Mayjen Piek Budyakto Lantik 137 Bintara Infanteri, Pesannya Tegas untuk Prajurit Muda
Blog Berita daikin-diid – 26 April 2026 | Majelis Jenderal (Mayjen) Piek Budyakto, Komandan Daerah Militer (Pangdam) XIII, melaksanakan upacara pelantikan 137 bintara infanteri di markas Pangdam XIII, Cikarang, pada Senin (23 April 2026). Upacara yang dihadiri oleh pejabat militer setempat, perwira senior, serta keluarga prajurit menjadi momen penting untuk menegaskan kembali standar profesionalisme dan kedekatan tentara dengan rakyat.
Dalam sambutannya, Mayjen Piek menekankan pentingnya sikap disiplin, integritas, dan rasa tanggung jawab dalam setiap langkah karier militer. “Sebagai bintara infanteri, Anda adalah tulang punggung operasi tempur. Kewajiban Anda tidak hanya melindungi kedaulatan negara, tetapi juga menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal kedisiplinan dan etos kerja,” ujarnya dengan nada tegas namun menginspirasi.
Mayjen Piek menambahkan bahwa generasi prajurit muda harus mampu beradaptasi dengan dinamika keamanan modern, termasuk penggunaan teknologi canggih dan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan warga. “Jangan pernah melupakan akar kita, yaitu rakyat. Setiap langkah di lapangan harus selalu mempertimbangkan kepentingan masyarakat sekitar,” tegasnya.
Upacara pelantikan ini juga menjadi wadah bagi Pangdam XIII untuk menegaskan visi strategis daerah militer tersebut. Pangdam XIII, yang sekaligus menanggung wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) TNI AD melalui program pelatihan intensif, simulasi tempur, serta pembinaan moral dan mental yang berkelanjutan.
- Profesionalisme: Penekanan pada standar pelatihan yang sesuai standar NATO, termasuk kemampuan menembak, navigasi, dan pertolongan pertama di medan perang.
- Kedekatan dengan rakyat: Program kunjungan rutin ke desa-desa, penjangkauan sosial, dan kerja sama dengan lembaga sipil untuk meningkatkan kepercayaan publik.
- Penggunaan teknologi: Penerapan drone pengintai, sistem komunikasi taktis, dan platform digital untuk manajemen personel.
Selain itu, Mayjen Piek menegaskan bahwa bintara yang baru dilantik harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan. Ia mencontohkan beberapa kasus di mana bintara berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam, membantu evakuasi warga, serta menyediakan bantuan logistik pada saat-saat kritis.
Upacara tersebut diakhiri dengan pemberian seragam lengkap, medali, dan salam hormat kepada pimpinan tertinggi TNI. Para bintara baru kemudian melakukan inspeksi senjata, latihan fisik singkat, dan sesi foto bersama, menandai awal perjalanan karier mereka di Angkatan Darat.
Para bintara yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang, sebagian besar menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Militer (SMA) dan Sekolah Calon Bintara (SCB) TNI AD. Mereka menunjukkan semangat tinggi dan kesiapan untuk mengemban tugas berat sebagai penyerang utama dalam operasi darat.
Dalam konteks keamanan nasional, penambahan 137 bintara infanteri ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional wilayah Jawa Barat, khususnya dalam menghadapi ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, serta bencana alam yang kerap melanda daerah tersebut. Keberadaan bintara yang terlatih secara optimal akan memperkuat kemampuan komando dalam melakukan penempatan cepat dan responsif.
Mayjen Piek juga mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor, antara militer, kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD). “Kolaborasi adalah kunci. Kami siap menjadi garda terdepan, namun keberhasilan kami tidak lepas dari dukungan seluruh elemen bangsa,” pungkasnya.
Upacara pelantikan ini tidak hanya menandai penambahan personel, tetapi juga menegaskan kembali komitmen Pangdam XIII dalam membangun prajurit yang profesional, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat. Dengan pesan tegas dan visi yang jelas, Mayjen Piek Budyakto berharap generasi bintara baru akan menjadi motor penggerak perubahan positif di medan pertempuran dan dalam kehidupan sehari-hari warga Indonesia.