Drama Imbang Italia U19 vs Kroasia di Piala Eropa U19, Poin Krusial Menuju Semifinal
Blog Berita daikin-diid – 03 Juli 2026 | Di The Oval, London, pada hari Kamis, 2 Juli 2026, timnas Italia U19 yang dipimpin pelatih Alberto Bollini harus puas dengan hasil imbang 0-0 melawan Kroasia U19 dalam laga kedua Grup B UEFA U19 Championship. Pertandingan yang berlangsung dalam suasana menegangkan tersebut tidak menghasilkan gol, namun menjadi titik balik penting bagi Azzurrini yang sebelumnya mencatat kemenangan 2-0 atas Serbia dengan gol Liberali dan Idrissou.
Sejak peluit pertama, Italia lebih menguasai penguasaan bola, namun Kroasia menegakkan pertahanan rapat dan beralih ke serangan balik cepat. Pada menit ke-20, Sala menembakkan tendangan kanan dari jarak 20 meter yang hampir masuk, namun bola melenceng tipis ke samping tiang gawang. Kesempatan tersebut menjadi indikasi potensi serangan Italia yang belum mampu menembus pertahanan Kroasia secara konsisten.
Di babak kedua, Italia meningkatkan intensitas dengan memanfaatkan keunggulan teknisnya. Pada menit ke-50, Mosconi berada sendirian di dalam kotak penalti namun gagal menambah skor setelah melakukan sundulan. Tak lama kemudian, pada menit ke-70, Idrissou mengeksekusi tendangan split yang memaksa kiper Kroasia, Kostopec, melakukan penyelamatan refleks yang kemudian berujung pada tendangan sudut. Kedua peluang tersebut menjadi sorotan utama, menunjukkan bahwa Italia hampir membuka keunggulan namun gagal memanfaatkan momen krusial.
Pertukaran pemain juga menjadi bagian penting strategi Bollini. Milan Comotto digantikan dan Wiafe, pemain baru Genoa, dimasukkan sebagai sayap kanan menggantikan Coletta. Selain itu, Comotto, Marello, dan Arena masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir, namun tak mampu mengubah hasil akhir.
Pada menit ke-86, Sala kembali mengirimkan umpan silang yang melaju tak terduga, menimbulkan peluang terakhir bagi Italia. Namun, meski Comotto, Marello, dan Arena berada di posisi menyerang, tembakan mereka tidak cukup kuat untuk menembus pertahanan Kroasia.
Hasil imbang ini menambah poin Italia menjadi empat (2 kemenangan, 1 seri) dan menempatkan mereka di posisi kedua klasemen Grup B, di belakang Ukraina yang unggul dengan enam poin. Berikut tabel singkat grup tersebut:
| Tim | Main | Menang | Seri | Kalah | GM | GK | Selisih | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Ukraina U19 | 2 | 2 | 0 | 0 | 5 | 2 | +3 | 6 |
| Italia U19 | 2 | 1 | 1 | 0 | 2 | 0 | +2 | 4 |
| Kroasia U19 | 2 | 0 | 1 | 1 | 1 | 3 | -2 | 1 |
| Serbia U19 | 2 | 0 | 0 | 2 | 1 | 4 | -3 | 0 |
Dengan tiga pertandingan tersisa pada fase grup, Italia masih memiliki peluang untuk melaju ke semifinal, namun mereka harus mengandalkan kemenangan melawan Ukraina pada 5 Juli. Kemenangan atas Ukraina tidak hanya menjamin tempat di semifinal, tetapi juga memastikan posisi teratas grup, menghindarkan Italia dari pertemuan awal dengan Spanyol atau Jerman yang sudah mengamankan tiket semifinal.
Di sisi lain, Kroasia harus menambah poin dalam dua laga berikutnya untuk tetap bersaing. Kekurangan mereka terletak pada efektivitas serangan, meski pertahanan sudah cukup solid. Analisis taktik menunjukkan bahwa Kroasia lebih mengandalkan blok pertahanan dan serangan balik, sementara Italia lebih berusaha menguasai lini tengah dan menciptakan peluang lewat sayap.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa tipisnya margin antara kemenangan dan hasil imbang di turnamen junior Eropa. Italia U19 menunjukkan kualitas teknis yang tinggi, namun kurangnya penyelesaian akhir menjadi hambatan utama. Sementara Kroasia, meski tidak mencetak gol, berhasil menahan serangan lawan berkat disiplin taktis.
Berangkat dari hasil ini, harapan Italia tetap terbuka asalkan mereka dapat mengeksekusi peluang dengan lebih tajam pada laga penentu melawan Ukraina. Jika berhasil, Italia akan melanjutkan tradisi kuatnya di level U19 dan berpotensi menambah nama mereka di daftar tim-tim yang sering melaju ke fase knockout UEFA U19 Championship.