Konflik di Laut Merah Meningkat, Arab Saudi dan Houthi Saling Serang
Blog Berita daikin-diid – 26 Juli 2026 | Konflik di Laut Merah kembali meningkat setelah Arab Saudi dan kelompok Houthi saling menyerang. Serangan ini dipicu oleh klaim Houthi bahwa mereka telah menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Arab Saudi mengatakan bahwa mereka telah menyerang situs-situs Houthi dan menghancurkan target yang mengancam kapal-kapal komersial. Serangan ini disebut sebagai respons atas serangan terhadap pelayaran di Laut Merah.
Kelompok Houthi mengklaim bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal ke Kota Jizan, Arab Saudi, sebagai respons atas serangan udara Arab Saudi sehari sebelumnya yang menghantam sejumlah fasilitas militer mereka.
Konflik ini memperlihatkan perang tidak lagi hanya berpusat pada ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Arab Saudi kini kembali menjadi sasaran langsung Houthi, sementara bentrokan juga meluas ke Laut Merah, Teluk Oman, Bahrain, Yordania, Irak, hingga Kuwait.
Menurut juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, Houthi telah mengancam keamanan pelayaran internasional. "Militer teroris Houthi menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah," kata Turki al-Maliki.
Serangan-serangan ini menandai eskalasi baru dalam konflik di Timur Tengah, yang kini melibatkan lebih banyak negara. Konflik ini memperlihatkan kompleksitas situasi di kawasan dan potensi ancaman terhadap keamanan regional.
Dalam situasi seperti ini, diperlukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut. Namun, hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa konflik akan segera berakhir.