Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 24 Ribu, Catat Pergerakan Pasar di Surabaya
Blog Berita daikin-diid – 11 Juni 2026 | Pasar logam mulia di Indonesia mengalami penurunan pada Kamis, 11 Juni 2026. Harga emas Antam 24 karat per gram turun menjadi Rp 2.689.000, lebih rendah Rp 24.000 dibandingkan harga kemarin yang tercatat Rp 2.713.000. Penurunan ini berlanjut dari penurunan sebelumnya, menandakan tren melemahnya permintaan dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan harga tidak hanya berdampak pada harga jual, tetapi juga pada harga beli kembali (buyback). Harga buyback emas Antam pada hari yang sama turun signifikan menjadi Rp 2.395.000 per gram, selisih Rp 92.000 dari harga sebelumnya. Bagi investor yang berencana menjual kembali emas batangan ke PT Aneka Tambang (Antam), selisih ini menjadi faktor penting dalam menghitung profit bersih.
Berikut rangkuman harga emas Antam per gram beserta harga buyback pada 11 Juni 2026:
| Berat (gram) | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 | 1.344.500 | 1.197.500 |
| 1 | 2.689.000 | 2.395.000 |
| 5 | 13.445.000 | 11.975.000 |
| 10 | 26.890.000 | 23.950.000 |
| 25 | 67.225.000 | 59.875.000 |
| 50 | 134.450.000 | 119.750.000 |
Harga di atas sudah mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11% dan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25% bagi pembeli yang menyertakan NPWP, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 38/2023. Untuk pembelian emas batangan, toko resmi Logam Mulia menambahkan biaya administrasi dan potensi markup kecil tergantung lokasi penjualan.
Di wilayah Surabaya, emas Antam dapat dibeli melalui dua butik Logam Mulia, yaitu butik LM‑Surabaya Pakuwon dan butik LM‑Surabaya Darmo. Kedua lokasi tersebut menyediakan layanan verifikasi keaslian, sertifikat kemurnian 24 karat, serta fasilitas pembelian online lewat situs logammulia.com bagi konsumen yang menginginkan transaksi non‑tatap muka.
Faktor eksternal yang turut memengaruhi pergerakan harga emas hari ini adalah stabilnya harga emas dunia di kisaran US$ 4.100 per troy ounce. Harga tersebut dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, khususnya pernyataan militer Amerika Serikat mengenai penyelesaian operasi di Iran, yang menurunkan ketegangan pasar komoditas. Selain itu, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar AS selama minggu ini menambah tekanan pada harga emas lokal, karena konversi nilai dolar menjadi rupiah menjadi lebih menguntungkan bagi pembeli domestik.
Bagi investor ritel, penurunan harga emas dapat menjadi peluang masuk pasar dengan modal lebih kecil. Namun, penting untuk memperhitungkan beban pajak pada saat pembelian serta potensi selisih antara harga jual dan buyback saat menjual kembali. Menurut regulasi terbaru, PPh 22 sebesar 0,25% dapat dipotong langsung pada transaksi penjualan emas bernilai di atas Rp 10 juta, sehingga nilai bersih yang diterima investor akan lebih rendah dari harga pasar yang tercatat.
Secara keseluruhan, pasar emas Indonesia pada 11 Juni 2026 menunjukkan fase koreksi ringan setelah periode kenaikan sebelumnya. Investor yang mengutamakan keamanan aset jangka panjang masih dapat memandang emas sebagai lindung nilai inflasi, sementara spekulan jangka pendek perlu memantau fluktuasi harga dunia dan kebijakan fiskal yang dapat memengaruhi nilai tukar serta beban pajak.
Dengan informasi harga jual dan buyback yang transparan, serta kehadiran jaringan butik resmi di Surabaya, konsumen diharapkan dapat membuat keputusan pembelian atau penjualan emas yang lebih terinformasi dan sesuai dengan tujuan investasi masing‑masing.