Azteca Stadium Menjadi Saksi Kejutan Inggris: Bellingham Gemilang, Henderson Terluka Saat Merayakan
Blog Berita daikin-diid – 08 Juli 2026 | Stadion Azteca, yang terletak di Kota Meksiko, kembali menorehkan sejarah pada pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko. Lebih dari 80.000 penonton mengisi tribun, menciptakan atmosfer yang menyerupai arena kolosal Romawi. Suasana berisik dan penuh energi menandai salah satu laga paling dramatis dalam turnamen ini.
Sejak bunyi peluit pertama, kerumunan Meksiko bersuara keras, membunyikan sorakan “Ole Ole Ole” dan mengejek setiap sentuhan pemain Inggris. Namun, sorakan itu tak mampu menenggelamkan kegigihan tiga singa. Jude Bellingham, gelandang muda berbakat, menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol yang menegaskan kemenangan Inggris 3-2. Penampilannya digambarkan sebagai “memainkan Azteca sebagai taman bermain pribadi” oleh seorang saksi mata yang berada di tengah kerumunan.
Gol pertama Bellingham muncul pada menit ke-23 setelah serangan cepat melalui sayap kanan. Gol kedua, yang menambah keunggulan Inggris, tercipta pada menit ke-58 lewat tendangan jarak jauh yang menembus pertahanan Meksiko. Kedua gol tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas teknis Bellingham, tetapi juga ketangguhan mental tim Inggris dalam menghadapi tekanan suara riuh penonton lawan.
Selain Bellingham, Harry Kane juga menambah poin penting dengan mencetak penalti pada menit ke-60. Penalti itu datang setelah sebuah pelanggaran di dalam kotak penalti Meksiko, memperkuat keunggulan Inggris menjadi tiga gol. Meskipun Meksiko berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-75 melalui gol balasan, Inggris tetap memegang kendali hingga peluit akhir.
Namun, kegembiraan kemenangan itu ternoda oleh insiden tak terduga yang menimpa Jordan Henderson, mantan kapten Liverpool. Setelah pertandingan berakhir, Henderson berusaha melompati papan iklan reklame di pinggir lapangan untuk merayakan bersama rekan-rekannya. Langkahnya tergelincir, mengakibatkan jatuh dan patah lengan. Petugas medis segera memberikan oksigen, menurunkan Henderson dengan tandu, dan membawanya ke rumah sakit terdekat.
Tim medis Inggris mengonfirmasi bahwa luka Henderson tergolong serius dan memerlukan operasi. Karena itu, ia dipastikan absen hingga akhir turnamen. Meskipun demikian, manajer Inggris, Thomas Tuchel, menyatakan bahwa Henderson akan tetap berada di kamp sebagai moral support bagi rekan-rekannya. “Emosiku campur aduk,” ujar Tuchel dalam konferensi pers pasca pertandingan. “Saya bangga dengan mentalitas tim, namun luka Henderson memang menyedihkan.”
Rekan satu tim, Marc Guehi, memberikan update tentang kondisi Henderson. “Hendo sudah berada di tempat yang lebih baik daripada kemarin. Kami semua lega karena ia berada di jalur pemulihan cepat,” kata Guehi. Ia menambahkan bahwa meskipun luka tersebut mengurangi semangat perayaan, suasana tetap hangat karena para pemain Inggris bersatu melawan rasa duka.
Suasana stadion pada saat insiden terjadi tetap mendebarkan. Penonton Inggris, meski jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan suporter Meksiko, berusaha mengusik kebisingan dengan nyanyian “Football’s Coming Home” dan “God Save the King”. Pada akhir pertandingan, para pemain bersama penggemar menutup malam dengan menyanyikan “Angels” setelah medley “Wonderwall” dan “Oasis” mengalun di stadion.
Keunikan lain yang menarik perhatian adalah pilihan pakaian penonton. Hampir seluruh penonton mengenakan kaos nasional, baik Inggris maupun Meksiko, tanpa ada yang terlihat memakai jersey klub. Hal ini menunjukkan semangat patriotik yang tinggi pada laga penting ini.
Azteca Stadium memang dikenal dengan atmosfer yang keras dan penuh gairah. Laga ini menambah daftar panjang peristiwa bersejarah yang terjadi di arena tersebut, mulai dari final Piala Dunia 1970 hingga pertandingan-pertandingan klasik Copa América. Pada pertandingan ini, Azteca kembali menjadi saksi bisu kegigihan, kemenangan, serta tragedi kecil yang menimpa salah satu pemain senior tim Inggris.
Kesimpulannya, kemenangan Inggris 3-2 atas Meksiko di Azteca Stadium tidak hanya menandai keberhasilan taktik Thomas Tuchel dan performa gemilang Jude Bellingham, tetapi juga menyoroti bahaya yang dapat terjadi di tengah kegembiraan, seperti cedera Jordan Henderson. Tim Inggris kini melangkah ke perempat final dengan semangat tinggi, namun tetap harus mengatasi kehilangan Henderson yang berpotensi memengaruhi susunan skuad di babak selanjutnya.