Denmark Tersandung di Laga Persahabatan, RD Kongo Tahan Imbang 0-0 di Belgia
Blog Berita daikin-diid – 05 Juni 2026 | Jakarta, 5 Juni 2026 – Pada Rabu (3/6) waktu setempat, tim nasional Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) menunjukkan ketangguhan tak terduga saat menahan tim Denmark dalam laga persahabatan internasional yang digelar di Stadion Maurice Dufrasne, Liège, Belgia. Pertandingan berakhir dengan skor 0-0, menandai hasil yang mengejutkan mengingat perbedaan peringkat FIFA antara kedua tim.
Denmark, yang secara historis menjadi salah satu kekuatan kuat di kawasan Eropa, memasuki laga dengan ekspektasi dominasi. Namun, RD Kongo tampil disiplin dan terorganisir sejak peluit awal. Garis pertahanan Kongo berhasil menutup ruang gerak serangan Denmark, memaksa skuad Skandinavia untuk menembus zona pertahanan yang rapat. Gelandang tengah Kongo, yang dikenal dengan kecepatan dan kemampuan menutup ruang, berperan penting dalam memutus alur umpan-umpan menyerang lawan.
Meski Denmark meningkatkan tekanan pada babak kedua, peluang gol tetap terbatas. Penjaga gawang RD Kongo melakukan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada menit ke-58 ketika striker Denmark, Viktor Fischer, hampir memecahkan kebuntuan lewat tembakan keras ke sudut kiri tiang gawang. Penyelamatan tersebut menambah kepercayaan diri lini belakang Kongo, yang kemudian menahan serangan lanjutan hingga akhir pertandingan.
Berikut rangkuman statistik utama pertandingan:
| Aspek | Denmark | RD Kongo |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 58% | 42% |
| Tembakan ke Gawang | 6 | 2 |
| Simpanan Penjaga Gawang | 1 | 3 |
| Kartu Kuning | 2 | 1 |
Hasil imbang ini memberi pelajaran penting bagi kedua tim menjelang kompetisi resmi. Bagi RD Kongo, titik imbang melawan lawan yang lebih berpengalaman menjadi modal mental untuk laga uji coba berikutnya melawan Chile, yang dijadwalkan pekan depan. Sementara Denmark harus mengevaluasi efektivitas lini serangannya dan mencari cara mengoptimalkan peluang di laga persahabatan selanjutnya melawan Ukraina.
Di luar lapangan, kabar mengenai RD Kongo tak hanya terbatas pada sepak bola. Uni Eropa (UE) bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini meningkatkan dukungan untuk penanggulangan wabah Ebola yang masih mengancam wilayah timur negara tersebut. Pendanaan sebesar 15 juta euro, termasuk 5 juta euro khusus untuk WHO, diharapkan memperkuat pengawasan, pencegahan, dan respons medis di daerah rawan. Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesiapan kesehatan bagi atlet dan masyarakat umum di tengah agenda internasional yang padat.
Sementara itu, dunia sepak bola internasional juga mencatat kepulangan Gael Kakuta ke skuad nasional DR Kongo. Mantan pemain Chelsea berusia 35 tahun dipanggil oleh pelatih Sebastien Desabre sebagai bagian dari persiapan Piala Dunia 2026. Keputusan ini menambah dimensi pengalaman pada tim, mengingat Kongo baru saja kembali menembus fase grup Piala Dunia setelah absen selama lima puluh dua tahun. Kehadiran Kakuta, bersama dengan pemain-pemain muda seperti Oscar Gloukh yang mencetak gol penentu kemenangan Israel atas Albania pada laga persahabatan yang sama, mencerminkan dinamika tim non-unggulan yang semakin kompetitif.
Laga persahabatan ini juga menyoroti tren kebangkitan tim-tim Afrika dalam konteks internasional. Hasil imbang melawan Denmark menegaskan bahwa RD Kongo mampu menahan tekanan tim Eropa, sekaligus memperlihatkan kualitas taktik yang dipandu oleh pelatih asal Prancis, Desabre. Keberhasilan ini menambah keyakinan bahwa Kongo dapat bersaing di panggung yang lebih besar, terutama ketika mereka akan menghadapi lawan-lawan berpengalaman dalam turnamen Piala Dunia mendatang.
Secara keseluruhan, pertandingan antara Denmark dan RD Kongo memberikan gambaran jelas tentang perubahan lanskap sepak bola internasional, di mana tim-tim dari Afrika semakin mampu menantang dominasi tradisional Eropa. Dengan persiapan yang matang, dukungan kesehatan yang terus ditingkatkan, serta integrasi pemain berpengalaman, RD Kongo menatap masa depan yang lebih cerah dalam kompetisi regional maupun global.