Nico Elvedi Bantu Swiss Raih Empat Besar Dunia 2026 Usai Drama Penalty Lawan Kolombia
Blog Berita daikin-diid – 08 Juli 2026 | Gelandang bertahan asal Swiss, Nico Elvedi, kembali menjadi sorotan publik usai timnas Swiss mengalahkan Kolombia dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melalui adu penalti yang menegangkan. Pertandingan yang digelar pada Selasa, 8 Juli 2026, di BC Place, Vancouver, berakhir dengan skor 0-0 setelah perpanjangan waktu, namun Swiss berhasil melaju ke perempat final setelah mengeksekusi tendangan penalti dengan keunggulan 4-3.
Elvedi, yang berposisi sebagai bek tengah bersama Manuel Akanji, memainkan peran krusial dalam mempertahankan lini belakang Swiss. Meski tidak mencatatkan gol atau assist, kehadirannya memberikan kestabilan pada pertahanan yang berhasil menahan serangan balasan Kolombia, terutama dari Luis Díaz dan James Rodríguez. Penampilan defensif Swiss pada pertandingan tersebut memperlihatkan disiplin taktik yang telah diasah oleh pelatih Murat Yakin sejak fase grup.
Susunan pemain Swiss pada laga tersebut menampilkan Gregor Kobel sebagai kiper, barisan pertahanan terdiri dari Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, dan Ricardo Rodríguez. Di lini tengah, Granit Xhaka memimpin bersama Remo Freuler, sementara serangan diatur oleh Dan Ndoye, Ruben Vargas, dan Breel Embolo. Namun, karena cedera Johan Manzambi dan Ruben Vargas, pelatih Yakin menurunkan Ardon Jashari dan Fabian Rieder sebagai pengganti. Meskipun Elvedi tidak mengalami cedera, ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan di sisi sayap kanan dan kiri yang memengaruhi dinamika pertahanan.
Pertandingan berlangsung sangat seimbang. Kedua tim mencatatkan beberapa peluang, namun belum ada yang berhasil menembus gawang. Penyerang Kolombia, Cucho Hernández, hampir mencetak lewat tendangan penalti, namun berhasil diblokir oleh Kobel. Sementara itu, Elvedi bersama rekan-rekannya berhasil menutup ruang-ruang berbahaya, termasuk memotong umpan silang yang berpotensi menjadi bahaya kepala.
Setelah 120 menit tanpa gol, laga berlanjut ke adu penalti. Swiss membuka dengan tendangan dari Zeki Amdouni yang gagal, namun diikuti oleh gol dari Jaminton Campaz (Kolombia). Penyelamatan penting dilakukan oleh Kobel ketika Cucho Hernández menendang ke sudut kiri bawah dan gagal. Manuel Akanji selanjutnya meleset, memberi kesempatan bagi Ruben Vargas mengeksekusi tendangan penentu yang berujung pada gol ke sudut kiri bawah. Dengan hasil akhir 4‑3, Swiss melaju ke perempat final, dimana mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina.
Keberhasilan Swiss ini menandai pertama kalinya mereka mencapai babak perempat final sejak 1954, sebuah pencapaian historis yang menambah nilai penting bagi penampilan Elvedi. Kekuatan pertahanan yang diandalkan pada Elvedi dan Akanji menjadi fondasi utama, terutama mengingat performa ofensif mereka yang masih bergantung pada Embolo dan Ndoye.
Selain sorotan pada pertandingan, ada beberapa catatan penting mengenai kondisi skuad Swiss menjelang perempat final. Selain cedera Manzambi, Ruben Vargas, Djibril Sow, Michel Aebischer, dan Luca Jaquez yang masih dalam proses pemulihan, pelatih Yakin diperkirakan akan tetap mempertahankan formasi 4‑2‑3‑1 dengan Elvedi sebagai pilar utama di lini belakang. Keputusan taktik ini diharapkan dapat menahan serangan Argentina yang dipimpin oleh Lionel Messi, meskipun tugas itu tidak mudah.
Di sisi lain, Kolombia harus menelan kekalahan pahit setelah menahan Swiss selama dua jam penuh. Meskipun Luis Díaz dan James Rodríguez menunjukkan kreativitas, ketidakmampuan mereka menembus pertahanan Swiss menjadi faktor utama. Penjaga gawang Cucho Hernández yang gagal mengeksekusi penalti menjadi momen penentu, sekaligus menambah beban mental pada skuad Kolombia.
Dengan kemenangan ini, Swiss kini menatap tantangan berat melawan Argentina. Namun, penampilan konsisten Elvedi di lini pertahanan memberi harapan bahwa Swiss dapat mengandalkan soliditas di belakang untuk menahan serangan tim asal Amerika Selatan yang terkenal dengan permainan menyerang agresif.
Secara keseluruhan, peran Nico Elvedi dalam mengamankan pertahanan Swiss terbukti vital. Meskipun tidak mencuri sorotan utama seperti penyerang, kontribusinya dalam menahan serangan lawan dan menjaga kestabilan formasi menjadi kunci utama Swiss melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.