Seberapa Hemat Suzuki Access 125 2026? Ini Hasil Tes BBM dan Analisis Plus Minusnya
Blog Berita daikin-diid – 07 Mei 2026 | Suzuki Access 125 kembali menjadi sorotan setelah peluncuran model 2026 yang diproduksi sepenuhnya di India. Motor skutik berkapasitas 125 cc ini menempati segmen menengah antara NEX II dan Burgman Street 125 EX, menawarkan kombinasi desain khas India, kenyamanan berkendara, dan klaim efisiensi bahan bakar yang menarik. Uji jalan yang dilakukan selama beberapa hari menunjukkan konsumsi bahan bakar rata-rata mencapai 50 km/liter dalam kondisi berkendara normal, menjadikannya pilihan ekonomis bagi pengendara perkotaan.
Berikut rangkuman lengkap mengenai performa, kenyamanan, fitur, serta kelebihan dan kekurangan Suzuki Access 125 2026 berdasarkan hasil tes lapangan.
Desain dan Dimensi
Karena diproduksi dan diimpor utuh dari India, Access 125 menampilkan gaya yang berbeda dari skutik buatan Jepang. Bentuk bodi yang lebar, jok panjang dan lebar, serta deck rata memberikan ruang kaki yang cukup meski roda depan berukuran 12 inci dan belakang 10 inci. Spatbor depan berbahan besi serta posisi lampu rem yang berada agak rendah menjadi ciri visual yang menonjol.
Mesin dan Performa
Mesin 1‑silinder berpendingin udara berkapasitas 125 cc menghasilkan tenaga maksimal 6,2 kW (sekitar 8,4 PS) pada 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.500 rpm. Pada uji jalan, akselerasi terasa lambat pada kecepatan menengah dan putaran tinggi, namun mesin berjalan halus tanpa getaran yang mengganggu. Karakter mesin ini cocok untuk penggunaan santai, tidak dirancang untuk balap atau kecepatan tinggi.
Efisiensi Bahan Bakar
Dengan teknologi Suzuki Eco Performance (SEP), motor mampu menekan konsumsi bahan bakar hingga 50 km/liter dalam gaya mengemudi standar. Pada pengujian dengan kecepatan konstan 60 km/jam di jalan perkotaan, catatan terendah mencapai 52 km/liter, sementara pada kondisi stop‑and‑go intensif angka turun menjadi sekitar 47 km/liter. Hasil ini menempatkan Access 125 di atas kompetitor sekelas seperti Honda Stylo 160 (≈45 km/l) dan Yamaha Grand Filano (≈44 km/l).
Fitur dan Kelengkapan
Meski harganya berada pada kisaran Rp25,5 juta, aksesori dan panel instrumen masih terbilang sederhana. Panelmeter menggabungkan analog dan digital; layar digital hanya menampilkan fungsi MID (trip A/B, odometer, volt, fuel, indikator ganti oli). Tidak ada fitur tambahan seperti konektivitas Bluetooth atau lampu LED full‑strip, yang menjadi catatan kurang lengkap dibandingkan skutik lain yang seharga serupa.
Harga dan Posisi Pasar
| Model | Harga (Rp) | BBM (km/l) |
|---|---|---|
| Suzuki Access 125 2026 | 25.500.000 | 50 |
| Honda Stylo 160 | ≈26.000.000 | 45 |
| Yamaha Grand Filano | ≈27.000.000 | 44 |
Daftar harga skutik murah per Mei 2026 menempatkan Access 125 di atas beberapa model lokal yang lebih terjangkau, namun keunggulan dalam konsumsi bahan bakar dan kenyamanan jok dapat menjadi nilai jual utama.
Plus‑Minus Suzuki Access 125 2026
- Keunggulan:
- Efisiensi BBM tinggi (≈50 km/l).
- Kenyamanan berkendara berkat jok lebar, suspensi yang meredam guncangan.
- Desain bergaya India yang unik dan berbeda dari skutik Jepang.
- Mesin halus dengan getaran minimal.
- Kekurangan:
- Performa tidak dapat bersaing dalam kecepatan tinggi.
- Fitur instrumen masih terbatas, tidak ada konektivitas modern.
- Roda kecil dapat mempengaruhi stabilitas pada jalan bergelombang.
- Harga relatif lebih tinggi dibanding skutik entry‑level dengan spesifikasi dasar.
Secara keseluruhan, Suzuki Access 125 2026 menawarkan nilai hemat bahan bakar yang menonjol di kelasnya. Motor ini cocok bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan gaya unik, namun tidak mencari akselerasi cepat atau fitur teknologi terkini. Dengan konsumsi bahan bakar di atas 50 km/liter, pemilik dapat menghemat pengeluaran operasional secara signifikan, terutama di tengah harga bensin yang cenderung naik.
Kesimpulannya, bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan harian dan ingin mengurangi biaya operasional, Access 125 menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan, asalkan bersedia menerima keterbatasan pada fitur dan performa maksimal.