Drama di San Siro: AC Milan Pecat Allegri Usai Kegagalan ke Liga Champions
Blog Berita daikin-diid – 26 Mei 2026 | San Siro menjadi saksi bisu keputusan drastis yang mengguncang dunia sepak bola Italia. Pada Senin, 25 Mei 2026, AC Milan secara resmi mengumumkan pemecatan pelatihnya, Massimiliano Allegri, setelah tim gagal mengamankan tiket Liga Champions pada akhir musim Serie A 2025/2026. Kekalahan 1-2 di kandang melawan Cagliari pada laga terakhir menjadi pemicu utama.
Keputusan tersebut tidak hanya menyentuh Allegri, tetapi juga menandai perombakan besar dalam struktur manajemen klub. Giorgio Furlani (CEO), Igli Tare (direktur olahraga), dan Geoffrey Moncada (technical director) juga diberhentikan. Dalam pernyataan resmi, klub menilai penurunan performa pada fase akhir kompetisi sebagai kegagalan yang tidak dapat diterima, menyebutnya “kegagalan yang tegas dan tak terbantahkan”.
Allegri, yang berusia 58 tahun, kembali ke Milan pada musim ini untuk mengisi periode kedua sebagai pelatih. Ia sebelumnya memimpin Rossoneri dari 2010 hingga Januari 2014 dan berhasil meraih gelar Serie A. Pada sebagian besar musim 2025/2026, Milan berada dalam perburuan gelar dan sempat menempati posisi dua besar, namun performa menurun tajam menjelang akhir. Tim hanya mencatat satu kemenangan dalam empat laga terakhir sebelum berakhir di posisi kelima.
Kekalahan melawan Cagliari menutup harapan Milan untuk mengamankan setidaknya satu poin yang cukup untuk menembus zona empat besar. Sebelumnya, Milan memimpin klasemen dengan selisih dua poin dan keunggulan head-to-head atas Como. Namun, Cagliari, yang tidak memiliki urusan klasemen, berhasil membalikkan keadaan dengan skor 2-1, menambah luka pada rosnya.
Reaksi pemilik RedBird, Gerry Cardinale, cepat dan tegas. Dalam pertemuan internal, Cardinale menegaskan bahwa target utama musim ini adalah kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi yang stabil untuk bersaing secara konsisten di papan atas Serie A. “Monday Night Massacre” yang sebelumnya dibicarakan media Italia kini menjadi kenyataan.
Setelah pemecatan Allegri, manajemen Milan langsung mengaktifkan jaringan pencarian pelatih baru. Laporan Sky Sport Italia mengungkap bahwa klub telah melakukan kontak rahasia dengan beberapa kandidat sejak pekan sebelumnya. Nama terkuat yang muncul adalah Andoni Iraola, manajer Bournemouth, yang telah menonjolkan gaya permainan menyerang dan berhasil mengamankan tiket Liga Europa bagi klubnya.
Selain Iraola, AC Milan juga mempertimbangkan dua nama berpengalaman di kompetisi Eropa: Unai Emery, pelatih Aston Villa yang memiliki rekam jejak sukses di Liga Europa, dan Xavi Hernandez, mantan pelatih Barcelona yang dikenal dengan filosofi tiki‑taka. Kedua kandidat tersebut menjadi opsi cadangan yang menunjukkan ambisi Milan untuk kembali ke level tertinggi.
- Andoni Iraola – Manajer Bournemouth (Premier League)
- Unai Emery – Manajer Aston Villa (Premier League)
- Xavi Hernandez – Mantan pelatih Barcelona (La Liga)
Club telah menyatakan bahwa proses pencarian sosok baru akan segera selesai, dengan harapan pengumuman resmi dapat dilakukan sebelum masa persiapan pra‑musim dimulai. Pernyataan resmi menekankan bahwa klub ingin memastikan kesiapan penuh dan persiapan matang untuk menghadapi tantangan Serie A 2026/2027.
Sejarah Allegri bersama Milan mencatat keberhasilan pada masa pertamanya, termasuk gelar Serie A 2010/2011. Namun, masa keduanya berakhir dengan catatan pahit, menandai titik balik bagi klub yang kini harus menata ulang strategi kepelatihan dan manajerialnya. Penggemar Rossoneri menantikan langkah selanjutnya, sementara spekulasi mengenai pengganti Allegri terus mengemuka di media sosial dan forum pendukung.
Kesimpulannya, pemecatan Allegri menandai babak baru dalam sejarah AC Milan. Dengan perubahan struktural pada tingkat eksekutif dan pencarian pelatih baru yang melibatkan nama-nama terkemuka Eropa, klub berusaha mengembalikan kejayaan masa lalu dan memastikan kembali ke Liga Champions dalam waktu dekat.