Gol Kontroversial Benjamin Sesko: Mengapa Premier League Tetap Mengakui Gol Tangan Tuhan?
Blog Berita daikin-diid – 07 Mei 2026 | Manchester City kembali menjadi sorotan setelah gol kontroversial Benjamin Sesko pada laga pekan ke-34 melawan Arsenal tetap disahkan oleh Komite Disiplin Premier League. Kejadian yang terjadi pada menit ke-78 menimbulkan perdebatan sengit di antara penggemar, pelatih, dan analis sepak bola. Meski video menunjukkan bola bersentuhan dengan lengan Sesko sebelum masuk ke gawang, otoritas liga memberikan penjelasan resmi yang menegaskan keputusan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
Menurut pernyataan resmi Komite Disiplin Premier League, gol tersebut dinyatakan sah karena tidak terdapat unsur “deliberate handball” atau niat sengaja mengarahkan bola dengan lengan. Wasit utama, Michael Oliver, dalam laporan pertandingan mencatat bahwa bola memantul secara tidak sengaja pada lengan atas Sesko yang berada dalam posisi alami tubuhnya, sehingga tidak melanggar ketentuan Law 12 tentang handball. Selain itu, wasit menilai bahwa bola sudah berada dalam fase serangan dan tidak ada kesempatan bagi pemain bertahan untuk mengintervensi sebelum bola melewati garis gawang.
Komite menambahkan bahwa aturan terbaru tentang handball, yang diimplementasikan sejak musim 2023/2024, menekankan pada tiga kriteria utama: (1) niat pemain, (2) posisi lengan relatif terhadap tubuh, dan (3) apakah bola mempengaruhi peluang mencetak gol. Dalam kasus Sesko, meskipun lengan berada dalam posisi yang lebih tinggi dari bahu, tidak ada bukti bahwa ia sengaja mengarahkan bola. Oleh karena itu, keputusan disahkan.
Reaksi dari dunia sepak bola pun beragam. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan kekecewaannya lewat konferensi pers: “Kami merasa gol tersebut seharusnya dibatalkan. Bola menyentuh lengan Sesko secara jelas, dan seharusnya memberi keuntungan kepada tim kami.” Sementara itu, pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa gol tersebut kontroversial, namun menekankan pentingnya menghormati keputusan wasit: “Kami menghormati keputusan wasit dan komite. Jika ada aturan yang perlu diperbaiki, itu menjadi tugas pihak berwenang, bukan kami sebagai pemain.”
Para analis tak hanya menyoroti aspek teknis, tetapi juga implikasi kompetitif. Dengan gol tersebut, City menambah tiga poin penting, menutup selisih poin dengan Arsenal menjadi lima poin pada akhir pekan. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, posisi terdepan City semakin mengokohkan peluang mereka merebut gelar pertama sejak 2012.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan
- Interpretasi Niat: Wasit menilai bahwa gerakan lengan Sesko bersifat refleksif, bukan berniat mengarahkan bola.
- Posisi Tubuh: Lengan berada dalam rentang alami gerakan tubuh, sehingga tidak melanggar kriteria “unnatural”.
- Advantage Rule: Wasit mengaplikasikan prinsip advantage, membiarkan permainan berlanjut karena gol tercipta.
Selain itu, Premier League menegaskan bahwa video assistant referee (VAR) tidak menemukan bukti kuat untuk mengubah keputusan pada fase akhir pertandingan. Penggunaan VAR tetap menjadi topik perdebatan, terutama terkait standar bukti yang diperlukan untuk membatalkan gol.
Sejumlah pakar sepak bola menilai bahwa keputusan ini mencerminkan evolusi regulasi handball yang lebih mengutamakan niat dibandingkan dengan sekadar kontak fisik. “Kita melihat pergeseran paradigma, di mana wasit harus menilai niat pemain secara subjektif,” kata Dr. Ahmad Fauzi, dosen olahraga Universitas Indonesia.
Namun, kritik tetap muncul dari kalangan suporter Arsenal yang menuduh adanya bias terhadap tim besar. “Kami merasa dirugikan, terutama karena gol ini mengancam peluang kami meraih gelar,” ujar seorang suporter Arsenal yang mengidentifikasi diri sebagai Rian.
Dalam konteks keseluruhan musim, insiden ini menambah daftar keputusan kontroversial yang memengaruhi persaingan tajam di puncak klasemen. Sebelumnya, beberapa pertandingan lain juga menyisakan pertanyaan serupa tentang penerapan aturan handball, termasuk insiden pada laga Liverpool vs Tottenham yang berakhir dengan gol yang dipertanyakan.
Menjelang akhir musim, Komite Premier League berjanji akan meninjau kembali pedoman handball untuk memastikan keadilan dan konsistensi dalam penerapan aturan. Mereka menekankan pentingnya edukasi bagi wasit serta transparansi dalam proses VAR.
Dengan tiga pertandingan tersisa, persaingan antara Manchester City dan Arsenal diperkirakan akan semakin sengit. Kedua tim kini berada pada jarak poin yang tipis, dan keputusan-keputusan kontroversial seperti gol Sesko dapat menjadi faktor penentu dalam menentukan juara akhir musim 2025/2026.
Ke depan, para pelatih dan pemain diperkirakan akan memperhatikan detail taktis untuk menghindari situasi serupa, sementara otoritas liga diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih jelas terkait interpretasi handball. Hal ini penting agar kompetisi tetap adil dan dapat diterima oleh semua pihak.