Borneo FC dan Persib Siap Guncang ASEAN Club Championship 2026/27, Jadwal Padat dan Harapan Stadion Segiri
Blog Berita daikin-diid – 07 Juni 2026 | Jakarta, 6 Juni 2026 – Dua klub Indonesia, Borneo FC dan Persib Bandung, resmi menjadi wakil negara dalam ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/27. Turnamen antarklub Asia Tenggara ini mempertemukan 14 tim teratas dari anggota AFF, yang terbagi dalam dua grup masing-masing berisi tujuh tim. Borneo FC masuk Grup A bersama Buriram United, Ratchaburi FC, Kuching City FC, Tampines Rovers FC, juara Piala Domestik Vietnam, dan pemenang Playoff 1. Sementara Persib Bandung menempati Grup B dengan Port FC, Johor Darul Ta’zim (JDT), Lion City Sailors, Cong An Ha Noi, PKR Svay Rieng, serta pemenang Playoff 2.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menegaskan kesiapan tim menyusul pengalaman pertama pada musim 2023/24. “Kita kembali, kali ini dengan agenda yang lebih padat. Empat kompetisi utama – Super League, AFC Champions League 2, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia – menuntut penyesuaian jadwal yang matang,” ujar Dandri. Ia menambah, “PSSI dan PT Liga harus menyusun jadwal domestik yang integral dan adil, agar tidak terjadi bentrok yang mengganggu performa tim di tingkat regional.”
Persib Bandung, yang menjuarai Liga 1 2025/26, menyatakan target juara sebagai motivasi utama. Deputy CEO Persib, Adhitia Putra Herawan, menuturkan, “Kami tidak hanya ingin kompetitif, kami ingin membawa pulang trofi. Grup B kami penuh dengan juara liga, kecuali Port FC, jadi tantangan sangat berat tetapi menarik.” Pemain bertahan Persib, Achmad Jufriyanto, menegaskan tidak ada rasa takut menghadapi JDT, “Kami yang terbaik di Indonesia, dan siap bertarung melawan raksasa Malaysia.”
Jadwal resmi turnamen belum dirilis, namun panitia mengindikasikan fase krusial akan berlangsung dari pertengahan 2026 hingga pertengahan 2027. Kedua klub mengantisipasi kemungkinan penumpukan agenda, terutama ketika BRI Super League 2026/27 dijadwalkan mulai September. Dandri memperingatkan, “Jika jadwal Super League dan Shopee Cup bersamaan, tim bisa kelelahan. Kerjasama antara PSSI, PT Liga, dan klub sangat penting untuk menghindari konflik jadwal.”
Selain tantangan kompetitif, infrastruktur menjadi sorotan. Kelompok suporter Borneo FC, Pusamania, menuntut Stadion Segiri memenuhi standar AFC agar klub dapat bermain di kandang. Capo suporter Riyo menekankan, “Kami tidak ingin menjadi tim musafir, stadion harus siap secara teknis dan administratif. Dukungan Pemerintah Kota Samarinda, Pemprov Kaltim, serta UPTD sangat kami harapkan.”
Jika Stadion Segiri lolos inspeksi, Borneo FC akan menikmati keunggulan dukungan suporter di setiap laga grup. Namun, Riyo memperingatkan, “Semua lawan di Grup A memiliki kualitas tinggi, termasuk juara bertahan turnamen. Kami harus mempersiapkan taktik yang fleksibel dan mental yang kuat.”
Persib juga menyiapkan strategi khusus menghadapi JDT dan Lion City Sailors, dua tim yang rutin bertemu di kompetisi kontinental. Pelatih Igor Tolić menyatakan, “Kami akan menganalisis gaya permainan lawan, mengoptimalkan kecepatan sayap, serta memperkuat lini tengah untuk mengendalikan tempo pertandingan.”
Secara keseluruhan, partisipasi kedua klub Indonesia dalam ASEAN Club Championship menjadi momen penting bagi perkembangan sepakbola tanah air. Pengalaman berkompetisi melawan tim-tim top ASEAN diharapkan meningkatkan standar permainan, memperluas jaringan komersial, serta menginspirasi generasi muda. Keberhasilan atau kegagalan di turnamen ini akan menjadi cermin kesiapan struktur kompetisi domestik serta sinergi antara federasi, liga, dan klub.
Dengan agenda yang padat, tantangan jadwal, dan harapan infrastruktur, Borneo FC dan Persib Bandung kini menatap fase krusial dalam kalender sepakbola 2026/27. Kedua tim bertekad menjadikan ASEAN Club Championship sebagai panggung untuk menampilkan kualitas terbaik, sekaligus memperkuat citra sepakbola Indonesia di kancah regional.