Celtics Kuasai Game 3, Tatum dan Brown Ganda 25 Poin, Sixers Tertinggal Tanpa Embiid
Blog Berita daikin-diid – 25 April 2026 | Boston Celtics berhasil menegaskan dominasinya pada Game 3 babak pertama playoff Eastern Conference melawan Philadelphia 76ers dengan skor akhir 108-100. Kemenangan ini memberi Celtics keunggulan 2-1 dalam seri best-of-seven yang berlangsung di Wells Fargo Center, Philadelphia, pada Jumat malam, 24 April 2026.
Penampilan gemilang Jayson Tatum dan Jaylen Brown menjadi faktor penentu. Kedua bintang Celtics masing-masing mencetak 25 poin, dengan Tatum menembak 5 dari 9 percobaan tiga angka. Penampilan Tatum menandai kembalinya ia ke performa puncak setelah hampir setahun absen karena operasi tendon Achilles. Pada kuarter keempat, Tatum menambahkan tiga tembakan tiga angka penting, termasuk “dagger” yang mengamankan keunggulan 106-100 bagi Celtics.
Jaylen Brown juga tampil konsisten, menambah 25 poin dan mencetak delapan poin beruntun di menit-menit akhir kuarter keempat untuk memperluas selisih menjadi 96-92. Brown dan Tatum bersama-sama menyumbang 19 dari 29 poin Celtics pada kuarter terakhir, menunjukkan ketangguhan mental tim dalam mengendalikan tempo pertandingan.
Di sisi Sixers, absennya Joel Embiid karena pemulihan pasca operasi usus buntu (appendectomy) terasa signifikan. Tanpa kehadiran pusat bertubuh 7 kaki ini, Sixers mengandalkan Tyrese Maxey yang mencetak 31 poin, serta Paul George yang menambahkan 18 poin. Maxey sempat memimpin tim dengan tembakan tiga angka dari jarak 28 kaki, mengantarkan Sixers memimpin 85-84 pada satu fase pertandingan. Namun, serangan balik Boston yang dipimpin oleh Tatum dan Brown mengembalikan kendali.
Statistik tembakan tiga angka menjadi sorotan lain. Celtics mencatat 20 tembakan tiga angka berhasil dari 47 percobaan (42,6%), sementara Sixers hanya berhasil 12 dari 35 percobaan (34,3%). Keunggulan tiga angka Celtics menjadi perbedaan krusial, mengingat Sixers sebelumnya memanfaatkan tembakan luar pada Game 2.
Payton Pritchard juga memberikan kontribusi penting dengan 15 poin, termasuk tembakan step-back tiga angka yang menambah jarak skor menjadi 103-98 pada menit-menit akhir. Tim Boston secara keseluruhan menembak dengan efisiensi 44% dari lapangan.
Rebound dan pertahanan menjadi area yang menantang bagi Sixers. Tanpa Embiid, mereka hanya mencatat 22 poin total dari pemain pengganti seperti Adem Bona dan Andre Drummond. V.J. Edgecombe, yang mencatat double-double (10 poin, 10 rebound), mengalami kegagalan tembakan tiga angka dengan statistik 0-for-7, serta terkena pelanggaran gol saat menabrak Brown, yang kemudian memperpanjang keunggulan Boston.
Pelatih Nick Nurse mengakui bahwa Sixers berhasil menembak beberapa tembakan yang sangat bersaing, terutama pada akhir pertandingan, namun kurangnya konsistensi dalam eksekusi tembakan tiga angka menjadi kendala utama. “Mereka melakukan beberapa tembakan yang sangat kompetitif, terutama di akhir pertandingan,” ujar Nurse.
Setelah kemenangan ini, Celtics kini menatap Game 4 yang akan kembali digelar di Philadelphia pada hari Minggu. Dengan keunggulan 2-1, Boston berharap dapat menambah satu kemenangan lagi untuk mengamankan seri, sementara Sixers bertekad memperbaiki performa mereka dan menunggu kembalinya Embiid yang diperkirakan akan kembali beraksi pada pertandingan berikutnya.
Secara keseluruhan, Game 3 menegaskan keunggulan Boston dalam aspek tembakan luar, eksekusi di kuarter akhir, serta kedalaman skuad yang mampu menutupi kekosongan pemain bintang. Sixers, meski menunjukkan semangat juang, masih harus menemukan keseimbangan antara serangan dan pertahanan tanpa kehadiran pusat mereka.