Derbi Jatim Membara: Persebaya Surabaya Hajar Persik Kediri 5-0, Catat Enam Clean Sheet Beruntun
Blog Berita daikin-diid – 25 Mei 2026 | Sabtu (23/5/2026) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya menutup kampanye Super League 2025-2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri. Gol pertama tercipta hanya dua belas menit lewat Malik Risaldi, memecah kebuntuan dan memberi tim hijau kepercayaan diri untuk menguasai alur permainan.
Empat gol berikutnya dicetak oleh duo menyerang Bruno Moreira yang berhasil melakukan brace pada menit ke-44 dan ke-88, serta Gustavo Fernandes pada menit ke-64 dan Bruno Paraiba pada menit ke-80. Seluruh lima gol menegaskan dominasi lini serang Persebaya yang tak hanya cepat dalam serangan balik, tetapi juga efektif dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti.
Selain serangan tajam, pertahanan Persebaya menunjukkan konsistensi luar biasa. Dengan catatan enam clean sheet beruntun pada akhir musim, tim berhasil menahan serangan Persik Kediri yang tidak mampu menghasilkan satu tembakan tepat sasaran. Kiper utama tetap tidak kebobolan selama enam pertandingan terakhir, menambah reputasi lini belakang yang solid.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, menyatakan kepuasannya dalam konferensi pers pasca laga. Ia memuji dukungan suporter Bonek dan Bonita yang mengisi stadion dengan energi tinggi, sekaligus menyoroti kerja keras seluruh skuad dalam mencapai clean sheet beruntun – sebuah rekor yang belum pernah dicapai Persebaya sebelumnya. Tavares menambahkan bahwa meski tim selesai di posisi keempat dengan 58 poin, pencapaian defensif dan ofensif tersebut layak diapresiasi mengingat ia baru bergabung pada Januari.
Pemain senior Persik Kediri, Faris Aditama, mengakui superioritas Persebaya pada laga tersebut. Ia menilai bahwa tim hijau tampil lebih baik secara taktik dan teknis, sekaligus berharap Persik dapat bangkit dan memperbaiki konsistensi di musim depan. Pelatih Persik, Marcos Santos, juga mengakui bahwa performa timnya tidak memuaskan, mengingat ketidakstabilan hasil yang kerap terjadi sepanjang musim.
Statistik pertandingan menegaskan dominasi Persebaya. Tim mencatat 10 tembakan tepat sasaran, sementara Persik tidak memiliki satu tembakan pun yang berhasil mengarah ke gawang. Total tembakan keseluruhan mencapai 23 tembakan Persebaya versus 7 tembakan Persik, menambah bukti bahwa pertempuran di lapangan sangat tidak seimbang.
Keberhasilan mencetak 61 gol sepanjang musim, dengan rata-rata hampir dua gol per pertandingan, menempatkan Persebaya di antara tim dengan serangan paling produktif. Di sisi lain, kebobolan hanya 35 kali menunjukkan pertahanan yang relatif ketat, meski masih terdapat lima kekalahan pada musim ini yang menjadi catatan kurang memuaskan bagi Tavares.
Setelah pertandingan, pemain Brazil Bruno Paraiba, yang turut berkontribusi dalam kemenangan tersebut, mengumumkan kepergiannya dari klub. Melalui unggahan Instagram, ia mengucapkan terima kasih kepada suporter dan manajemen, serta menjelaskan keputusan berpisah karena cedera yang mengganggu performa. Meskipun begitu, ia meninggalkan catatan lima gol dalam 11 penampilan, termasuk hattrick dalam kemenangan 7-0 atas Semen Padang pada pekan ke-33.
Secara keseluruhan, kemenangan 5-0 melengkapi akhir musim manis bagi Persebaya. Dengan 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan 8 kekalahan, klub berhasil meningkatkan poin total menjadi 58, dua poin lebih baik dibandingkan musim sebelumnya. Prestasi clean sheet enam laga beruntun dan serangan yang produktif menjadi fondasi kuat bagi tim untuk menatap tantangan di Super League 2026-2027.
Ke depan, harapan besar menanti Persebaya untuk mempertahankan standar tinggi, memperkuat skuad, dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara. Sementara Persik Kediri harus mengevaluasi kelemahan defensifnya dan mencari solusi agar tidak kembali mengalami kekalahan telak serupa.