Belgium Goreskan Tunisia 5-0 dalam Laga Pemanasan Piala Dunia: Tampil Dominan di Brussels
Blog Berita daikin-diid – 08 Juni 2026 | Sabtu malam di Stadion King Baudouin, Brussels, Timnas Belgia menampilkan permainan mengesankan dalam laga persahabatan melawan Tunisia, menutup persiapan mereka menjelang Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 5-0. Pertandingan yang berlangsung pada 06 Juni 2026 menjadi sorotan utama karena aksi-aksi cepat pemain bintang Belgia seperti Leandro Trossard, Kevin De Bruyne, dan Charles De Ketelaere, sekaligus menyoroti ketidaksiapan pertahanan Tunisia yang harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-62.
Serangan Belgia dimulai sejak menit pertama. Jeremy Doku mengirimkan umpan terobosan ke sisi kiri, di mana Leandro Trossard memanfaatkan ruang untuk menembakkan tembakan terukur yang meluncur ke tengah gawang, mengalahkan kiper Abdelmouhib Chamakh. Gol pembuka tercipta pada menit ke-28, memberi kepercayaan diri kepada Red Devils untuk mengendalikan tempo pertandingan.
Setelah jeda, Belgium meningkatkan intensitasnya. Pada menit ke-53, Youri Tielemans mengirimkan umpan silang yang disambut oleh Charles De Ketelaere. Sang penyerang mengeksekusi sundulan akurat ke sudut kanan atas, memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Tak lama kemudian, Ismaël Gharbi Tunisia menerima kartu merah setelah melanggar keras Jeremy Doku, memaksa timnya bermain dengan satu pemain kurang. Keadaan ini memberikan ruang lebih bagi Belgia untuk menambah gol.
Kevin De Bruyne, yang belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, menambahkan namanya ke papan skor pada menit ke-67. Memanfaatkan umpan singkat dari Doku di tepi kotak penalti, De Bruyne menembakkan tendangan keras yang mengarah ke sudut kiri bawah, menjadikan skor 3-0. Keberhasilan De Bruyne tidak hanya menambah gol, tetapi juga mengirimkan sinyal bahwa lini tengah Belgia siap mengendalikan pertandingan di level tertinggi.
Puncak dominasi Belgia terlihat pada menit ke-71 dan ke-73. Dodi Lukebakio, yang masuk sebagai pengganti, memanfaatkan celah di pertahanan Tunisia untuk mencetak gol keempat. Lima menit kemudian, Nicolas Raskin menutup tirai dengan tembakan dari tengah kotak penalti yang meluncur ke sudut kiri bawah, menyegel kemenangan 5-0. Seluruh aksi ini menegaskan kemampuan Belgia dalam mengeksekusi serangan cepat, penyelesaian akhir yang klinis, serta fleksibilitas taktik.
Statistik pertandingan mencerminkan keunggulan Belgia: penguasaan bola 68%, tembakan ke arah gawang 18 kali dibandingkan tiga tembakan Tunisia, serta 12 operan berhasil di zona pertahanan lawan. Sementara itu, Tunisia hanya mampu menciptakan satu peluang signifikan pada menit ke-15 sebelum mendapat kartu merah. Kinerja defensif Belgia, dipimpin oleh Jan Vertonghen dan Janieck van der Meer, berhasil menahan tekanan lawan dan meminimalisir ruang gerak.
Keberhasilan ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi Belgia menjelang fase grup Piala Dunia, di mana mereka akan berhadapan dengan Mesir, Iran, dan Selandia Baru di Grup G. Sementara itu, Tunisia akan melanjutkan persiapan dengan menghadapi Belanda di Grup F pada akhir Juni, sebuah pertemuan yang diharapkan lebih kompetitif mengingat performa Belanda yang solid.
Media internasional, termasuk FIFA dan ANI, menyoroti performa kolektif Belgia sebagai contoh persiapan yang efektif. Mereka mencatat bahwa empat gol pertama dicetak oleh pemain yang rutin bermain di liga top Eropa, menandakan kedalaman skuad yang dapat diandalkan. Di sisi lain, laporan media lokal menyoroti kontroversi seputar Nicolas Raskin, yang setelah mencetak gol melanjutkan perbincangan di media sosial mengenai rivalitas klubnya di Skotlandia, menambah dimensi human interest pada pertandingan ini.
Kesimpulannya, kemenangan 5-0 atas Tunisia bukan sekadar angka, melainkan cerminan kesiapan taktik, kedalaman skuad, dan mental juara yang dibangun oleh pelatih Roberto Martínez. Jika Belgia dapat mempertahankan konsistensi ini, mereka memiliki peluang kuat untuk menembus fase knockout Piala Dunia 2026 dan bersaing untuk gelar pertama mereka di turnamen tersebut.