Nasirun: Seniman Besar yang Tetap Membumi Hingga Akhir Hayatnya
Blog Berita daikin-diid – 02 Agustus 2026 | Maestro Nasirun, perupa kenamaan Indonesia, telah berpulang. Dikenal sebagai sosok rendah hati yang karyanya mendunia, kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni. Nasirun dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan tidak pernah merepotkan orang lain. Ketenarannya tidak pernah mengubah cara ia memandang sesama, menjadikannya tetap membumi meski karyanya melanglang buana.
Di balik reputasinya yang mendunia, Nasirun dikenal gemar berbagi dan memiliki perhatian besar kepada seniman muda. Ia selalu berusaha membantu siapa pun yang kesulitan, bahkan rela memberikan rotinya kepada orang lapar di sebelahnya. Kepergian Maestro Nasirun menjadi kejutan bagi banyak pihak, termasuk Jumaldi Alfi Chaniago yang tinggal berdekatan dengannya.
Menurut Jumaldi Alfi Chaniago, Nasirun adalah pribadi yang sangat rendah hati, tidak pernah besar kepala saat dipuji, dan tidak sakit hati ketika dicela. Ia menggambarkan Nasirun sebagai “orang yang sudah lost stang” atau “orang yang sudah selesai dengan dirinya” dalam dunia tasawuf. Ia tidak terikat pada hal-hal duniawi, bahkan membalas celaan dengan tawa.
Nasirun meninggal dunia pada usia 60 tahun di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah, Yogyakarta. Kesedihan mendalam tak hanya dirasakan keluarga, melainkan juga para seniman Yogyakarta yang merasa kehilangan Nasirun. Persahabatan Marzuki Mohamad, DJ asal Yogyakarta sekaligus pendiri Jogja Hip Hop Foundation (JHF), dengan Nasirun terjalin unik meski berasal dari disiplin seni yang berbeda.
Di tengah duka yang mendalam, kita dapat belajar dari kehidupan Nasirun yang sederhana dan rendah hati. Ia tidak pernah mengubah cara memandang sesama meski telah mencapai kesuksesan. Kehidupan Nasirun menjadi contoh bagi kita semua untuk tetap membumi dan tidak terpengaruh oleh kehidupan duniawi.
Kematian Nasirun meninggalkan kesedihan mendalam bagi dunia seni, namun juga meninggalkan warisan yang berharga. Ia akan selalu dikenang sebagai seniman besar yang tetap membumi hingga akhir hayatnya.