Nicolas Pépé Goyang Dua Gol, Curaçao Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 26 Juni 2026 | Philadelphia menjadi saksi drama grup E FIFA World Cup 2026 pada hari Kamis, ketika tim Côte d'Ivoire menaklukkan Curaçao dengan skor 2-0 berkat dua gol spektakuler dari penyerang berpengalaman, Nicolas Pépé. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tempat Eléphants di perempat final, tetapi juga menutup kisah dongeng Curaçao yang selama ini mengharapkan keajaiban di panggung dunia.
Sejak peluit pertama, Curaçao tampil agresif, namun pertahanan yang dipimpin oleh kiper Eloy Room harus menghadapi tekanan konstan. Pada menit ke-7, terjadi kebingungan antara bek Juriën Gaari dan bek Joshua Brenet yang mengakibatkan kehilangan bola di area pertahanan. Yan Diomande dengan cepat menguasai bola dan melepaskan umpan tepat ke depan, di mana Nicolas Pépé berada pada posisi ideal. Penyerang asal Pantai Gading tersebut menekan bola masuk ke gawang, mencetak gol pertama dalam sejarah cepatnya di Piala Dunia, menegaskan dominasi Côte d'Ivoire.
Pépé tidak berhenti di situ. Setelah istirahat, Curaçao berusaha menutup ruang dan menciptakan peluang balasan, termasuk tembakan yang diblokir oleh Amad Diallo. Pada menit ke-55, Ibra Sangaré mengirimkan umpan terobosan ke sisi kanan lapangan, di mana Pépé menyalip pertahanan Curaçao dan menembakkan bola ke sudut atas gawang, memperlebar keunggulan menjadi 2-0. Gol kedua ini menegaskan posisi Côte d'Ivoire sebagai pemuncak grup dan menutup harapan Curaçao untuk melaju ke fase knockout.
Pelatih Belanda Dick Advocaat, yang memimpin tim Curaçao, sempat mengungkapkan sebelum pertandingan bahwa timnya “tidak memiliki apa-apa untuk kalah”. Meskipun demikian, ia tampak terkejut dengan kecepatan serangan awal Côte d'Ivoire. “Kami berharap dapat menahan serangan di pertengahan lapangan, namun mereka menunjukkan kualitas individu yang luar biasa,” ujar Advocaat setelah pertandingan, menambahkan bahwa perjuangan timnya tetap dibanggakan meski harus berakhir di Philadelphia.
Di sisi lain, pelatih tim Côte d'Ivoire, Emerse Fae, memuji penampilan Pépé sebagai salah satu pilar kemenangan. “Nicolas menunjukkan kelas dunia, dua golnya bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga hasil kerja tim yang solid,” kata Fae. Pépé sendiri, dalam wawancara dengan media FIFA, menyatakan kebanggaannya atas kontribusi pada tim nasional: “Ini adalah salah satu momen terbaik dalam karier saya, saya hanya mengeksekusi apa yang sudah dipersiapkan dalam latihan. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan yang membantu saya mencetak gol ini.”
Pépé juga menjadi sorotan media terkait rumor transfernya ke klub Brasil seharga R$ 35 juta, dengan spekulasi bahwa ia dapat menjadi bintang di Flamengo, Palmeiras, atau Atlético-MG. Meskipun fokus utama saat ini tetap pada persiapan melawan lawan knockout – diprediksi akan melawan peringkat kedua grup I, yaitu Prancis atau Norwegia – perhatian publik tetap tertuju pada kemungkinan langkah karier selanjutnya.
Berbeda dengan Curaçao, yang selama turnamen berhasil mencatatkan momen bersejarah seperti gol melawan Jerman dan hasil imbang melawan Ecuador, kekalahan kali ini menandai akhir perjalanan mereka di Piala Dunia. Tim Curaçao akan kembali ke Belanda untuk evaluasi dan persiapan kompetisi regional selanjutnya.
Kedua tim kini menatap tantangan selanjutnya. Côte d'Ivoire, dengan dua poin penting dari kemenangan ini, mengamankan posisi kedua di grup E dan bersiap menghadapi lawan kuat di fase knockout. Sementara Curaçao, meski berpisah dengan mimpi melaju lebih jauh, meninggalkan jejak positif bagi sepak bola negara kecil ini.