Zlatan Ibrahimović Lontarkan Peringatan Tajam pada Messi Usai Comeback Epik Argentina melawan Mesir
Blog Berita daikin-diid – 08 Juli 2026 | Jalanan media dunia dipenuhi sorotan setelah laga memukau antara Argentina dan Mesir pada putaran 32 besar Piala Dunia 2026. Tim asuhan Lionel Messi berhasil membalikkan keadaan 2-0 pada menit ke-78 menjadi kemenangan 3-2 di menit tambahan. Dalam momen dramatis tersebut, mantan bintang Inter Miami dan legenda sepak bola Zlatan Ibrahimović tidak melewatkan kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya yang kontroversial namun berwarna.
Zlatan, yang kini berusia 44 tahun dan dikenal dengan gaya bicara blak-blakan, menilai performa Messi sebagai “binatang” yang kembali menunjukkan kelas dunia. “Messi menjadi binatang. Tidak ada yang dapat menghentikannya. Ini Messi yang saya kenal, Messi yang selalu saya lihat, dan Messi yang terus saya saksikan,” ujar Ibrahimović dalam wawancara eksklusif dengan Fox Sports tak lama setelah laga berakhir. Pernyataan tersebut menyoroti kebanggaan Zlatan terhadap kemampuan sang kapten Argentina yang, meski sempat gagal mengeksekusi penalti, berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83 dan memberi assist bagi gol penentu kemenangan Enzo Fernández di waktu tambahan.
Selain memuji Messi, Zlatan juga menyinggung rivalitas lama antara Messi dan Cristiano Ronaldo. Ia menambahkan, “Saya mengucapkan belasungkawa kepada semua yang membenci Messi dan kepada para pendukung Ronaldo yang mengira mereka bisa tertawa malam ini. Pada menit 0-2 mereka sudah merayakan kemenangan, namun Messi mengingatkan dunia bahwa pertandingan belum selesai sampai peluit akhir berbunyi.” Komentar ini menegaskan kembali posisi Zlatan di antara dua ikon sepak bola modern, menyinggung kembali masa-masa ketika ia dan Messi pernah bertemu di Barcelona.
Reaksi Zlatan tidak hanya berhenti pada pujian. Ia mengeluarkan peringatan tegas kepada Argentina, menegaskan bahwa Messi masih memerlukan dukungan lebih dari rekan-rekannya. “Messi masih berada di level yang berbeda, tapi dia butuh lebih banyak bantuan dari timnya. Jika Argentina ingin melaju lebih jauh, mereka harus mengoptimalkan kontribusi pemain lain,” katanya. Peringatan ini muncul setelah Argentina menghadapi situasi kritis di menit-menit akhir, di mana Cristian Romero memberikan umpan silang yang menghasilkan gol pertama Argentina, diikuti oleh gol Messi yang menyeimbangkan skor, dan akhirnya gol kemenangan Enzo Fernández.
Pernyataan Zlatan mencerminkan pandangan seorang veteran yang menilai tidak hanya kualitas individu, tetapi juga dinamika tim. Ia menyoroti betapa pentingnya kerja sama tim dalam menahan tekanan, terutama dalam turnamen sebesar Piala Dunia. “Tidak ada pemain tunggal yang dapat mengangkat seluruh tim. Messi memang luar biasa, tetapi tanpa kontribusi Romero, Fernández, dan seluruh skuad, hasilnya bisa berbeda,” tegasnya.
Di sisi lain, para penggemar dan analis sepak bola menanggapi komentar Zlatan dengan beragam reaksi. Sebagian memuji keberaniannya mengeluarkan pendapat tanpa basa-basi, sementara yang lain menilai bahwa pernyataannya terlalu provokatif. Namun, satu hal yang disepakati adalah bahwa pernyataan Zlatan menambah bumbu dramatis pada sorotan global terhadap Piala Dunia 2026, khususnya dalam narasi pertempuran antara Messi dan Ronaldo.
Laga Argentina vs Mesir sendiri menjadi salah satu comeback terindah dalam sejarah turnamen. Argentina, yang sempat tertinggal 0-2, menunjukkan ketangguhan mental dengan mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir. Gol pertama dari Romero, gol penyeimbang Messi, dan gol kemenangan Fernández menjadi bukti bahwa tim ini tidak mudah menyerah. Kemenangan ini membawa Argentina ke perempat final, sementara Mesir harus puas dengan hasil yang mengecewakan.
Secara keseluruhan, komentar Zlatan Ibrahimović menegaskan posisinya sebagai figur yang tak takut mengungkapkan opini, sekaligus menyoroti kebesaran Lionel Messi dalam dunia sepak bola. Dengan kombinasi pujian, kritik, dan peringatan, ia menambah dimensi baru dalam perdebatan seputar kehebatan Messi dan peran tim dalam mencapai kemenangan. Piala Dunia 2026 terus menampilkan aksi-aksi menegangkan, dan pernyataan Zlatan menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah yang sedang berlangsung.