Bali United Raih Kemenangan Tipis 1-0 Atas Dewa United, Kadek Agung Jadi Penentu di Banten International Stadium
Blog Berita daikin-diid – 23 Mei 2026 | Jumat malam, 22 Mei 2026, Banten International Stadium menjadi saksi pertempuran sengit antara Dewa United dan Bali United pada pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan sebagai penutup musim bagi kedua tim berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Bali United. Gol tunggal yang memutuskan laga datang dari Kadek Agung Widnyana pada menit ke-42, setelah umpan tajam dari Teppei Yachida memicu sundulan kepala yang tak terbendung.
Sejak peluit pertama, kedua tim menampilkan intensitas tinggi. Dewa United, yang dijuluki “Serdadu Tridatu”, mengandalkan skema menyerang yang dipimpin oleh pelatih Jan Olde Riekerink. Skuad tuan rumah menurunkan susunan pemain berisi Sonny Stevens di gawang, bersama bek Damion Lowe, Johnathan, Edo Febriansah, dan Nick Kuipers. Di lini tengah, Alexis Messidoro, Ivar Jenner, dan Ricki Kambuaya berusaha mengendalikan ritme permainan, sementara serangan diatur oleh Noah Sadaoui, Stefano Lilipaly, dan Alex Martins.
Sementara itu, Bali United menurunkan formasi yang dipimpin oleh pelatih asal Belanda, Johnny Jansen. Kiper Mike Hauptmeijer menjadi garda terakhir, didukung oleh bek Joao Ferrari, Kadek Arel, Ricky Fajrin, dan Kadek Agung. Di lini tengah, Made Tito, Teppei Yachida, dan Irfan Jaya berperan sebagai penggerak serangan, sementara lini depan diisi oleh Boris Kopitovic, Thijmen Goppel, dan penyerang asal Kroasia, Boris Kopitovic. Kedua tim menciptakan peluang berulang kali, namun pertahanan masing-masing tetap solid, membuat babak pertama berlangsung cukup monoton.
Puncak aksi terjadi pada menit ke-42, saat Bali United memanfaatkan tendangan sudut. Teppei Yachida melepaskan umpan melengkung ke area penalti, tepat di depan garis gawang Dewa United. Kadek Agung, yang menunggu dengan posisi strategis, melompat dan menanduk bola dengan sundulan kepala, mengirimkan bola ke sudut kanan gawang yang tak terjangkau Sonny Stevens. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam laga, memberikan keunggulan bagi Bali United.
Setelah gol tersebut, Dewa United meningkatkan tekanan. Tim tuan rumah melakukan pergantian pemain, menambahkan kecepatan melalui Egy Maulana Vikri dan Rafael Struick, yang diharapkan dapat mengganggu pertahanan Bali United. Meskipun serangan demi serangan menguji pertahanan, kiper Sonny Stevens berhasil melakukan beberapa penyelamatan krusial, termasuk menangkis tembakan keras Irfan Jaya di menit ke-57.
Di babak kedua, Bali United menampilkan disiplin taktis yang tinggi. Johnny Jansen menginstruksikan tim untuk menutup ruang-ruang kosong dan menahan tekanan lawan. Meskipun Teppei Yachida menciptakan dua peluang emas di menit ke-68 dan ke-73, kedua tembakan tersebut berhasil dihalau oleh Stevens, salah satunya memantul ke mistar gawang. Dewa United terus berusaha menyeimbangkan kedudukan, namun lini belakang mereka tampak goyah setelah pergantian pemain, memberikan keuntungan bagi Bali United untuk mengontrol tempo pertandingan.
Di penghujung laga, keduanya berusaha mencetak gol tambahan, namun pertahanan tetap kukuh. Gol Kadek Agung tetap menjadi penentu akhir, memastikan Bali United mengamankan tiga poin penting.
Hasil ini memberikan dampak signifikan pada klasemen sementara. Bali United kini menempati posisi ketujuh dengan 51 poin dari 33 pertandingan, sementara Dewa United terpuruk ke posisi keenam dengan 53 poin, gagal menembus empat besar yang menjadi target sejak awal musim. Kekalahan ini menambah rangkaian hasil buruk Dewa United, yang sebelumnya juga kalah di laga melawan Persis Solo pada pekan ke-33.
Setelah pertandingan, Johnny Jansen menyampaikan kepuasannya atas penampilan tim. Ia menilai Bali United telah menerapkan pola permainan yang baik dan menganggap gol Kadek Agung sebagai hasil kerja keras seluruh tim. Jansen menambahkan, “Kami seharusnya bisa mencetak lebih dari satu gol, namun kami puas dengan kemenangan ini dan bangga dengan perjuangan pemain sepanjang musim.” Sementara itu, Jan Olde Riekerink menilai bahwa meskipun timnya menunjukkan semangat juang, kekurangan dalam penyelesaian akhir menjadi penyebab utama kegagalan meraih poin.
Dengan tiga poin tambahan, Bali United berpeluang untuk terus mengejar posisi empat besar pada pekan terakhir kompetisi, tergantung pada hasil pertandingan Bhayangkara FC yang akan datang. Bagi Dewa United, fokus kini beralih pada memperbaiki performa dan mengumpulkan poin di sisa musim untuk mengamankan posisi yang lebih baik di akhir klasemen.
Secara keseluruhan, laga ini memperlihatkan betapa pentingnya konsistensi dan kemampuan memanfaatkan peluang dalam kompetisi yang ketat. Gol tunggal Kadek Agung menjadi bukti bahwa keputusan kecil dapat mengubah nasib sebuah tim dalam satu laga.