Shayne Pattynama Siap Gempur Persib di El Clasico Pertama, Optimisme Tinggi Menuju Tiga Poin
Blog Berita daikin-diid – 07 Mei 2026 | Bek sayap Persija Jakarta, Shayun “Shayne” Pattynama, menatap laga pekan ke-32 Liga 1 2025/2026 melawan Persib Bandung dengan rasa percaya diri yang menggelora. Setelah mencatat kemenangan meyakinkan 2-0 atas Persijap Jepara pada pertandingan sebelumnya, Pattynama menilai hasil positif tersebut sebagai suntikan mental yang sangat penting menjelang pertemuan klasik yang dijuluki El Clasico.
“Kemenangan 2-0 dan clean sheet memberikan dorongan kepercayaan diri yang besar bagi tim. Kami sadar pertandingan berikutnya adalah pertandingan besar, penuh emosi, dan kami siap menampilkan performa terbaik,” ujar Pattynama dalam konferensi pers resmi Persija. Ia menambahkan bahwa atmosfer panas duel Persija‑Persib sudah ia pelajari sejak lama, bahkan sebelum bergabung dengan Macan Kemayoran.
Rivalitas antara Persija dan Persib memang telah lama menjadi sorotan utama sepakbola Indonesia. Pertandingan ini tidak sekadar perebutan tiga poin, melainkan ajang pembuktian bagi kedua klub yang memiliki basis suporter terbesar, Jakmania dan Bobotoh. Pattynama menegaskan bahwa seluruh skuad Persija memahami beban harapan para pendukung. “Kami tahu apa arti kemenangan ini bagi para suporter. Kami ingin memberi mereka kebanggaan,” tegasnya.
Selain menyoroti sisi emosional, Pattynama menekankan pentingnya konsistensi taktik dan kerja keras di lapangan. Ia mengingatkan rekan‑rekan setim untuk tetap berpegang pada identitas permainan Persija, yaitu pressing tinggi, transisi cepat, dan pertahanan yang disiplin. “Kualitas kerja keras adalah kunci. Jika kami dapat mengulang pola permainan solid yang kami tunjukkan melawan Persijap, peluang tiga poin akan semakin besar,” ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.
Latihan intensif menjelang laga berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, di mana pelatih Persija mengutamakan skema serangan lewat sisi kanan dengan Pattynama sebagai penghubung utama. Simulasi duel melawan tim yang meniru gaya bermain Persib dilakukan berulang kali untuk meningkatkan kesiapan mental dan fisik. Pattynama menilai bahwa persiapan tersebut mengurangi tekanan pada hari pertandingan.
Tak hanya menunggu dukungan suporter di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api, Pattynama juga mengandalkan pengalaman internasionalnya bersama Timnas Indonesia. Pengalaman melawan tim-tim Asia memberikan perspektif tambahan dalam mengelola tekanan besar. “Pengalaman internasional membantu kami tetap tenang ketika sorotan media dan suporter memuncak,” katanya.
Di luar lapangan, Pattynama mengungkapkan bahwa ia telah menyaksikan pertandingan El Clasico klasik antara Real Madrid dan Barcelona sejak kecil. Meskipun konteksnya berbeda, ia menganggap semangat persaingan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Persija. “Kita tidak main di panggung Eropa, tapi semangat kompetisi yang tinggi tetap sama,” tambahnya.
Dengan catatan pertahanan yang masih terjaga dan serangan yang mulai menemukan ritme, Persija menargetkan minimal satu gol sebelum jeda menit ke‑30. Pattynama berharap dapat berkontribusi baik dalam serangan maupun pertahanan, mengingat perannya yang fleksibel di lini sayap kanan.
Para analis sepakbola menilai bahwa kepercayaan diri yang ditunjukkan Pattynama dapat menjadi katalisator bagi performa tim secara keseluruhan. Statistik tim dalam lima pertandingan terakhir menunjukkan peningkatan penguasaan bola sebesar 12% dan akurasi tembakan melewati 68%. Jika pola tersebut berlanjut, Persija berpotensi mengendalikan tempo pertandingan melawan Persib.
Namun, tantangan tidak hanya datang dari sisi lawan. Persib Bandung, yang baru saja menutup babak pertama liga dengan hasil imbang, bertekad membalas dendam dan menjaga kebanggaan klub. Kedua tim diprediksi akan mengadopsi pendekatan taktis yang agresif, sehingga pertandingan diproyeksikan akan berlangsung ketat hingga menit-menit akhir.
Menutup wawancara, Pattynama menegaskan keyakinannya akan hasil positif. “Saya sangat percaya kami akan mendapatkan tiga poin. Kami siap memberi yang terbaik untuk Jakmania,” pungkasnya dengan senyum mantap.
Dengan semua persiapan dan motivasi yang terbangun, laga El Clasico pertama antara Persija dan Persib pada 10 Mei 2026 diharapkan menjadi salah satu pertandingan paling menarik dalam sejarah Liga 1 musim ini. Semua mata kini tertuju pada Shayne Pattynama, sang penggerak kepercayaan diri, yang berambisi menambah catatan kemenangan Macan Kemayoran di kandang lawan.