Drama Persaingan Promosi dan Krisis Paspor: Eerste Divisie Jadi Panggung Utama Klub Belanda dan Bintang Indonesia
Blog Berita daikin-diid – 18 April 2026 | Eerste Divisie Belanda kini menjadi sorotan utama menjelang akhir musim 2025/2026. Persiapan promosi ke Eredivisie semakin intens, sekaligus menampakkan serangkaian konflik administratif yang melibatkan pemain internasional. Di satu sisi, klub-klub papan atas seperti Willem II Tilburg berjuang keras mengamankan tiga tempat teratas, sementara di sisi lain, tim-tim yang terancam turun ke divisi lebih rendah berusaha menghindari degradasi.
Persaingan promosi dipimpin oleh Willem II yang berada di urutan ketiga klasemen dengan 62 poin, menempatkan mereka dalam posisi nyaman untuk melaju ke playoff. Kontribusi pemain Indonesia, Nathan Tjoe‑A‑On, menjadi sorotan utama. Setelah mengatasi masalah paspor yang sempat membuatnya absen dua laga, ia kembali menjadi starter dan memberikan assist krusial dalam kemenangan 2‑1 melawan Almere City pada pekan ke‑36. Penampilannya mencatat 30 penampilan dengan 29 kali masuk sebagai starter, menegaskan peran vitalnya dalam dorongan klub menuju promosi.
Namun, tidak semua klub menikmati nasib yang sama. Berdasarkan laporan terbaru, lima klub Eredivisie 2025/2026—FC Volendam, Excelsior, Telstar, NAC Breda, dan Heracles Almelo—dihadapkan pada ancaman degradasi pada 17 April 2026. Situasi ini menambah tekanan pada kompetisi domestik, karena setiap poin menjadi krusial dalam pertempuran bertahan di kasta tertinggi.
Sementara itu, kontroversi administratif melibatkan NAC Breda dan pemain naturalisasi Indonesia, Nathan Tjoe‑A‑On. Pemain yang sebelumnya terdaftar dengan paspor Belanda ternyata telah dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia, namun masih tercatat sebagai pemain non‑UEFA. Hal ini memicu “passportgate” yang membuatnya dilarang bermain dua pertandingan Eerste Divisie melawan PSV U‑21 dan Roda JC. Nathan menanggapi dengan nada kritis, menyindir kebijakan NAC Breda yang ia nilai “berusaha keras menghindari degradasi dengan segala cara.”
Masalah tersebut akhirnya terselesaikan pada pertengahan April setelah surat izin kerja diperbarui, memungkinkan Nathan kembali ke lapangan. Ia mengaku puas dengan penanganan klub dan otoritas terkait, menekankan pentingnya kepastian administratif bagi pemain asing yang berkontribusi pada tim.
Di luar arena domestik, sejumlah pemain Timnas Indonesia terus menorehkan prestasi di kasta tertinggi Eropa. Maarten Paes (Ajax), Dean James (Go Ahead Eagles), Miliano Jonathans (Excelsior), dan Justin Hubner (Fortuna Sittard) menjadi contoh pemain yang bersaing di Eredivisie. Sementara di liga Belgia, Joey Pelupessy (Lommel SK) menambah nilai klubnya dengan tiga gol dalam 27 penampilan, memposisikan Lommel pada peringkat keempat klasemen Belgian Challenger Pro League dan berambisi melaju ke liga utama.
Elkan Baggott, bek muda asal Indonesia yang bermain di Ipswich Town (Divisi Championship Inggris), juga menunjukkan progres signifikan. Meskipun belum menjadi starter reguler di tim utama, ia menjadi andalan di level U‑21 dan sesekali masuk lineup senior, membantu Ipswich berada di urutan kedua klasemen dengan 75 poin, menargetkan promosi langsung ke Premier League.
- Klub yang berjuang promosi: Willem II, Roda JC, Almere City.
- Klub yang terancam degradasi: FC Volendam, Excelsior, Telstar, NAC Breda, Heracles Almelo.
- Pemain Indonesia berpengaruh: Nathan Tjoe‑A‑On (Willem II), Joey Pelupessy (Lommel SK), Elkan Baggott (Ipswich Town), Maarten Paes (Ajax).
Secara keseluruhan, dinamika Eerste Divisie mencerminkan kombinasi antara ambisi olahraga dan tantangan administratif. Persaingan promosi semakin ketat, sementara klub-klub yang berada di zona degrasi harus mengatasi tekanan kompetitif dan masalah internal. Bagi pemain Indonesia, kontribusi mereka tidak hanya meningkatkan kualitas kompetisi, tetapi juga memperkuat citra sepak bola Indonesia di kancah Eropa.
Ke depan, keberhasilan Willem II dalam playoff, serta penyelesaian masalah paspor yang dialami Nathan Tjoe‑A‑On, akan menjadi indikator utama apakah klub dan pemain dapat menavigasi tantangan ganda ini. Sementara itu, klub-klub yang berjuang menghindari degradasi harus memperkuat strategi mereka di sisa pekan kompetisi untuk memastikan kelangsungan di Eredivisie.