X Brotherhood Touring IKN: Menapaki Jejak Budaya Dayak dan Menyapa Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara
Blog Berita daikin-diid – 02 Juni 2026 | Komunitas pecinta sepeda motor X Brotherhood berhasil menaklukkan tantangan touring ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan melibatkan lebih dari 70 motor dari beragam chapter, termasuk Mother Chapter, Jatim, Bali, dan Kaltim. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan panjang, melainkan juga platform untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa kebanggaan budaya, serta menyerap informasi langsung mengenai perkembangan infrastruktur ibu kota masa depan.
Setibanya di wilayah Kalimantan Timur, rombongan disambut hangat oleh masyarakat adat Dayak. Sambutan yang diberikan tidak hanya berupa senyuman, melainkan pula dialog terbuka dengan para tokoh adat dan Panglima Mandau. Interaksi ini memberi kesempatan unik bagi para pengendara untuk menyaksikan secara langsung bagaimana tradisi leluhur masih dijaga dengan ketat, sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap kearifan lokal yang menjadi bagian integral identitas bangsa.
Rangkaian kegiatan budaya menjadi inti dari kunjungan tersebut. Anggota X Brotherhood melangkah ke sebuah kampung adat Dayak, di mana mereka diajak menelusuri sejarah, adat istiadat, serta nilai-nilai kearifan yang diwariskan turun-temurun. Di tengah suasana yang sarat akan simbolisme, para peserta mendengarkan cerita tentang sistem pertanian tradisional, upacara penyambutan tamu, serta seni ukir kayu yang memukau. Pengalaman ini tidak hanya menambah wawasan, melainkan juga memperkuat pemahaman akan keragaman budaya Indonesia.
- Kunjungan ke kampung adat Dayak
- Pengenalan upacara tradisional
- Diskusi tentang nilai-nilai kearifan lokal
Sementara itu, pada hari Jumat, rombongan melaksanakan Salat Jumat di Masjid IKN. Acara keagamaan ini menjadi momentum penting ketika Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyambut para peserta. Dalam pertemuan singkat namun bermakna, Basuki menyoroti progres pembangunan IKN, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta dalam mewujudkan visi kota yang modern sekaligus ramah lingkungan. Ia juga mengajak para pengendara untuk terus menjadi duta kebaikan, menyebarkan semangat persatuan melalui kegiatan positif.
Setelah ibadah, rombongan melanjutkan tur ke kawasan Istana Presiden yang tengah dibangun di IKN. Dari sudut pandang pengendara, mereka dapat mengamati secara langsung skala megah proyek infrastruktur, mulai dari desain arsitektural yang futuristik hingga tata ruang yang mengedepankan keseimbangan antara alam dan pembangunan. Pengamatan ini menegaskan bahwa IKN tidak sekadar menjadi simbol politik, melainkan juga wujud transformasi Indonesia menuju era yang lebih berkelanjutan.
Para anggota X Brotherhood menyampaikan rasa terinspirasi setelah menyaksikan kemajuan yang terjadi. Salah satu peserta mengungkapkan, “Melalui touring ini, kami tidak hanya menikmati kebebasan di jalan, tetapi juga belajar menghargai keragaman budaya Indonesia dan melihat secara nyata bagaimana IKN berkembang menjadi pusat pemerintahan yang inklusif.” Pandangan serupa terdengar dari anggota lain yang menekankan pentingnya memperkuat jaringan persaudaraan antar‑anggota serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Keseluruhan perjalanan menegaskan bahwa touring ke IKN bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual dan edukatif. Dengan menggabungkan elemen budaya, keagamaan, dan observasi infrastruktur, X Brotherhood berhasil menyajikan sebuah narasi yang memperlihatkan sinergi antara tradisi dan modernitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas lain untuk menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pembangunan IKN yang berkelanjutan dan berbudaya.