Insiden Lokomotif Jaka Tingkir dan Gerbong Serayu Mengguncang Stasiun Pasar Senen, Ribuan Penumpang Tertunda
Blog Berita daikin-diid – 23 Mei 2026 | Pada Jumat pagi, 22 Mei 2026, Stasiun Pasar Senen menjadi saksi dua insiden kereta api yang menyebabkan gangguan signifikan pada layanan kereta jarak jauh (KAJJ) dan commuter line. Lokomotif KA Jaka Tingkir tergelincir di wesel 11A, sementara satu gerbong KA Serayu anjlok di lokomotif lain yang bersenggolan. Kedua peristiwa terjadi pada saat rangkaian sedang dalam proses langsir, sehingga tidak ada penumpang di dalam kereta pada saat kejadian.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa lokomotif Jaka Tingkir mengalami tergelincir pada pukul 07.58 WIB. Dari enam as roda, lima as dilaporkan keluar rel. Kereta tersebut baru saja tiba dari wilayah Daop 6 Yogyakarta Purwosari dan akan disimpan di jalur parkir Stasiun Pasar Senen. Pada saat yang sama, kereta Serayu yang akan melanjutkan perjalanan ke Kiaracondong‑Purwokerto juga mengalami tergelincir; dua dari empat as keluar rel ketika rangkaian beralih dari jalur parkir ke jalur utama.
Polisi menyatakan bahwa kedua kereta bersenggolan di sekitar pukul 09.30 WIB. Kepala lokomotif yang menyenggol menyebabkan anjloknya lokomotif Jaka Tingkir, sementara gerbong belakang KA Serayu terdorong sejauh kurang lebih 100 meter hingga keluar jalur. Kapolsek Senen, Kompol Widodo Saputro, menegaskan bahwa insiden bermula saat KA Serayu hendak langsir ke arah Kemayoran dan bersentuhan dengan kepala lokomotif lain yang juga dalam proses langsir.
Akibat insiden tersebut, jadwal keberangkatan sejumlah kereta jarak jauh terganggu. Berikut daftar kereta yang terdampak beserta estimasi keberangkatan baru:
- KA 284 Serayu Pagi (Pasar Senen‑Kiaracondong): jadwal 09.30 WIB, diperkirakan berangkat 13.30 WIB.
- KA 272 Airlangga (Pasar Senen‑Surabaya Pasarturi): jadwal 09.15 WIB, rangkaian berada di Dipo Cipinang.
- KA 204 Tegal Bahari (Pasar Senen‑Tegal): jadwal 10.20 WIB, rangkaian berada di Dipo Cipinang.
- KA 90 Gaya Baru Malam Selatan (Pasar Senen‑Surabaya Gubeng): jadwal 11.10 WIB, rangkaian berada di Dipo Cipinang.
- KA 270 Matarmaja (Pasar Senen‑Malang): jadwal 11.25 WIB, rangkaian berada di Dipo Cipinang.
- KA 256B Jaka Tingkir (Pasar Senen‑Solo Balapan): jadwal 11.50 WIB, rangkaian berada di Stasiun Pasar Senen.
Penumpang yang menunggu keberangkatan kereta-kereta tersebut menumpuk di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, sebagian besar membawa koper dan barang bawaan besar. Mereka harus menunggu kepastian kapan kereta dapat diberangkatkan kembali. Petugas KAI menyiapkan layanan informasi berkala dan bantuan tambahan bagi penumpang yang mengalami keterlambatan.
Gangguan operasional juga berdampak pada layanan KRL Commuter Line Cikarang. Sejumlah kereta terpaksa ditahan atau dialihkan hingga Stasiun Kampung Bandan atau Kemayoran, mengakibatkan keterlambatan bagi ribuan penumpang harian. Manajer Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa pola operasi telah direkayasa untuk meminimalkan dampak, namun tetap terjadi penumpang yang mengeluh di media sosial.
KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan proses evakuasi dan normalisasi jalur. Penanganan rangkaian KA Serayu selesai sekitar pukul 12.00 WIB, sementara evakuasi lokomotif Jaka Tingkir rampung satu jam kemudian. Pada pukul 13.30 WIB, sebagian besar jalur telah kembali beroperasi normal, dan perjalanan kereta jarak jauh dari Stasiun Pasar Senen dapat dilanjutkan.
Franoto menegaskan bahwa kedua insiden tidak saling berhubungan; masing‑masing terjadi di lokasi yang berbeda. Ia menambahkan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengidentifikasi penyebab pasti, termasuk potensi kegagalan sinyal atau kerusakan mekanis pada wesel.
KAI kembali meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sebagai bentuk service recovery, perusahaan menawarkan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku serta penanganan khusus bagi penumpang yang mengalami kerugian akibat keterlambatan.
Insiden di Stasiun Pasar Senen mengingatkan pentingnya pemeliharaan infrastruktur kereta api, khususnya pada titik-titik wesel yang menjadi titik rawan. Pengawasan yang lebih ketat dan penanganan cepat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.