Dedi Mulyadi Percaya Susi Pudjiastuti Akan Lolos Fit and Proper Test OJK, Bank BJB Siap Bangkit dengan Komisaris Utama Baru
Blog Berita daikin-diid – 29 April 2026 | Bandung, 28 April 2026 – Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) yang digelar secara hybrid di Bale Pakuan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan keyakinannya bahwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, akan lolos uji kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan Susi sebagai Komisaris Utama Independen menjadi sorotan utama RUPST, yang sekaligus mengumumkan pembagian dividen senilai Rp900 miliar dan total aset bank mencapai Rp221,3 triliun.
Dalam sambutannya, Gubernur Dedi menyampaikan bahwa integritas dan kapasitas Susi Pudjiastuti menjadi pertimbangan utama dalam penunjukan tersebut. “Saya merekomendasikan orang-orang di Bank BJB yang menurut saya memiliki integritas. Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas besar dalam memberikan nasihat kepada Gubernur dalam pengambilan keputusan,” ujarnya. Dedi menambahkan keyakinannya bahwa proses Fit and Proper Test OJK tidak akan menjadi hambatan, mengingat rekam jejak Susi yang selama ini dikenal tegas dan berintegritas tinggi.
Penunjukan Susi bukan sekadar simbolik. Bank BJB, yang kini mencatatkan aset terbesar di antara bank pembangunan daerah (BPD) Indonesia, menargetkan transformasi digital yang lebih agresif. RUPST memutuskan pemisahan fungsi Teknologi Informasi (TI) menjadi unit independen, sehingga keputusan strategis TI tidak lagi terikat pada operasional harian. Struktur organisasi kini terdiri dari tujuh posisi strategis, termasuk peran baru Komisaris Independen Eydu Oktain Panjaitan, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat.
Berikut rangkuman keputusan penting RUPST Bank BJB:
- Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen.
- Penetapan Eydu Oktain Panjaitan sebagai Komisaris Independen tambahan.
- Pembagian dividen Rp900 miliar atau Rp85,54 per lembar saham.
- Total aset bank mencapai Rp221,3 triliun.
- Perubahan Anggaran Dasar untuk status Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK).
- Pemisahan fungsi TI menjadi unit terpisah untuk percepatan transformasi digital.
Susi Pudjiastuti mengaku menerima tugas baru ini setelah proses bujukan yang cukup intensif dari Gubernur Dedi. “Iya Pak Gub ini tukang paksa jadi bujuk-bujuk. Saya juga sebagai orang Jawa Barat terpanggil dan tertantang, saya suka tantangan,” ujar Susi. Meskipun belum memiliki pengalaman langsung di sektor perbankan, ia menekankan latar belakangnya sebagai pengusaha dapat memberikan perspektif baru bagi bank. “Pengalaman di perbankan belum ada, tapi dengan keuangan saya juga kan pengusaha, dan saya yakin bisa memberikan nilai tambah pada bank Jabar,” katanya.
Proses Fit and Proper Test OJK menjadi tahap krusial berikutnya. Menurut Dedi, prosedur OJK bersifat standar dan transparan, sehingga tidak ada alasan bagi Susi untuk gagal. “Tinggal mengikuti prosedurnya yang ditentukan OJK dan saya yakin lulus. Optimis orang berintegritas tidak lulus,” tegasnya. Dedi juga menyoroti bahwa Eydu, yang saat ini masih menjabat Kepala BPK Jawa Barat, akan mengundurkan diri untuk memenuhi persyaratan kepatutan sebagai komisaris.
RUPST juga menegaskan komitmen Bank BJB untuk meningkatkan kinerja keuangan dan operasional. Dengan dividen yang meningkat dan aset yang terus tumbuh, bank menargetkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, khususnya untuk sektor UMKM dan infrastruktur di Jawa Barat serta Banten. Transformasi digital diperkirakan akan mempercepat layanan perbankan digital, memperluas jangkauan nasabah, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional.
Secara keseluruhan, penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen mencerminkan langkah strategis Bank BJB untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan integritas, dan memacu inovasi. Gubernur Dedi Mulyadi menutup rapat dengan harapan bahwa susunan baru dewan komisaris dan direksi akan membawa bank menjadi lembaga keuangan yang lebih kredibel, tidak hanya eksis sebagai bank pemerintah daerah, namun juga diminati di tingkat nasional.
Dengan dukungan kuat dari pemegang saham pengendali, proses uji kelayakan OJK yang diprediksi akan berjalan mulus, dan strategi digitalisasi yang terintegrasi, Bank BJB berada pada posisi yang tepat untuk menatap masa depan yang lebih dinamis dan berkelanjutan.
Related Posts
Garuda Pertiwi Terkapar 1-7 dari Republik Demokratik Kongo, Tekanan Menggugah Desakan Liga Putri Nasional
Dony Oskaria Tegaskan Pemerintah Intervensi Utang Whoosh, KAI Tak Mampu Tanggung Sendiri
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk LPG dan Plastik: Langkah Besar Jaga Harga Konsumen
About The Author
Baako Manuela Pradnyani
Masih ingat dulu, Baako Manuela Pradnyani yang dulunya menenggelamkan diri dalam puisi kini tiba‑tiba muncul di ruang redaksi, mengubah kata menjadi berita sejak 2020 di Malang. Ia menghabiskan sorenya menelisik tiap rilis gadget baru sambil menyiapkan komentar tajam untuk turnamen e‑sports favoritnya. Dari meja kuliah sastra ke meja kerja yang dipenuhi monitor, ceritanya selalu terasa seperti obrolan santai antara dua sahabat lama.