Kritik Pedas Presiden La Liga terhadap Gianni Infantino: Waktunya Sudah Habis!
Blog Berita daikin-diid – 22 Juli 2026 | Presiden La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino. Tebas menilai Infantino telah kehilangan arah dan tidak memperhatikan kepentingan sepak bola domestik. Ia menegaskan bahwa wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim merupakan keputusan yang tidak masuk akal dan berpotensi merusak ekosistem sepak bola.
Tebas juga menyoroti kasus Folarin Balogun, pemain Amerika Serikat yang dihukum satu pertandingan, tetapi kemudian dibebaskan. Ia menilai keputusan tersebut dapat memiliki konsekuensi yang luas jika Amerika Serikat melangkah lebih jauh di turnamen.
Presiden La Liga tersebut menegaskan bahwa Infantino seharusnya lebih fokus melindungi kompetisi nasional daripada memperluas turnamen internasional. Ia menilai bahwa kalender sepak bola yang semakin padat akan berdampak pada liga-liga domestik, klub, dan ribuan pekerja yang menggantungkan hidup dari industri sepak bola.
Tebas secara terbuka menuntut agar Infantino segera meletakkan jabatannya. Ia menilai bahwa waktu Infantino sebagai Presiden FIFA sudah habis dan bahwa organisasi tersebut membutuhkan perubahan di level tertinggi.
Sementara itu, Federico Valverde, pemain Real Madrid, baru saja berulang tahun ke-28. Ia telah bermain 372 pertandingan dengan Real Madrid dan memenangkan 14 gelar.
Kritik Tebas terhadap Infantino bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, juga telah menyerukan agar Infantino mengundurkan diri.
Dalam beberapa bulan terakhir, Piala Dunia 2026 telah menjadi sorotan karena berbagai kontroversi. Mulai dari jeda hidrasi, durasi turun minum yang lebih panjang pada laga final, hingga wacana Piala Dunia dengan 64 peserta.
Kesimpulan dari kritik Tebas adalah bahwa FIFA perlu melakukan perubahan di level tertinggi untuk memperhatikan kepentingan sepak bola domestik dan menghindari keputusan yang merusak ekosistem sepak bola.