sebesar Rp48,09 triliun dalam seminggu terakhir, berkat pergerakan positif tiga emiten utama miliknya: PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Ketiga perusahaan tersebut masuk dalam daftar lima saham dengan kenaikan terbesar (top 5 gainers) pada akhir pekan.
PT Barito Renewables Energy (BREN) memimpin daftar dengan kenaikan 34,69 persen hingga mencapai batas auto reject atas (ARA) 25 persen pada level Rp3.300 per saham. Diikuti oleh PT Barito Pacific (BRPT) yang naik 20,87 persen menjadi Rp1.940, serta PT Petrosea (PTRO) yang melesat 24,53 persen. Saham lain dalam grup, PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), mencatat kenaikan 22,33 persen, sementara PT Chandra Daya Investasi (CDIA) naik 12,58 persen. Hanya PT Chandra Asri Pacific (TPIA) yang mengalami penurunan 6,05 persen.
Pergerakan positif ini terjadi bersamaan dengan aksi jual saham oleh investor asing yang menelan nilai transaksi sekitar Rp8,5 triliun pada hari yang sama. IHSG pada penutupan mencatat penurunan 0,05 persen ke level 6.127,38, menandakan volatilitas tinggi meski sebagian besar saham mengalami koreksi. Total volume perdagangan tercatat 47,215 miliar saham dengan nilai transaksi Rp50,149 triliun. Dari 817 saham yang diperdagangkan, 409 mengalami penurunan, 271 menguat, dan 137 tetap stabil.
Salah satu faktor yang memicu pergerakan pasar adalah penyesuaian indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International). Pada pertengahan bulan, tiga saham milik Prajogo—BREN, TPIA, dan CUAN—didepak dari indeks MSCI, yang sebelumnya menimbulkan penurunan nilai kekayaan sekitar Rp31,54 triliun. Namun, dalam satu pekan, saham-saham tersebut berhasil pulih, menutup penurunan dan bahkan mencatatkan kenaikan yang signifikan, membantu mengembalikan kekayaan Prajogo ke level tertinggi baru.
Berikut rangkuman singkat performa saham grup Barito pada periode 25–29 Mei 2026:
- PT Barito Renewables Energy (BREN): +34,69% – Rp3.300
- PT Petrosea Tbk (PTRO): +24,53% – Rp4.670
- PT Barito Pacific (BRPT): +20,87% – Rp1.940
- PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN): +22,33% – Rp630
- PT Chandra Daya Investasi (CDIA): +12,58% – Rp850
- PT Chandra Asri Pacific (TPIA): –6,05% – Rp1.785
Analisis para pakar pasar menunjukkan bahwa pemulihan saham-saham Barito dipicu oleh optimisme terhadap sektor energi terbarukan dan prospek proyek infrastruktur yang dikelola Petrosea. Permintaan global akan energi bersih meningkatkan ekspektasi terhadap BREN, sementara PTRO, yang memiliki portofolio kontrak tambang dan konstruksi, mendapat manfaat dari kenaikan harga komoditas logam. Di sisi lain, tekanan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS serta kebijakan moneter Amerika menambah beban pada indeks secara keseluruhan.
Investor domestik dan institusi juga menunjukkan minat beli pada saham-saham grup Barito, dengan aliran dana masuk yang cukup signifikan selama sesi perdagangan pagi. Hal ini menandakan kepercayaan pasar terhadap strategi diversifikasi dan ekspansi yang dijalankan oleh Prajogo Pangestu, termasuk investasi di energi terbarukan, properti, dan layanan pertambangan.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG berada dalam zona merah, saham PT Petrosea dan rekanannya berhasil menembus batas psikologis, memberikan dorongan positif bagi portofolio investor yang menaruh taruhan pada sektor infrastruktur dan energi. Kenaikan nilai kekayaan Prajogo Pangestu menjadi bukti bahwa pergerakan saham individual dapat berdampak signifikan pada peta kekayaan nasional, terutama ketika dikelola dalam kerangka grup perusahaan yang terdiversifikasi.
Ke depan, para pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan MSCI, dinamika nilai tukar, serta laporan keuangan triwulanan grup Barito. Jika tren positif dapat dipertahankan, saham PT Petrosea dan entitas terkait berpotensi tetap menjadi kontributor utama dalam pergerakan IHSG, sekaligus memperkuat posisi Prajogo Pangestu sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia.
Related Posts
Cara Cek NIK Secara Online: Panduan Lengkap, Tips Verifikasi, dan Waspada Hoaks
PSS Sleman Raih Tiket Promosi ke Liga 1 Usai Kemenangan 3-0 atas PSIS, Sementara Semen Padang Tersungkur ke Liga 2
Mantan Artis Fabiola Elizabeth Terlibat dalam Jaringan Scammer Internasional di Solo Baru, Kerugian Mencapai Rp 41 Miliar
About The Author
Purdy Javari
Berbekal jejak sebagai aktivis mahasiswa, Purdy Javari memadukan semangat perubahan dengan ketajaman analisis dalam setiap karya tulisnya. Sejak 2023, ia menapaki karier penulisan di tengah gemerlap kota Malang, sekaligus menyalurkan kegairahnya pada teknologi dan observasi gaya hidup urban. Karyanya mencerminkan keseimbangan antara wawasan kritis dan estetika yang terukur, menjadikan ia suara baru yang berwibawa dalam lanskap sastra kontemporer.