Drama Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026: Dari Harapan Q2 Hingga Start Posisi Ke-21
Blog Berita daikin-diid – 16 Mei 2026 | Sabtu, 16 Mei 2026, Circuit de Barcelona‑Catalunya menjadi saksi persaingan sengit di kelas Moto3 dunia. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengharapkan terobosan lewat sesi practice pertama. Namun, suhu rendah dan grip lintasan yang kurang optimal membuat rider Honda Team Asia kesulitan mencatatkan waktu kompetitif. Veda mengaku sejak pagi ia merasa kurang percaya diri di atas motor, meski tim berhasil melakukan penyesuaian pada setup selama sore hari.
Practice FP1 berakhir dengan posisi Veda di urutan ke‑19, jauh di luar zona otomatis menuju Q2. Kondisi lintasan yang “rumit”, seperti yang dijelaskan dalam rilis pers tim, menjadi faktor utama. Pada sesi practice kedua, Veda kembali terhambat oleh kepadatan rider di time‑attack akhir. Seorang pesaing, Rico Salmela, melambat secara tiba‑tiba pada dua menit terakhir, menyebabkan kemacetan yang menelan kesempatan Veda untuk mengeksekusi lap bersih.
Akibat gangguan tersebut, Veda gagal menembus 14 besar yang dijamin masuk Q2. Ia terpaksa memulai sesi kualifikasi pertama (Q1) dengan harapan mengamankan satu dari empat tiket ke Q2. Pada awal Q1, Veda menunjukkan performa menjanjikan dengan menempati posisi empat besar. Namun, Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo menyusul dengan catatan 1 menit 47,382 detik, menggiring Veda turun peringkat.
Menjelang akhir Q1, Veda meluncurkan percobaan pamungkas. Meskipun tiga sektor pertama lebih cepat dibandingkan sesi sebelumnya, kesalahan kecil pada sektor terakhir membuatnya kehilangan tiga detik penting. Hasil akhir menempatkan Veda pada urutan ketujuh, sehingga tiket Q2 jatuh ke empat rider lain: Guido Pini, Alvaro Carpe, David Munoz, dan Casey O’Gorman. Dengan posisi ketujuh, Veda harus menunggu hasil Q2 untuk mengetahui starting grid balapan utama.
Sesi Q2 berlangsung ketat. Valentin Perrone dari Red Bull KTM Tech3 mencatat waktu tercepat 1 menit 46,679 detik dan mengamankan pole position. David Munoz dan Brian Uriarte menempati posisi dua dan tiga. Veda, yang tidak lolos Q2, harus memulai balapan dari posisi ke‑21, posisi terburuknya dalam debut kelas dunia tahun ini. Posisi ini menuntut strategi berbeda, mengandalkan drafting dan peluang overtaking di bagian lurus utama sirkuit.
Secara keseluruhan, weekend Moto3 Catalunya 2026 memberikan pelajaran penting bagi Veda Ega Pratama. Faktor cuaca, grip, serta dinamika kepadatan rider menjadi tantangan yang harus dikelola lebih matang. Tim Honda Team Asia mencatat bahwa perbaikan pada setup suspensi dan pemilihan ban akan menjadi prioritas menjelang seri selanjutnya. Veda sendiri tetap optimis, menyatakan bahwa pengalaman ini memperkuat mentalnya untuk kembali bersaing di seri berikutnya.
Kesimpulannya, meski harapan menembus Q2 dan bersaing pole tidak terwujud, Veda Ega Pratama menunjukkan potensi besar dalam kondisi sulit. Dengan dukungan tim dan perbaikan teknis, pembalap berusia 17 tahun ini diprediksi akan kembali lebih kompetitif pada seri berikutnya, membawa harapan bagi pecinta Moto3 Indonesia.
Related Posts
Supriadi, Napi Korupsi Rp233 Miliar Tertangkap Ngopi di Kendari, Petugas Dihukum Rahasia
Dolar Menguat, Rupiah Terpuruk: Dampak Berganda pada Emas, Energi, dan Harga Konsumen di Indonesia
Sydney dalam Sorotan Global: Dari Film Hollywood hingga Pizza Unik dan Perjuangan Hukum
About The Author
Albirru wyatt (inggris)
Albirru Wyatt, yang dulunya cuma menekuni puisi di bangku kuliah, tiba‑tiba menemukan dirinya menulis headline berita di Surabaya—seperti karakter yang tersesat masuk level bonus. Karier jurnalistiknya meluncur pada 2017, namun di sela‑sela menelusuri fakta, ia tak lupa menyelipkan komentar sarkastik tentang chipset terbaru atau strategi tim e‑sports favoritnya. Kombinasi literasi klasik, obsesi gadget, dan kebiasaan nge‑stream turnamen membuatnya menjadi jurnalis yang bikin pembaca tertawa sambil mengklik “refresh”.