Ribuan Siswa Kepri Dapat Kesempatan Kedua: SPMB 2026 Buka Tahap II, Kuota Masih Tersedia
Blog Berita daikin-diid – 30 Juni 2026 | Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Disdik Kepri), Andi Agung, memimpin rapat pleno pada Senin 29 Juni 2026 di Kantor Disdik Pulau Dompak, Tanjungpinang, untuk meninjau hasil pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK tahun ajaran 2026/2027. Disdik Kepri menetapkan jumlah pendaftar mencapai 30.476 siswa, dengan rincian 15.229 siswa SMA dan 15.247 siswa SMK.
Dari total pendaftar, 26.602 siswa telah diterima di sekolah tujuan, yaitu 14.374 siswa SMA dan 12.228 siswa SMK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Namun masih terdapat 3.874 siswa (855 SMA dan 3.019 SMK) yang belum mendapatkan tempat karena kuota penuh atau dokumen belum lengkap.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Disdik Kepri membuka pendaftaran SPMB tahap II pada 6‑8 Juli 2026. Pada tahap kedua ini, calon siswa tidak perlu mengunggah kembali berkas persyaratan; mereka cukup diarahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota kosong. Kuota yang masih tersedia meliputi 1.709 kursi SMA dan sekitar 2.000 kursi SMK.
Pergeseran pola pendaftaran juga terlihat jelas. Pada tahun ini, 62% pendaftar memilih SMK, sementara SMA hanya menyerap 38%. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya (SMK 52%, SMA 42%). Kepala Disdik Andi Agung menyebutkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap SMK semakin tinggi, terutama di Batam, karena lulusan SMK dapat langsung terjun ke dunia kerja dengan keahlian khusus seperti pengelasan, sejalan dengan kebutuhan industri di kawasan tersebut.
- Total pendaftar: 30.476 siswa
- Siswa diterima: 26.602 siswa
- Siswa belum diterima: 3.874 siswa
- Kuota SMA tersisa: 1.709 kursi
- Kuota SMK tersisa: ~2.000 kursi
- Persentase masuk SMK: 62%
- Persentase masuk SMA: 38%
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) untuk Kepri, Warsita, menilai pelaksanaan SPMB di Batam sebagai contoh transparansi. Menurutnya, tantangan utama adalah mobilitas penduduk tinggi dan persepsi sekolah favorit yang menyebabkan penumpukan pendaftar pada beberapa sekolah. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah menyiapkan beasiswa bagi murid yang belum tertampung di sekolah negeri agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Upaya transparansi juga diwujudkan melalui sosialisasi masif, pelatihan verifikator, pembentukan posko layanan, serta sistem verifikasi dokumen yang terkoordinasi dengan Inspektorat Daerah. Di Kepri terdapat 13 posko layanan SPMB, lima di antaranya berada di Kota Batam, berfungsi sebagai pusat informasi, pendampingan pendaftaran, dan penyelesaian kendala selama proses penerimaan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, menambahkan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini telah dipersiapkan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Fokusnya adalah memperkuat layanan pendampingan, meminimalkan pengaduan, serta memastikan proses penerimaan yang objektif, akuntabel, dan bebas intervensi.
Dengan dibukanya tahap II, diharapkan seluruh siswa berhak mendapatkan tempat belajar yang sesuai, sementara mekanisme transparan dan dukungan beasiswa menjadi jaminan bahwa tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan karena keterbatasan kuota atau faktor administratif.