Japan dan Swedia Berbagi Poin, Kedua Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Blog Berita daikin-diid – 26 Juni 2026 | Arlington, Texas – Pada Kamis malam, 25 Juni 2026, dua tim Asia dan Eropa, Jepang dan Swedia, menutup babak penyisihan grup F Piala Dunia FIFA 2026 dengan hasil imbang 1-1 di AT&T Stadium. Kedua tim berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar, menambah drama turnamen yang semakin memanas.
Gol pertama tercipta melalui aksi Daizen Maeda, penyerang muda Jepang yang memanfaatkan umpan cerdas Ritsu Doan. Maeda menembus zona penalti, menahan Jacob Widell Zetterstrom, dan menekan bola ke gawang dengan kaki kirinya. Gol tersebut memberikan keunggulan bagi Jepang pada menit ke-55. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Enam menit kemudian, Anthony Elanga dari Swedia menegaskan kembali keseimbangan dengan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti kanan, menandai gol keduanya dan menyamakan kedudukan pada menit ke-61.
Skor akhir 1-1 memastikan Jepang menempati posisi kedua di Grup F dengan lima poin, sementara Swedia menutup grup di posisi ketiga dengan empat poin. Kedua tim melampaui harapan banyak pengamat, mengingat tekanan dari tim-tim kuat lain di grup. Di pertandingan lain pada hari yang sama, Belanda berhasil mengalahkan Tunisia 3-1, menambah persaingan ketat di grup tersebut.
Dengan hasil ini, Jepang akan melanjutkan petualangannya melawan Brasil di Houston pada Senin, 29 Juni. Sementara Swedia diperkirakan akan berhadapan dengan Prancis di New York pada Selasa, 30 Juni. Kedua lawan tersebut merupakan tim berperingkat tinggi, menambah tantangan besar bagi Samurai Blue dan Blågult.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, menyampaikan optimismenya melalui penerjemah. “Untuk kebaikan sepakbola Jepang, pengalaman melawan Brasil akan sangat berharga. Kami percaya ada peluang untuk menang, dan kami berharap dapat melangkah lebih jauh,” ungkapnya. Sementara itu, kapten Swedia belum memberikan komentar resmi, namun para penggemar menaruh harapan pada kemampuan menyerang tim yang dipimpin oleh Elanga.
Statistik tambahan menyoroti prestasi Jepang di turnamen ini. Tim Samurai Blue mencatat rekor 11 pertandingan tak terkalahkan melawan lawan Eropa, rekor terpanjang mereka melawan tim-tim benua tersebut. Selain itu, Jepang mencatat 10 pemain yang terlibat langsung dalam gol, menyamai rekor Jerman dalam hal kontribusi gol pada turnamen ini.
- Daizen Maeda – gol pembuka untuk Jepang.
- Anthony Elanga – gol penyama kedudukan untuk Swedia.
- Hajime Moriyasu – pelatih Jepang, menekankan pentingnya pengalaman melawan Brasil.
- Netherlands 3-1 Tunisia – hasil grup lain yang berpengaruh pada klasemen.
Penampilan kedua tim ini juga menandai keberlanjutan kehadiran Jepang di babak 16 besar untuk ketiga Piala Dunia berturut‑turut, dan kelima kali dalam tujuh partisipasi sejak 2002. Swedia, di sisi lain, menambah catatan mereka dengan masuk ke babak knockout untuk keempat kalinya sejak 1994, menegaskan konsistensi mereka di panggung dunia.
Para analis menilai bahwa meskipun kedua tim harus menghadapi lawan kelas dunia, strategi kolektif Jepang yang solid dan serangan cepat Swedia dapat menjadi faktor penentu. Pertarungan melawan Brasil dan Prancis diprediksi akan menjadi ujian berat, namun peluang untuk mengukir kejutan tetap terbuka, mengingat performa impresif yang ditunjukkan selama fase grup.
Dengan semangat yang tinggi dan dukungan fanatik dari para pendukung, Samurai Blue dan Blågult siap melangkah ke babak berikutnya, menanti apakah mereka dapat menantang raksasa sepakbola dunia atau harus mengakhiri mimpi di babak 32 besar.