Harga Emas Antam Naik Rp20 Ribu di Jakarta, Buyback Meroket dan Perbandingan dengan Galeri 24
Blog Berita daikin-diid – 15 Juli 2026 | Jakarta, 15 Juli 2026 – Harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) mengalami kenaikan signifikan pada Rabu (15/7/2026). Harga jual per gram naik menjadi Rp2.635.000, meningkat Rp20.000 dibandingkan harga sebelumnya yang tercatat Rp2.615.000. Kenaikan ini juga tercermin pada harga buyback, yaitu harga yang dibayarkan Antam kepada pemilik emas yang ingin menjual kembali logam mulia mereka. Buyback naik menjadi Rp2.382.000 per gram, menambah Rp30.000 dari level sebelumnya.
Perubahan harga ini berlaku untuk pembelian di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Pada hari yang sama, Antam tidak memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan PP Nomor 49 Tahun 2022. Nilai PPN tidak dihitung dalam grand total transaksi, mengacu pada PMK Nomor 48 Tahun 2023 yang menetapkan tarif 0,25 persen namun tidak diterapkan pada penjualan emas Antam. Sebagai gantinya, Antam akan menerbitkan bukti potong PPh 22 kepada pembeli.
Berikut rangkuman harga emas Antam dan buyback per gram pada tanggal 15 Juli 2026:
| Jenis Transaksi | Harga (Rp/gram) | Kenaikan |
|---|---|---|
| Penjualan (jual beli) | 2.635.000 | +20.000 |
| Buyback (jual kembali) | 2.382.000 | +30.000 |
Selain data resmi dari BELM, sejumlah media mengamati perbedaan harga Antam yang ditawarkan oleh retailer resmi lainnya, khususnya Galeri 24. Kedua gerai tersebut menjual emas dengan merk yang sama, namun harga jual dan buyback dapat berbeda karena faktor lokasi, biaya operasional, dan kebijakan internal masing-masing gerai.
Perbandingan singkat antara Butik Logam Mulia (Setiabudi One) dan Galeri 24 pada tanggal yang sama menunjukkan selisih harga jual sekitar Rp5.000‑Rp7.000 per gram, sementara buyback di Galeri 24 cenderung lebih rendah sekitar Rp10.000‑Rp12.000 per gram. Analisis ini mengindikasikan bahwa konsumen yang mencari harga jual tertinggi dapat lebih menguntungkan bertransaksi di Logam Mulia, sedangkan mereka yang berencana menjual kembali emas mungkin harus memperhitungkan perbedaan buyback.
Berbagai faktor yang memicu fluktuasi harga Antam antara dua gerai meliputi:
- Lokasi geografis: Kedekatan dengan pusat pasar emas internasional dan biaya transportasi memengaruhi harga akhir.
- Kebijakan pajak lokal: Meskipun PPN tidak dipungut, wilayah tertentu dapat memiliki beban administrasi yang berbeda.
- Volume penjualan: Gerai dengan volume penjualan tinggi biasanya dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif.
- Strategi promosi: Diskon atau paket bundling dapat menurunkan harga jual sementara tetap menjaga margin buyback.
Para analis pasar logam mulia menilai bahwa kenaikan harga Antam pada pertengahan Juli dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik. Di tingkat internasional, harga spot emas tetap berada di zona kuat, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral utama. Di dalam negeri, permintaan ritel untuk investasi emas meningkat, terutama menjelang periode libur panjang dan akhir tahun fiskal, yang mendorong dealer untuk menyesuaikan harga jual.
Meski demikian, prediksi jangka pendek menunjukkan potensi koreksi harga. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa jika harga spot emas global mengalami penurunan atau nilai tukar rupiah menguat, harga Antam dapat kembali menurun dalam minggu-minggu mendatang. Hal ini sejalan dengan laporan media yang menyebutkan kemungkinan “merosot lagi” pada harga Antam di beberapa gerai, termasuk Galeri 24.
Pengguna yang mempertimbangkan membeli atau menjual emas Antam sebaiknya memantau secara rutin situs resmi Logam Mulia serta mengunjungi gerai resmi terdekat untuk memperoleh informasi harga terkini. Karena harga emas bersifat sangat fluktuatif, keputusan investasi harus didasarkan pada analisis komprehensif, termasuk pertimbangan pajak, biaya penyimpanan, serta tujuan keuangan jangka panjang.
Kesimpulannya, pada 15 Juli 2026 harga emas Antam mengalami kenaikan Rp20.000 per gram, sementara harga buyback naik Rp30.000 per gram. Perbedaan harga antara Butik Logam Mulia dan Galeri 24 mencerminkan dinamika pasar lokal yang dipengaruhi oleh lokasi, volume penjualan, dan kebijakan internal. Konsumen disarankan untuk membandingkan harga secara langsung sebelum melakukan transaksi, serta tetap waspada terhadap potensi koreksi harga dalam waktu dekat.