Insiden Cedera dan Permintaan Maaf Hubner di Laga Fortuna Sittard vs NAC Breda Pecahkan Klasemen Eredivisie
Blog Berita daikin-diid – 13 April 2026 | Stadion Offermans Joosten menjadi saksi dramatis pada Minggu (12/4/2026) ketika Fortuna Sittard menjamu NAC Breda dalam laga pekan ke-30 Eredivisie 2025/2026. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 tidak hanya memengaruhi posisi klasemen, tetapi juga menimbulkan kontroversi di luar lapangan akibat cedera serius yang dialami gelandang NAC Breda, Lewis Holtby, serta komentar tajam Justin Hubner terkait polemik paspor.
Gol pertama tercipta pada menit ke-56 melalui serangan balik Kristoffer Peterson yang memanfaatkan ruang di lini pertahanan NAC. Namun, gol tersebut tidak berlangsung lama karena Mohamed Nassoh menyeimbangkan kedudukan di menit tambahan akhir pertama (90+2) setelah serangan cepat dari sayap kanan NAC. Skor 1-1 memastikan Fortuna Sittard tetap berada di urutan ke-12 klasemen sementara dengan 36 poin, sedangkan NAC Breda menempati posisi ke-17 dengan 25 poin, berada di zona degradasi.
Insiden yang menjadi sorotan utama terjadi pada menit ke-34. Saat NAC menguasai lemparan dalam di dekat kotak penalti, bola mengarah ke arah Lewis Holtby. Justin Hubner, bek asal Indonesia yang baru kembali bermain setelah sekian lama terkungkung oleh kasus paspor, berusaha memotong bola dengan kaki kirinya. Benturan tidak disengaja tersebut menyebabkan Holtby mengalami robekan pada tulang kering kaki kiri, terlihat jelas dari tangisan dan gestur memegangi pergelangan kaki. Pemain berusia 35 tahun itu harus digantikan oleh Mohamed Nassoh pada menit ke-38.
Setelah pertandingan, Hubner mengirimkan pesan pribadi melalui Instagram Direct kepada Holtby, mengungkapkan penyesalan dan harapan agar kaki lawannya cepat pulih. “Temanku, aku harap kakimu baik-baik saja. Tidak pernah menjadi niatku untuk membuat cedera seperti itu. Semoga kamu segera pulih dan kembali lagi,” tulis Hubner. Holtby menanggapi dengan sikap sportif, “Jangan khawatir, teman! Hal seperti itu memang bisa terjadi. Aku menghargai kata-katamu,” ujar Holtby dalam Instagram Story.
Insiden ini tidak memicu hukuman disiplin bagi Hubner. Wasit dan tim resmi menilai aksi tersebut sebagai bagian dari permainan biasa, sehingga tidak ada kartu atau sanksi tambahan. Namun, peristiwa ini menambah ketegangan dalam hubungan antara pemain Indonesia dan manajemen NAC Breda, terutama setelah polemik paspor (“paspoortgate“) yang melibatkan beberapa pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Polemik paspor bermula ketika NAC melaporkan Dean James atas status pemain non-Uni Eropa, yang kemudian menimbulkan investigasi terhadap Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan pemain lainnya. KNVB akhirnya memastikan semua pemain tersebut telah memenuhi persyaratan izin tinggal dan gaji minimum, sehingga mereka kembali diizinkan bermain. Hubner sendiri sempat absen dari latihan dan pertandingan resmi, termasuk kekalahan 0-2 melawan AZ Alkmaar, sebelum kembali ke lapangan melawan NAC Breda.
Berikut ringkasan statistik utama pertandingan:
| Tim | Gol | Possession | Tembakan |
|---|---|---|---|
| Fortuna Sittard | 1 | 52% | 12 |
| NAC Breda | 1 | 48% | 9 |
Penilaian pemain menunjukkan Justin Hubner memperoleh nilai 6,8 dari Sofascore dan 7,4 dari Fotmob, menempatkannya di bawah rekan setimnya Neraysho Kasanwirjo yang mencatat 8,2. Meskipun demikian, penampilannya tetap mendapat pujian karena kontribusi defensif berupa 1 blok, 12 sapuan, dan 2 intersep.
Di luar lapangan, Hubner melontarkan kritik tajam kepada manajemen NAC Breda terkait penanganan kasus paspor. Ia menilai tindakan klub tersebut memperburuk situasi pemain naturalisasi dan mengganggu konsentrasi tim. Pernyataan tersebut menambah dinamika hubungan klub dan pemain asing di Liga Belanda.
Kesimpulannya, laga Fortuna Sittard vs NAC Breda tidak hanya menghasilkan poin masing-masing tim, tetapi juga mengangkat isu-isu penting seperti keselamatan pemain, sikap sportif dalam menyelesaikan konflik, serta tantangan administrasi bagi pemain naturalisasi. Kedua tim kini harus fokus pada pertandingan berikutnya; Fortuna Sittard berusaha mengamankan posisinya di papan tengah, sementara NAC Breda berjuang keras menghindari degradasi. Sementara itu, Justin Hubner harus menyeimbangkan peranannya sebagai bek andalan dan figur publik yang menjadi jembatan antara Indonesia dan sepak bola Eropa.