Brahim Díaz Bawa Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor Assist Afrika
Blog Berita daikin-diid – 05 Juli 2026 | Gelandang serang Real Madrid, Brahim Díaz, menjadi sorotan utama dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Maroko dan Kanada. Dengan dua assist krusial yang mengantarkan gol pada menit ke-82 dan menit ke-90+8, Maroko mengamankan kemenangan telak 3-0 dan melaju ke babak perempat final. Penampilan cemerlang Díaz tidak hanya membantu timnya menembus delapan besar, tetapi juga mencetak sejarah baru bagi pemain Afrika di turnamen paling bergengsi ini.
Dalam wawancara eksklusif bersama stasiun radio Cope, Díaz menegaskan bahwa keberhasilan “Singa Atlas” merupakan hasil kerja sama tim dan disiplin taktis. “Kami bermain sebagai satu kesatuan, menampilkan karakter kuat di setiap fase pertandingan. Kemenangan melawan Kanada adalah bukti bahwa kami pantas berada di antara delapan tim terbaik dunia,” ujar Díaz, berusia 26 tahun, sesudah mengumpulkan total empat assist sejak awal turnamen.
Assist pertama Díaz pada laga tersebut diberikan kepada Ezzedine Ounahi, yang mencetak gol kedua Maroko pada menit ke-82. Assist kedua diberikan kepada Sofiane Rahimi, yang menambah angka 3-0 pada menit ke-90+8. Kedua gol tersebut tidak hanya mengukuhkan kemenangan, tetapi juga menempatkan Díaz dalam posisi istimewa: pemegang rekor assist terbanyak oleh pemain Afrika dalam sejarah Piala Dunia, mengalahkan catatan tiga assist milik Asamoah Gyan (Ghana) dan Tahar El-Khalej (Maroko).
Rekor tersebut diraih dalam lima penampilan pertama Díaz di putaran final, menandakan efektivitasnya yang luar biasa. Saat ini, Díaz berada di urutan kedua dalam daftar assist terbanyak Piala Dunia 2026, hanya di belakang Michael Olise (Prancis) yang mencatat lima assist. Dengan potensi menambah angka tersebut di babak perempat final, Díaz diprediksi akan semakin meningkatkan profilnya sebagai playmaker kelas dunia.
Setelah kemenangan melawan Kanada, Maroko akan melanjutkan perjuangannya di Gillette Stadium pada 9 Juli, melawan pemenang laga Prancis vs Paraguay. Díaz mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi Prancis, mengingat ia memiliki rekan setim di Real Madrid yang bermain untuk tim La Bleus, yakni Aurélien Tchouaméni dan Kylian Mbappé. “Jika mereka lolos, akan lebih menarik karena kami akan berhadapan langsung di lapangan,” kata Díaz dengan senyum.
Penampilan Maroko di turnamen ini menegaskan konsistensi mereka sejak menorehkan sejarah pada Piala Dunia 2022, dimana mereka menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal. Kali ini, dengan dukungan motor serang seperti Díaz, tim asuhan Mohamed Ouahbi berambisi melampaui pencapaian sebelumnya dan mengukir prestasi baru bagi sepak bola Afrika.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Maroko di lini tengah. Díaz, yang mengenakan nomor 10, mencatatkan akurasi umpan kunci sebesar 78% dan menciptakan peluang gol dalam tiga serangan utama. Selain dua assist, ia juga terlibat dalam fase transisi cepat yang membuka ruang bagi rekan-rekannya. Keterlibatan aktifnya dalam fase bertahan juga membantu tim menjaga clean sheet melawan Kanada.
Dengan momentum kemenangan dan rekor yang baru tercipta, harapan besar mengalir ke Maroko untuk terus menembus babak semifinal. Sementara itu, Díaz menegaskan fokus timnya pada pertandingan selanjutnya, menekankan pentingnya menjaga konsistensi dan semangat juang. “Kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin, tidak peduli siapa lawannya. Tujuan kami tetap melaju lebih jauh,” tuturnya.
Kesimpulannya, Brahim Díaz tidak hanya menjadi motor serang Maroko, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Afrika di panggung dunia. Rekor assist yang dipecahnya menambah nilai historis bagi timnas Maroko, dan menyiapkan panggung bagi pertarungan sengit melawan tim-tim Eropa di babak perempat final. Pertarungan selanjutnya di Gillette Stadium akan menjadi ujian nyata bagi kemampuan tim yang dipimpin oleh Díaz untuk terus menantang status quo sepak bola internasional.