Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Teraman dan Hijau: Inaugurasi Pejabat, Kebijakan Sampah, dan Peran Politik
Blog Berita daikin-diid – 22 Mei 2026 | Jakarta, 22 Mei 2026 – Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno kembali menjadi sorotan publik setelah serangkaian langkah strategis pemerintah provinsi yang diarahkan untuk meningkatkan keamanan, efisiensi birokrasi, dan pengelolaan sampah. Pada hari Kamis, 21 Mei, gubernur Pramono Anung melaksanakan inaugurasi lebih dari 800 pejabat eselon II, III, dan IV, sebuah upaya besar untuk memperkuat kinerja aparatur dan mempercepat pelaksanaan program prioritas, termasuk program pengelolaan sampah yang dipimpin langsung oleh Rano Karno.
Inaugurasi tersebut tidak sekadar seremonial. Pantas Nainggolan, anggota Komisi D DPRD DKI, menegaskan bahwa rotasi dan pengangkatan pejabat baru akan menjadikan target kinerja lebih terukur dan terarah. Ia menambahkan bahwa setiap pejabat diharapkan mampu mengoptimalkan program gubernur, terutama kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan warga, seperti pengelolaan sampah berbasis pemilahan di sumber.
Gubernur Anung sekaligus Rano Karno menyoroti penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 yang mewajibkan pemilahan sampah menjadi empat kategori: organik, anorganik, B3 (bahan berbahaya dan beracun), serta residu. Kebijakan ini diterapkan hingga tingkat RW dan bahkan pada keranjang sampah rumah tangga. Rano Karno menegaskan bahwa keberhasilan instruksi tersebut sangat bergantung pada peran aktif civil servant serta partisipasi masyarakat dalam edukasi pemilahan sampah.
Langkah konkret lainnya melibatkan Satpol PP DKI yang dipimpin oleh Satriadi Gunawan. Dalam rapat koordinasi, Rano Karno membuka opsi penambahan 5.000 personel Satpol PP untuk mengatasi beban kerja tinggi, terutama dalam penertiban pedagang ilegal, pengelolaan sampah, dan penegakan ketertiban di ruang publik. Penambahan personel ini diharapkan dapat meningkatkan respons cepat terhadap pelanggaran, termasuk praktik jual beli hewan kurban di trotoar yang belakangan menjadi sorotan.
Selain kebijakan administratif, Rano Karno juga menonjolkan Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara. Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan laporan media yang menyoroti penurunan peringkat FIFA Timnas Indonesia menjadi 106, namun tetap menyoroti prestasi tim wanita yang meraih peringkat ketiga dalam FIFA Women’s Series 2026. Rano Karno menegaskan bahwa keamanan publik menjadi fondasi utama dalam menarik investasi dan mengembangkan sektor pariwisata, terutama menjelang musim liburan yang semakin kompetitif.
Program ramah lingkungan yang diusung Rano Karno juga mengacu pada contoh sukses di kota lain, seperti bank sampah di Bengkulu yang memungkinkan warga mengonversi sampah anorganik menjadi saldo tabungan untuk membayar pajak bumi dan bangunan atau listrik. Meskipun tidak secara langsung diimplementasikan di Jakarta, inisiatif serupa sedang dievaluasi oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI untuk memperkuat ekosistem ekonomi sirkular di ibu kota.
Dalam konteks kebijakan energi, Rano Karno turut memantau situasi geopolitik yang memengaruhi pasokan energi di Asia Tenggara, terutama akibat konflik Iran. Pemerintah provinsi berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk menjajaki pasokan energi alternatif, termasuk potensi kerjasama dengan Rusia, guna memastikan kelangsungan pasokan listrik bagi rumah tangga dan industri di Jakarta.
Semangat kolaborasi regional juga tercermin dalam partisipasi Rano Karno pada pertemuan Menteri Pemuda dan Olahraga ASEAN di Bali, yang menghasilkan Deklarasi Bali untuk memperkuat sinergi olahraga dan generasi muda. Ia menekankan bahwa pengembangan olahraga tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana diplomasi budaya yang memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional.
Secara keseluruhan, kombinasi antara perombakan struktural birokrasi, penegakan disiplin Satpol PP, serta kebijakan lingkungan yang progresif menunjukkan bahwa Rano Karno berusaha menjadikan Jakarta bukan hanya kota yang aman, tetapi juga kota yang bersih, berkelanjutan, dan siap bersaing secara global. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga, mengurangi beban sampah, serta menarik lebih banyak investasi dan wisatawan.
Dengan langkah-langkah ini, Jakarta berada pada jalur yang tepat untuk mewujudkan visi kota hijau dan aman yang dijanjikan, sekaligus memperkuat posisi Rano Karno sebagai tokoh kunci dalam transformasi pemerintahan daerah.