Kemenangan Epik Inggris 3-2 atas Meksiko di Azteca: Drama, Red Card, dan Penalty di Ketinggian
Blog Berita daikin-diid – 07 Juli 2026 | Inggris menorehkan kemenangan bersejarah 3-2 melawan Meksiko pada laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Estadio Azteca, Mexico City. Pertandingan yang berlangsung pada pukul 01:00 BST ini menjadi pertama kalinya Tim Three Lions berhasil menaklukkan tuan rumah di stadion ikonik tersebut, sekaligus menyingkirkan rekor tak terkalahkan Meksiko dalam 10 pertandingan Piala Dunia sebelumnya.
Serangan pertama Inggris dipimpin oleh Jude Bellingham yang mencetak dua gol spektakuler dalam kurun waktu 98 detik. Gol pertama datang pada menit ke‑36 lewat sundulan tajam, diikuti dua menit kemudian dengan tembakan jarak dekat setelah menerima umpan pendek dari Harry Kane. Kedua gol tersebut membuka keunggulan 2-0 bagi Inggris sebelum Meksiko membalas lewat Julián Quiñones pada menit ke‑42. Namun momentum Inggris kembali menguasai pada menit ke‑54 ketika bek Jarell Quansah menerima kartu merah setelah melakukan tekel keras pada Jesús Gallardo.
Keputusan merah tersebut memberi Inggris keunggulan satu angka, namun Meksiko berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Raúl Jiménez pada menit ke‑67 setelah kiper Inggris, Jordan Pickford, menumpulkan bola secara kontroversial. Penalti ini memperkecil selisih menjadi 2-2, menambah tensi pada babak pertama. Pada menit ke‑71, Harry Kane mengeksekusi penalti yang diberikan setelah gol keeper Meksiko, Raúl Rangel, melakukan pelanggaran pada Bellingham. Dengan gol tersebut, Inggris kembali unggul 3-2 dan menahan keunggulan hingga akhir laga meski harus bertahan dengan sepuluh pemain.
Sebelum laga, pelatih Thomas Tuchel menyatakan keprihatinan tentang kondisi pemain kunci. Reece James berada dalam daftar ragu karena cedera otot, sementara Jarell Quansah dinyatakan fit dan Declan Rice diperkirakan siap bermain. Tuchel juga menekankan tantangan adaptasi pada kondisi ketinggian dan suhu tinggi yang dapat menguras stamina pemain, sebuah faktor yang menjadi sorotan media BBC.
Selain aksi di lapangan, pertandingan ini dihiasi sejumlah momen tak biasa. Manajer Meksiko, Javier Aguirre, terkenal dengan bahasa kasar di pinggir lapangan; sebuah klip memperlihatkan ia melontarkan kata-kata kasar kepada pemain Inggris Anthony Gordon sebelum tertawa bersama. Di sisi lain, pemain Meksiko Brian Gutierrez mencoba melanggar aturan kickoff dengan membawa bola masuk ke setengah lapangan lawan, memaksa wasit Alireza Faghani memberikan tendangan bebas kepada Inggris.
Sesudah peluit akhir, suasana perayaan langsung terasa di Stadion Azteca. Harry Kane, yang suaranya serak karena berteriak-teriak bersama pendukung, mengungkapkan kebanggaannya: “Kami menemukan cara untuk menang meski berada di ketinggian dan dengan satu pemain kurang. Ini adalah malam yang luar biasa bagi tim dan negara kami.” Bellingham menambahkan, “Kami bermain dengan mentalitas dan hati yang kuat; kemenangan ini akan kami kenang selamanya.” Tuchel menyoroti ketangguhan tim: “Mereka hampir kehabisan tenaga, tetapi tetap memberikan segalanya untuk bendera dan seragam mereka.”
Kemenangan ini mengantar Inggris ke perempat final melawan Norway di Miami Gardens, Florida. Selain itu, Harry Kane kini menempati posisi kelima dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia, bersaing ketat dengan Lionel Messi, Kylian Mbappé, dan Erling Haaland dalam perlombaan Golden Boot. Dengan performa Bellingham yang mencetak dua gol sekaligus, Inggris menegaskan bahwa generasi muda siap mengisi kembali peran utama tim.
Secara keseluruhan, kemenangan 3-2 ini tidak hanya menandai prestasi tak ternilai bagi Inggris di Estadio Azteca, tetapi juga menegaskan kemampuan adaptasi tim di kondisi ekstrim dan tekanan tinggi. Drama kartu merah, penalti krusial, serta sorotan pada taktik set-piece memperkaya narasi turnamen ini, sementara sorak sorai para pendukung Inggris yang menempati tribun menambah warna pada kisah epik ini. Dengan langkah selanjutnya menantang Norway, harapan akan gelar Piala Dunia 2026 kembali menggelora di antara para pendukung Three Lions.