Ardon Jashari Bantu Swiss Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Mengguncang Colombia di Adu Penalti
Blog Berita daikin-diid – 08 Juli 2026 | Vancouver, 8 Juli 2026 – Pada laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026, timnas Swiss menorehkan kemenangan dramatis melawan Colombia lewat adu penalti yang memukau. Keberhasilan itu tak lepas dari kontribusi pemain muda asal Kosovo, Ardon Jashari, yang masuk sebagai pengganti Johan Manzambi yang cedera pada sesi latihan menjelang pertandingan. Penampilan Jashari di lini tengah membantu tim asuhan Murat Yakin mengendalikan tempo permainan dan menahan serangan balasan lawan hingga babak tambahan waktu berakhir dengan skor 0-0.
Jadwal pertandingan berlangsung pada 7 Juli 2026 di BC Place, Vancouver, pukul 21.00 WIB. Swiss menurunkan susunan pemain inti dengan kiper Gregor Kobel, bek belakang Nico Elvedi, Manuel Akanji, dan Ricardo Rodríguez, serta lini tengah yang diisi oleh Denis Zakaria, Remo Freuler, Granit Xhaka (kapten), dan Ardon Jashari yang menggantikan Manzambi. Di lini depan, Breel Embolo, Fabian Rieder, dan Dan Ndoye menempati posisi penyerang. Sementara itu, Colombia menurunkan formasi dengan kiper Camilo Vargas, bek Daniel Muñoz, Jhon Lucumí, Gustavo Puerta, dan Johan Mojica, serta lini tengah yang dipimpin James Rodríguez dan Davinson Sánchez. Kedua tim mengakhiri regulasi dan perpanjangan waktu tanpa mencetak gol.
Keputusan untuk menurunkan Ardon Jashari muncul setelah laporan medis menyatakan bahwa Manzambi mengalami kontusi lutut yang mengharuskan penggunaan penyangga pada kaki kirinya. Pelatih Murat Yakin pun menyesuaikan taktik dengan menambah kecepatan dan kreativitas di lini tengah melalui Jashari, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pemain cadangan. Pada menit-menit akhir pertandingan, Jashari tampil aktif dalam duel duel fisik, membantu merebut bola di zona tengah dan menyalurkan umpan-umpan pendek kepada Granit Xhaka serta Fabian Rieder.
Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan berlanjut ke adu penalti. Swiss memulai dengan tembakan Ruben Vargas yang sukses menempatkan bola di sudut kiri bawah gawang. Kolombia kemudian menanggapi lewat Luis Díaz yang juga mencetak gol. Cedric Itten menambah satu gol lagi untuk Swiss, sementara Cucho Hernández gagal mengeksekusi tendangan akibat penyelamatan gemilang Gregor Kobel. Davinson Sánchez menamparkan bola ke tiang gawang, memperpanjang drama. Granit Xhaka mengeksekusi penalti dengan tendangan kaki kiri ke sudut atas kiri, menambah keunggulan Swiss. Pada giliran terakhir, Ruben Vargas menutup penyerahan dengan tendangan kanan ke sudut kiri bawah, memastikan kemenangan Swiss 4-3 dalam adu penalti.
Kemenangan ini menandai pencapaian penting bagi Swiss, yang berhasil melaju ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954. Selanjutnya, mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Argentina, yang sebelumnya mengalahkan Mesir dalam laga yang menegangkan. Peluang Swiss untuk menantang tim asal Amerika Selatan ini semakin menguat berkat kepercayaan yang diberikan Murat Yakin kepada pemain-pemain muda seperti Jashari.
Ardon Jashari, yang berusia 22 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya setelah pertandingan melalui konferensi pers singkat. Ia menyatakan, “Saya merasa terhormat bisa masuk sebagai pengganti Manzambi dan membantu tim mencapai babak selanjutnya. Ini adalah pengalaman berharga dan motivasi untuk terus meningkatkan performa.” Pernyataan tersebut mencerminkan tekad pemain muda tersebut untuk terus berkontribusi dalam perjalanan tim Swiss di Piala Dunia.
Statistik pertandingan menunjukkan bahwa Swiss mencatat penguasaan bola sebesar 53%, dengan total tembakan 12 kali, sementara Colombia mencatat 8 tembakan. Kedua tim masing-masing melakukan tiga tembakan ke arah gawang, namun tidak satupun yang berhasil memecahkan kebuntuan. Di sisi lain, jumlah kartu kuning yang diberikan sama, yakni dua kartu untuk masing-masing tim, menandakan pertandingan yang relatif bersih namun intens.
Berikut adalah susunan pemain lengkap kedua tim pada laga tersebut:
| Swiss | Kolombia |
|---|---|
| Gregor Kobel | Camilo Vargas |
| Nico Elvedi | Daniel Muñoz |
| Manuel Akanji | Jhon Lucumí |
| Ricardo Rodríguez | Gustavo Puerta |
| Denis Zakaria | Johan Mojica |
| Remo Freuler | Davinson Sánchez |
| Granit Xhaka (C) | James Rodríguez (C) |
| Ardon Jashari | Jhon Arias |
| Fabian Rieder | Jefferson Lerma |
| Breel Embolo | Luis Díaz |
| Dan Ndoye | Luis Suárez |
Dengan kemenangan ini, harapan besar menumpuk pada skuad Swiss yang dipimpin oleh Murat Yakin. Keberanian Ardon Jashari di lapangan tengah menjadi contoh bahwa kedalaman skuad dapat menjadi faktor penentu dalam kompetisi bergengsi. Penggemar sepakbola di seluruh dunia kini menantikan konfrontasi selanjutnya antara Swiss dan Argentina, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menampilkan taktik cerdas, ketangguhan fisik, dan peluang emas bagi pemain muda seperti Jashari untuk menorehkan sejarah.