RCB Guncang IPL 2026: Total Rekor 254 di Qualifier 1, Patidar Cetak 93* Mengguncang Gujarat Titans
Blog Berita daikin-diid – 26 Mei 2026 | Royal Challengers Bengaluru (RCB) menorehkan pencapaian luar biasa pada Qualifier 1 IPL 2026 yang digelar di HPCA Stadium, Dharamsala, Selasa (26 Mei 2026). Tim tuan rumah berhasil menumpuk total 254/5 dalam 20 overs, mencetak skor tertinggi dalam sejarah playoff IPL, sekaligus mengalahkan rekor sebelumnya 233 yang diraih Gujarat Titans melawan Mumbai Indians pada Qualifier 2 IPL 2023.
Setelah memenangkan lemparan koin, kapten Gujarat Titans, Shubman Gill, memilih untuk melempar terlebih dahulu. RCB langsung menanggapi dengan agresif; Virat Kohli membuka inning dengan pukulan yang stabil, mencetak 43 run dan menjalin kemitraan penting 76 untuk 1 wicket bersama Devdutt Padikkal (30 off 19 bola) pada fase powerplay. Kemitraan ini membuka jalan bagi Rajat Patidar, kapten RCB, untuk mengambil alih kendali permainan.
Patidar, yang sebelumnya menampilkan permainan hati-hati, mulai mengukir sejarah setelah dua kesempatan dilepaskan oleh lapangan Gujarat Titans. Dengan dua kesempatan yang terlewat, ia beralih menjadi mesin pemukul, mencetak 93 run tak terkalahkan dari 33 bola. Dalam inning tersebut, Patidar menghantam sembilan enam dan lima empat, menambah total batasan tim menjadi 38—rekor tertinggi dalam satu pertandingan playoff IPL. Kontribusinya bersama Krunal Pandya (43 run) menjadi pendorong utama dalam menambah 114 run pada enam over terakhir, menegakkan total 254/5.
Berikut rangkuman singkat skor inning RCB:
| Pemain | Run | Bola | 4s | 6s | SR |
|---|---|---|---|---|---|
| Virat Kohli | 43 | 31 | 4 | 1 | 138.71 |
| Krunal Pandya | 43 | 29 | 3 | 2 | 148.28 |
| Rajat Patidar | 93* | 33 | 5 | 9 | 281.82 |
| Jitesh Sharma | 20 | 9 | 2 | 1 | 222.22 |
Setelah innings selesai, Gujarat Titans dihadapkan pada target menakutkan 255 run. Pada inning balasan, pembukaan oleh Shubman Gill dan Sai Sudharsan memberikan awal yang cukup stabil, mencetak 10 run dalam over pertama. Namun, tekanan dari RCB tetap terasa, terutama setelah Kagiso Rabada menimbulkan keguguran penting. Meskipun beberapa pukulan keras berhasil dicetak, GT harus mengejar laju run yang sangat tinggi dalam kondisi tekanan playoff.
Beberapa fakta penting dari pertandingan ini:
- Total 38 batasan (empat dan enam) dicetak RCB, memecahkan rekor sebelumnya 33 batasan pada CSK vs DC 2012.
- Rajat Patidar mencetak 93* off 33 bola, menyamai rekor tertinggi oleh kapten dalam pertandingan knockout IPL bersama David Warner (93* pada 2016).
- Virat Kohli menjadi pemain pertama yang mencatat lebih dari 600 run dalam empat musim IPL berturut‑turut.
- Target 255 run yang dihadapi GT menjadi target tertinggi yang pernah dikejar dalam sebuah Qualifier 1.
Penampilan gemilang RCB tidak hanya menambah koleksi rekor, tetapi juga menegaskan posisi mereka sebagai penerus gelar IPL 2025. Dengan kemenangan ini, RCB melaju ke final melawan pemenang Qualifier 2, sementara GT harus menunggu kesempatan selanjutnya. Pertandingan ini menunjukkan evolusi taktik agresif dalam fase akhir inning, di mana akselerasi cepat pada overs terakhir menjadi kunci utama mencetak total besar.
Para penggemar dan analis kini menantikan final yang diperkirakan akan menjadi duel antara dua tim paling konsisten di musim ini. Jika RCB mampu mempertahankan performa pukulan seperti yang ditunjukkan Patidar, mereka berpeluang besar menambah satu gelar lagi dalam sejarah IPL. Sementara Gujarat Titans harus menilai kembali strategi bowling dan batting mereka untuk menutup celah yang masih terbuka pada fase akhir pertandingan.