Truk Rem Blong Tabrak Belasan Motor di Simpang Unisma Bekasi, 1 Tewas dan 9 Luka-Luka

Blog Berita daikin-diid – 30 Juni 2026 | Pagi hari Senin, 29 Juni 2026, lalu lintas di Simpang Universitas Islam “45” (Unisma), Jalan Cut Meutia, Kecamatan Bekasi Timur, terganggu akibat kecelakaan tragis yang melibatkan sebuah truk boks berjenis wing box dan sekian motor yang sedang berhenti di lampu merah. Menurut saksi mata, truk yang melaju dari arah Jakarta menuju Terminal Bekasi tiba-tiba kehilangan fungsi pengereman sekitar 50 hingga 100 meter sebelum persimpangan. Meskipun sopir berusaha mengurangi kecepatan, kendaraan berat itu tetap meluncur dan menabrak setidaknya enam motor yang sedang menunggu lampu hijau, serta beberapa motor yang berbelok ke kiri.

Salah satu saksi, Muhammad Iqbal, menyebut kemacetan memanjang hingga ratusan meter karena proses evakuasi dan penanganan korban. Ia menambahkan bahwa truk menabrak motor-motor yang sudah terhenti di lampu merah, menimbulkan kerusakan parah pada rangka dan mengakibatkan sebagian motor terseret ke median jalan. Saksi lain, Bayu Sukma Nugraha, melaporkan adanya motor dari dua arah yang terlibat, memperkirakan total korban motor mencapai belasan unit.

Mahkamah Agung Jadi Sorotan: Dari Kasus Penipuan di Lombok hingga Sengketa Hotel Sultan
Baca juga:
Mahkamah Agung Jadi Sorotan: Dari Kasus Penipuan di Lombok hingga Sengketa Hotel Sultan

Akibat benturan keras, seorang pengendara ojek daring meninggal dunia di lokasi. Korban meninggal, teridentifikasi sebagai Sukanta, pengendara sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi B-6088-RAQ, mengalami luka berat yang tidak dapat diselamatkan. Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka dengan tingkat keparahan berbeda; tujuh di antaranya dirawat di RS Siloam Bekasi Timur, dua lainnya di RSUD Kota Bekasi. Salah satu korban yang terluka parah adalah Nur Jamilah, penumpang yang dibonceng Sukanta, yang kini berada di perawatan intensif.

Polisi Metro Bekasi Kota segera mengevakuasi kendaraan yang terlibat dan menyiapkan lokasi sebagai tempat kejadian perkara (TKP). Sopir truk, yang diidentifikasi dengan inisial JRL (Jones R. Leatemia, 48 tahun), langsung diamankan dan dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sesudah sempat dilarikan ke RSUD Kota Bekasi untuk pemeriksaan kesehatan, kondisi JRL dinyatakan stabil sebelum kembali ke proses penyidikan. Kapolres Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan bahwa penyelidikan masih memfokuskan pada kemungkinan rem blong serta potensi kelalaian operator armada.

Selain penahanan sopir, aparat kepolisian menyita truk dan barang bukti lain, termasuk potongan bodi, pecahan kaca, serta pasir berwarna kecoklatan yang digunakan petugas untuk menutupi tumpahan oli di lokasi. Truk berwarna putih dengan stiker PT Rianinda Utama Ekspress masih terparkir di sisi jalan sebelum dipindahkan ke tempat penyimpanan barang bukti.

BBRI Tetap Menarik di Tengah Tekanan Saham Perbankan: Fundamental Kuat dan Prospek Jangka Panjang
Baca juga:
BBRI Tetap Menarik di Tengah Tekanan Saham Perbankan: Fundamental Kuat dan Prospek Jangka Panjang

Penegakan hukum menekankan pentingnya pemeriksaan berkala kendaraan komersial. Kapolres Kusumo menegaskan bahwa perusahaan angkutan barang wajib memastikan armada dalam kondisi layak jalan, menghindari penggunaan kendaraan yang sudah mengalami kerusakan kritis pada sistem pengereman. “Jangan sampai kendaraan yang tidak layak jalan tetap dipaksa beroperasi karena risikonya mengancam keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Berbagai saksi merekam video amatir yang menampilkan pemandangan kacau setelah tabrakan. Motor-motor berserakan, sebagian terbalik, sementara pejalan kaki dan pengguna jalan lain berusaha membantu korban sambil menunggu kedatangan tim medis. Situasi ini menambah beban psikologis pada warga sekitar, yang kini menuntut penegakan regulasi lebih ketat pada armada truk komersial.

Sejak kejadian, arus lalu lintas di persimpangan Unisma kembali normal berkat upaya Satlantas Polres Metro Bekasi Kota. Namun, dampak kecelakaan ini tetap terasa, baik dari sisi kehilangan nyawa, luka-luka, maupun kerugian materiil. Pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta melakukan pemeriksaan teknis pada sistem rem truk untuk memastikan penyebab pasti. Hasil akhir penyelidikan diharapkan dapat menjadi acuan bagi regulator transportasi dalam memperketat standar keamanan kendaraan komersial.

Ronaldo Siapkan Akhir Karier Sempurna: Berpotensi Berduet dengan Putra di Piala Dunia 2030
Baca juga:
Ronaldo Siapkan Akhir Karier Sempurna: Berpotensi Berduet dengan Putra di Piala Dunia 2030

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak, mulai dari pengemudi, perusahaan logistik, hingga otoritas transportasi, untuk tidak mengabaikan perawatan kendaraan. Keselamatan di jalan raya tidak hanya menjadi tanggung jawab satu individu, melainkan kolektif seluruh elemen yang terlibat dalam ekosistem transportasi.

Dengan satu korban jiwa dan sembilan luka-luka, kecelakaan ini menegaskan kembali pentingnya kepatuhan pada aturan lalu lintas, terutama pada lampu merah, serta kebutuhan akan sistem pengereman yang terjaga dengan baik pada kendaraan besar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *