Mexico Menang Tipis 1-0 atas Australia di Persiapan Piala Dunia: Kontroversi Wasit dan Tekanan Menuju Skuad Akhir
Blog Berita daikin-diid – 01 Juni 2026 | Mexico berhasil mengamankan kemenangan tipis 1‑0 melawan tim nasional Australia pada laga persiapan Piala Dunia 2026 yang digelar di Rose Bowl, California, pada Minggu (31 Mei). Gol penentu kemenangan dicetak oleh bek Johan Vásquez pada menit ke‑27 setelah ia menerima sundulan dari tendangan sudut yang diambil oleh Alexis Vega. Sundulan itu meluncur melewati tiang kanan gawang Mathew Ryan, menandai gol pertama tim El Tri pada turnamen ini.
Hasil ini menambah rentetan tak terkalahkan Mexico menjadi tujuh pertandingan berturut‑turut tahun ini, mengingat tim asuhan pelatih Diego Cocca belum mengalami kekalahan sejak 18 November lalu saat kalah 2‑1 dari Paraguay dalam laga persahabatan di San Antonio. Keberhasilan tersebut memberi momentum positif menjelang pembukaan grup mereka di Piala Dunia yang dijadwalkan pada 11 Juni melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca, serta pertemuan selanjutnya melawan Korea Selatan dan Republik Ceko.
Di pihak Australia, tim yang dipimpin oleh pelatih Tony Popovic menunjukkan semangat juang meski harus menelan kekalahan. Popovic memanfaatkan pertandingan melawan tuan rumah untuk menguji kohesi antara pemain inti yang diperkirakan akan masuk skuad akhir 26 orang. Harry Souttar dan Mathew Leckie, yang baru kembali dari cedera panjang, diberikan menit penuh, sementara Jackson Irvine dan Mohamed Toure turut memulai laga. Toure, pemain muda Norwich City, sempat berada di posisi berbahaya pada menit kedelapan ketika ia dijatuhkan oleh kapten Mexico, Edson Álvarez, namun tidak ada keputusan kartu kuning atau merah yang diberikan, memicu protes keras dari mantan pemain Socceroos.
“Jika itu legal, saya menyerah,” ujar mantan pemain Australia, Robbie Slater, dalam komentar siaran langsung, menyoroti kebingungan atas keputusan wasit. Erik Paartalu menambahkan, “Jika hal ini terjadi di Piala Dunia, akan ada masalah besar.” Kontroversi tersebut menambah tekanan pada Popovic menjelang pemilihan skuad akhir, mengingat beberapa pemain harus bersaing ketat untuk mengisi posisi yang masih terbuka.
Setelah gol Mexico, Australia berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Mat Ryan, kapten Socceroos, melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke‑20, menahan bola melayang dari serangan Mexico. Namun, serangan balasan Australia belum mampu menembus pertahanan Mexico yang terorganisir dengan baik. Pada babak kedua, Australia meningkatkan intensitas, namun peluang mereka masih terbatas dan belum menghasilkan tembakan yang mengancam.
Di akhir laga, pelatih Mexico, Diego Cocca, menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan “bukti persiapan matang” meskipun mengakui adanya ruang perbaikan, terutama dalam mengelola set‑piece. Sementara itu, Popovic menyatakan rasa kecewa namun tetap optimis, “Kami memiliki banyak hal positif yang dapat dibawa ke turnamen, meskipun hasilnya tidak sesuai harapan.”
Penampilan pemain muda Australia juga menjadi sorotan. Nestory Irankunda, penyerang Watford berusia 20 tahun, masuk sebagai pengganti pada 10 menit terakhir. Irankunda, yang telah mencatat lima gol dalam 13 penampilan senior, menunjukkan kecepatan dan kelincahan yang diharapkan dapat menambah dimensi ofensif Socceroos di Piala Dunia.
Berikut susunan awal kedua tim menurut laporan resmi:
- Mexico: Guillermo Ochoa; Luis Chávez, Héctor Moreno, Johan Vásquez, Néstor Araujo; Edson Álvarez, Andrés Guardado, Luis Chávez; Alexis Vega, Hirving Lozano, Luis Chávez.
- Australia: Mat Ryan; Harry Souttar, Jackson Irvine, Mohamed Toure, Mathew Leckie; Aaron Mooy, Ajdin Hrustic; Jamie Maclaren, Tom Rogic, Awer Mabil.
Kedatangan pertandingan ini menandai satu-satunya kesempatan terakhir bagi para pemain yang masih dipertimbangkan untuk masuk skuad akhir sebelum Popovic mengumumkan daftar final pada hari Senin. Kedua tim kini akan melanjutkan persiapan dengan laga persahabatan lainnya; Mexico dijadwalkan bertemu Serbia di Toluca, sementara Australia akan menghadapi Swiss di Snapdragon Stadium, San Diego, pada 6 Juni.
Secara keseluruhan, pertandingan di Rose Bowl memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan kekurangan masing‑masing tim menjelang Piala Dunia. Mexico menunjukkan ketangguhan dalam mengeksekusi peluang dari situasi standar, sementara Australia harus meningkatkan efektivitas serangan dan menuntut keputusan wasit yang lebih konsisten. Kedua tim kini menatap turnamen dengan target berbeda, namun satu hal pasti: tekanan untuk menampilkan performa terbaik di panggung terbesar sepak bola dunia semakin intens.