Mantan Artis Fabiola Elizabeth Terlibat dalam Jaringan Scammer Internasional di Solo Baru, Kerugian Mencapai Rp 41 Miliar
Blog Berita daikin-diid – 04 Juni 2026 | Semarang, 4 Juni 2026 – Polda Jawa Tengah mengungkap peran mantan artis sekaligus mantan istri anggota boyband Smash, Reza, dalam jaringan penipuan daring internasional yang beroperasi di Solo Baru, Sukoharjo. Identitas pelaku terungkap sebagai Fabiola Elizabeth Agnes, warga negara Jerman yang telah lama menetap di Indonesia. Menurut pernyataan Kombes Artanto, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Fabiola bergabung dengan jaringan tersebut sejak Januari 2026 dan berperan sebagai “model” atau “pacar” virtual dalam skema “pig butchering” yang menargetkan korban di luar negeri, khususnya warga Amerika Serikat.
Modus operandi jaringan tersebut melibatkan pendekatan emosional melalui aplikasi kencan dan media sosial. Setelah korban terjalin hubungan emosional, para operator mengarahkan mereka pada investasi kripto fiktif dengan janji keuntungan tinggi. Pada tahap kritis, ketika korban mulai meragukan keabsahan investasi, pihak jaringan menyiapkan model berpenampilan menarik untuk melakukan video call (VC). Fabiola Elizabeth ditugaskan menjadi sosok yang menegaskan kepercayaan korban, memberikan kesan personal dan autentik, sekaligus menyajikan foto-foto dan video yang memperkuat identitas palsu.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Susanto Saragih, menjelaskan bahwa model tidak terlibat dalam proses penjualan atau pencarian korban. “Tugas mereka adalah melayani video call sesuai permintaan korban, memberikan keyakinan tambahan ketika korban membutuhkan bukti identitas atau rasa aman,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Senin (1/6/2026). Himawan menambahkan bahwa ketika korban meminta verifikasi lebih lanjut, model seperti Fabiola akan muncul, mengubah dinamika psikologis dan meningkatkan peluang korban menyetorkan dana.
Investigasi mengungkap bahwa jaringan tersebut beroperasi melalui perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan, yang beralamat di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo. Dari kantor tersebut, pelaku menyusun serangkaian investasi palsu yang melibatkan mata uang kripto yang tidak berlisensi. Total kerugian yang berhasil diakumulasi mencapai Rp 41 miliar, mayoritas berasal dari korban di Amerika Serikat. Oleh karena itu, Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat untuk memperluas penyelidikan lintas batas.
Fabiola Elizabeth, yang dikenal dengan inisial “F” dalam penyelidikan sebelumnya, sebelumnya pernah menjadi sorotan publik sebagai mantan istri Reza Smash. Pernikahan keduanya berlangsung pada tahun 2018 dan berakhir pada 2020. Setelah perceraian, ia sempat berkarier sebagai model, namun kini terjerat dalam kasus penipuan ini. Kombes Artanto menegaskan bahwa Fabiola telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diamankan bersama beberapa anggota jaringan lainnya dalam penggerebekan yang dilaksanakan di Solo Baru pada awal Juni 2026.
Menurut Kombes Artanto, Fabiola memiliki ruang pribadi di lokasi operasi, termasuk ruang rias lengkap dengan meja rias yang kini dijadikan barang bukti. “Dia berperan sebagai talent yang tampil sebagai pacar virtual ketika korban menginginkan video call,” jelasnya. Sementara itu, Reza Smash, mantan suami Fabiola, memilih untuk tidak memberikan komentar terkait keterlibatan mantan istrinya dalam kasus ini, sebagaimana dilaporkan oleh media hiburan pada hari yang sama.
Kasus ini menambah panjang daftar modus penipuan daring yang semakin kompleks. Pada tahun-tahun belakangan, jaringan “pig butchering” telah menyasar ribuan korban di seluruh dunia dengan memanfaatkan teknologi komunikasi modern. Penggunaan model virtual seperti Fabiola menandai evolusi taktik psikologis, di mana penipu tidak hanya mengandalkan pesan teks, melainkan juga interaksi video yang memberikan kesan kehadiran fisik.
Polda Jawa Tengah terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk pemantauan transaksi keuangan dan koordinasi dengan otoritas internasional. Pihak berwenang berharap dapat mengidentifikasi seluruh jaringan, memulihkan sebagian dana yang hilang, dan memberikan efek jera bagi pelaku serupa. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang asing secara daring, terutama ketika diminta melakukan investasi atau mengirimkan uang melalui platform yang tidak terverifikasi.
Kasus ini menegaskan pentingnya edukasi publik mengenai bahaya penipuan online serta peran aktif aparat kepolisian dalam menanggulangi kejahatan siber yang semakin terorganisir. Dengan kerjasama internasional, diharapkan jaringan penipu dapat dihentikan dan para korban mendapatkan keadilan yang layak.
Related Posts
Ketegangan Selat Hormuz Memuncak: Negara‑Negara Teluk Tolak Tarif Iran, Amerika Bentuk Koalisi, dan Kapal Rusia Menyusuri Jalur Strategis
Mengenal Keutamaan Sahur dan Tips Puasa Arafah agar Tetap Bugar Menjelang Idul Adha
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jabodetabek, Cirebon, Bandung serta Langkah Modifikasi Cuaca Hadapi El Nino 2026
About The Author
Baako Manuela Pradnyani
Masih ingat dulu, Baako Manuela Pradnyani yang dulunya menenggelamkan diri dalam puisi kini tiba‑tiba muncul di ruang redaksi, mengubah kata menjadi berita sejak 2020 di Malang. Ia menghabiskan sorenya menelisik tiap rilis gadget baru sambil menyiapkan komentar tajam untuk turnamen e‑sports favoritnya. Dari meja kuliah sastra ke meja kerja yang dipenuhi monitor, ceritanya selalu terasa seperti obrolan santai antara dua sahabat lama.