Infantino Tegaskan Iran Wajib Hadir di Piala Dunia 2026 Meski Trump Anggap Remeh
Blog Berita daikin-diid – 16 April 2026 | Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan secara tegas bahwa tim nasional Iran pasti akan berpartisipasi dalam Piala Dunia FIFA 2026, meskipun situasi geopolitik di wilayah tersebut masih tegang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan CNBC dan dikutip oleh sejumlah media internasional pada 16 April 2026, setelah spekulasi meluas akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang pecah pada akhir Februari lalu.
Infantino menekankan bahwa keputusan FIFA tidak dipengaruhi oleh tekanan politik. “Olahraga seharusnya berada di luar ranah politik,” ujarnya. “Iran sudah lolos kualifikasi, mereka mewakili rakyatnya, dan para pemain ingin bermain. Kami berharap pada saat itu situasinya sudah damai, karena itu tentu akan membantu,” tambahnya.
Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel menimbulkan keraguan mengenai kemampuan Iran untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, tempat mayoritas laga fase grup dijadwalkan. Beberapa pejabat Iran sempat meminta agar seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko. Namun, otoritas sepak bola Meksiko menolak permintaan tersebut, dan FIFA menegaskan jadwal tetap berjalan sesuai rencana.
Jadwal resmi FIFA menempatkan Iran di Grup G yang seluruhnya akan dilangsungkan di Amerika Serikat. Berikut rincian pertandingan Iran pada fase grup:
- 15 Juni 2026: Iran vs Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewood, California
- 21 Juni 2026: Iran vs Belgia di stadion yang sama
- 26 Juni 2026: Iran vs Mesir di Seattle, Washington
Jika berhasil melaju ke fase gugur, pertandingan lanjutan diperkirakan tetap berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Sementara itu, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan respons yang beragam. Pada sebuah konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa ia tidak terlalu peduli apakah Iran berpartisipasi atau tidak, namun menambahkan bahwa pemain Iran akan diperlakukan layaknya bintang bila tiba. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap ambivalen pemerintah AS terhadap kehadiran tim Iran di turnamen yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
FIFA juga menolak permintaan Iran untuk memindahkan seluruh laga mereka ke Meksiko, menegaskan bahwa logistik dan jadwal turnamen sudah terikat kontrak yang melibatkan tiga tuan rumah. Infantino menambahkan, “Jika tidak ada pihak lain yang percaya pada pembangunan jembatan dan menjaganya tetap utuh, maka kami yang akan melakukannya,” menggarisbawahi komitmen organisasi dalam menjaga integritas kompetisi.
Persiapan tim Iran juga menjadi sorotan. Timnas Iran melakukan pemusatan latihan di Antalya, Turki, di mana Infantino sempat mengunjungi mereka. Selama sesi latihan, para pemain menampilkan simbolis penghormatan kepada korban perang dengan membawa tas sekolah, sebuah aksi yang mendapatkan perhatian media internasional. Infantino menyaksikan secara langsung semangat pemain untuk berlaga di panggung dunia.
Keputusan FIFA ini tidak hanya memiliki implikasi olahraga, tetapi juga menyentuh aspek diplomatik. Partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 dapat menjadi jembatan soft power yang membuka ruang dialog di tengah ketegangan. Namun, keamanan tetap menjadi prioritas utama, mengingat pertandingan akan berlangsung di wilayah dengan tingkat keamanan tinggi dan koordinasi antara otoritas lokal serta badan keamanan internasional.
Secara keseluruhan, pernyataan Infantino menegaskan posisi FIFA yang berusaha menjaga netralitas politik sekaligus memastikan bahwa semua tim yang telah memenuhi syarat kompetisi dapat berkompetisi tanpa diskriminasi. Dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan dukungan logistik yang kuat, harapan besar kini tertuju pada para pemain Iran untuk menampilkan permainan terbaik mereka di panggung sepak bola paling bergengsi dunia.