Demo BEM UI di Bundaran HI: Tuntutan Turun Harga BBM, Potensi Macet, dan Respons Kepolisian
Blog Berita daikin-diid – 13 Juni 2026 | Jakarta, 12 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB. Demonstrasi ini dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah kebijakan ekonomi yang dianggap merugikan rakyat. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah, sekaligus meminta maaf atas potensi kemacetan lalu lintas yang akan terjadi di sekitar Bundaran HI.
Demonstrasi dimulai pukul 13.00 WIB dengan ribuan mahasiswa dari seluruh fakultas UI, serta partisipasi mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Mahasiswa mengajak elemen masyarakat luas—buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, hingga komunitas pecinta olahraga—untuk bersama menuntut keadilan ekonomi.
- Penurunan harga BBM secara menyeluruh.
- Penghapusan program Menabung untuk Gotong‑royong (MBG) yang dianggap memberatkan.
- Peningkatan subsidi pangan bagi kelompok rentan.
- Transparansi kebijakan ekonomi dan kontrol inflasi.
- Pembentukan forum dialog permanen antara pemerintah dan perwakilan mahasiswa.
Polisi Metro Jakarta Pusat menyiapkan 3.099 personel gabungan untuk mengamankan aksi, sementara TNI mengerahkan tambahan 500 prajurit, sehingga total personel keamanan mencapai 4.151 orang. Sebuah apel keamanan dipimpin oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Putro, pada pukul 10.00 WIB di depan Hotel Pullman Jakarta Pusat. Polisi juga menyiapkan skenario pengalihan arus lalu lintas secara situasional, mengingat Bundaran HI merupakan simpul utama yang menghubungkan jalan Sudirman, Thamrin, dan jalan utama lainnya.
Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan Bundaran HI serta ruas jalan di sekitarnya, termasuk Jalan Sudirman‑Thamrin, dan mencari rute alternatif menuju Jakarta Selatan, Tanah Abang, atau Jakarta Barat. Transportasi umum disarankan menjadi pilihan utama untuk mengurangi kepadatan.
| Jenis BBM | Harga Sebelumnya (Rp/liter) | Harga Baru (Rp/liter) | Kenaikan (Rp) |
|---|---|---|---|
| Pertamax 92 | 12.300 | 16.250 | 3.950 |
| Pertamax Green 95 | 12.900 | 17.000 | 4.100 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | 20.750 | 20.750 | 0 |
| Dexlite (CN 51) | 23.000 | 23.000 | 0 |
| Pertamina Dex (CN 53) | 24.800 | 24.800 | 0 |
| Pertalite (Subsidi) | 10.000 | 10.000 | 0 |
| Biosolar (Subsidi) | 6.800 | 6.800 | 0 |
Kenaikan harga BBM tersebut menjadi salah satu pemicu utama aksi mahasiswa. Dimas Rumi Chattaristo, ketua BEM Fakultas Hukum UI, menegaskan bahwa penurunan harga BBM merupakan tuntutan paling krusial, mengingat dampaknya yang luas terhadap biaya transportasi, harga barang, dan kesejahteraan masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pernyataan kepada media pada Rabu (10/6/2026) bahwa kepolisian siap mengawal aksi dengan tetap menjamin keamanan dan ketertiban. “Kami selalu mengimbau agar semua kegiatan disampaikan secara tertib,” ujar Sigit. Kepala BIN, Herindra, juga menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan di tengah demonstrasi, sementara Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah menyambut aspirasi mahasiswa sebagai bahan evaluasi, meskipun mengingatkan bahwa solusi ekonomi tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Selain aksi di Bundaran HI, kelompok lain seperti Perhimpunan Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) akan menggelar unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Selatan pada pukul 13.00 WIB. Kedua aksi tersebut diperkirakan menambah beban lalu lintas pada sore hari, sehingga aparat mengimbau warga untuk memanfaatkan transportasi umum atau mengatur jadwal perjalanan secara fleksibel.
Demonstrasi berlangsung dengan relatif damai. Mahasiswa mengibarkan spanduk, menyanyikan lagu kebangsaan, dan menyampaikan pidato singkat mengenai tuntutan mereka. Sementara itu, polisi mengatur arus kendaraan dengan menutup sebagian ruas jalan dan menyediakan jalur khusus untuk kendaraan darurat.
Secara keseluruhan, aksi BEM UI di Bundaran HI mencerminkan keresahan mahasiswa dan masyarakat luas terhadap kebijakan harga BBM serta program ekonomi lainnya. Dengan dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, demonstrasi ini diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam dialog antara pemerintah dan publik, terutama terkait upaya menstabilkan harga bahan pokok dan mengurangi beban hidup warga.