Shayne Pattynama Ikuti Latihan Timnas Meski Dilarang Main: Persiapan Jangka Panjang Menuju Piala AFF 2026
Blog Berita daikin-diid – 29 Mei 2026 | Jakarta, 28 Mei 2026 – Pada Senin (27/5/2026) sesi latihan perdana Tim Nasional Indonesia di Stadion Madya kembali menyita perhatian publik. Di antara 23 pemain yang dipanggil oleh pelatih John Herdman, nama Shayne Pattynama muncul meski tidak tercantum dalam daftar 44 pemain yang berhak memperkuat skuad pada agenda FIFA Matchday Juni. Keberadaan Pattynama dalam training camp (TC) pertama ini menimbulkan pertanyaan, mengingat ia masih menjalani sanksi larangan tampil selama empat pertandingan yang dijatuhkan FIFA.
Menurut keterangan resmi Timnas, Pattynama serta Thom Haye menerima hukuman larangan bermain akibat pelanggaran administratif yang terjadi pada pertandingan internasional sebelumnya. Karena sanksi tersebut, keduanya tidak dapat dimasukkan ke dalam skuad yang akan menghadapi Oman pada 5 Juni dan Mozambik pada 9 Juni di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Meskipun demikian, PSSI dan staf kepelatihan menegaskan bahwa kehadiran mereka di latihan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi persiapan jangka panjang menjelang Piala AFF 2026.
Pelatihan yang dipimpin langsung oleh John Herdman ini menampilkan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda. Di antara nama yang muncul dalam foto-foto resmi Timnas terdapat Marselino Ferdinan, Saddil Ramdani, Marc Klok, Witan Sulaeman, Yakob Sayuri, Ricky Kambuaya, Fajar Fathurrahman, Muhammad Riyandi, Nadeo Argawinata, Eksel Runtukahu, Wahyu Prasetyo, hingga Jens Raven. Kehadiran Pattynama menunjukkan bahwa pelatih menilai kebugaran dan kesiapan taktik pemain tersebut masih penting untuk persiapan turnamen regional.
John Herdman menjelaskan bahwa agenda latihan ini dirancang untuk menyelaraskan pola permainan tim sekaligus menjaga kebugaran pemain yang akan berkompetisi di Piala AFF 2026. “Kami ingin semua pemain, termasuk yang sedang menjalani sanksi, tetap terlibat dalam proses taktik dan kebugaran. Ini membantu mereka kembali ke level terbaik begitu sanksi selesai,” ujar Herdman dalam konferensi pers singkat.
Strategi tersebut sejalan dengan kebijakan Timnas Indonesia yang menekankan kontinuitas dalam pengembangan skuad. Meskipun Pattynama tidak dapat tampil pada FIFA Matchday, kehadirannya di TC memberi peluang bagi pelatih untuk mengamati perkembangan fisik, integrasi dengan rekan satu tim, serta pemahaman taktik yang akan diterapkan pada kompetisi AFF. Hal ini penting mengingat Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung antara 24 Juli hingga 26 Agustus, dengan Indonesia berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang play‑off antara Brunei Darussalam atau Timor Leste.
Jadwal kepelatihan akan berlanjut hingga 30 Juni 2026, memberikan cukup waktu bagi Herdman untuk menyusun kombinasi pemain terbaik. Pada FIFA Matchday, ia berencana memanggil kombinasi pemain domestik dan luar negeri yang tidak terikat sanksi, sementara untuk AFF, pemain seperti Pattynama diharapkan kembali aktif setelah masa larangan selesai.
Selain aspek taktik, kehadiran Pattynama juga memberikan dampak psikologis positif bagi rekan satu tim. Rekan setimnya, terutama pemain muda seperti Marselino, dapat belajar langsung dari pengalaman internasional Pattynama, yang pernah bermain di liga Eropa. Interaksi ini diharapkan meningkatkan mentalitas kompetitif Tim Garuda.
Secara keseluruhan, kehadiran Shayne Pattynama dalam sesi latihan Timnas Indonesia mencerminkan kebijakan inklusif dalam persiapan nasional. Meskipun terhalang oleh sanksi FIFA, ia tetap menjadi bagian integral dari proses pembentukan tim yang siap bersaing di level regional. Dengan persiapan intensif yang melibatkan semua elemen, harapan besar menanti Timnas Indonesia untuk menorehkan prestasi di Piala AFF 2026.