Hujan Deras Guncang Nusantara: Longsor di Tapanuli, Banjir di Tiga Provinsi, dan Bencana Terpadu di Bogor
Blog Berita daikin-diid – 20 Mei 2026 | Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia sejak sore hari Senin, 18 Mei 2026, memicu serangkaian bencana alam mulai dari longsor, banjir, hingga rumah ambruk. Dampak mengkhawatirkan ini terasa di Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor.
Di Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, hujan lebat menyebabkan material tanah longsor menimpa rumah warga Kelurahan Wek I. Yasine Gulo (43) ditemukan tewas pada Selasa pagi setelah tertimbun material, sementara anaknya, Sariman Gulo (22), masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan BPBD Tapsel dan aparat setempat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, Idham Halid Pulungan, menyatakan jenazah Yasine Gulo berhasil dievakuasi ke Puskesmas Batangtoru dan serah kepada keluarga. Kapolsek Batangtoru, AKP Penggar M. Siboro, menambahkan pencarian Sariman Gulo terus digalakkan dengan dukungan alat berat dan tenaga sukarelawan.
Di tingkat nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa curah hujan tinggi dalam 24 jam terakhir memicu banjir di tiga provinsi: Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong tercatat 66 warga terdampak, dengan 66 rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terendam. Di Kalimantan Selatan, dampak paling parah terjadi di Kabupaten Tapin (155 rumah di Desa Lawahan, 589 jiwa) serta Hulu Sungai Tengah yang mencatat 2.489 rumah, 12 fasilitas ibadah, 13 fasilitas pendidikan, dan 15 perkantoran terendam air dengan ketinggian 10–60 cm. Sementara di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon dilaporkan lebih dari 1.300 rumah terendam, menimpa lebih dari 5.000 jiwa.
Berikut rangkuman data banjir pada 19 Mei 2026:
| Provinsi | Kabupaten | Rumah Terdampak | Jiwas Terdampak |
|---|---|---|---|
| Sulawesi Tengah | Parigi Moutong | 66 | 66 |
| Kalimantan Selatan | Tapin | 155 | 589 |
| Kalimantan Selatan | Hulu Sungai Tengah | 2.489 | — |
| Jawa Barat | Cirebon | 1.363 | 5.139 |
Di Jawa Barat, BNPB menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah bantaran sungai, termasuk pemantauan tinggi muka air dan evakuasi mandiri bila hujan lebat berlanjut.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, BPBD setempat mencatat delapan kejadian bencana di tujuh kecamatan, yang meliputi tiga tanah longsor, dua banjir, satu angin kencang, satu pergerakan tanah, dan satu rumah ambruk. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa longsor terjadi di Desa Sibanteng (Kecamatan Leuwisadeng), Desa Kedungwaringin (Kecamatan Bojonggede), dan Desa Cadasngampar (Kecamatan Sukaraja). Banjir melanda Perumahan Wanasari Endah dan Bumi Pesanggrahan Indah di Desa Cilebut Barat (Kecamatan Sukaraja) serta Kelurahan Karadenan (Kecamatan Cibinong). Sebuah rumah warga di Kampung Cijulang, Desa Sukakarya (Kecamatan Megamendung) ambruk akibat tanah yang tidak stabil.
Tim BPBD Bogor telah dikerahkan ke semua lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat, asesmen kerusakan, serta evakuasi warga yang membutuhkan tempat penampungan sementara.
Secara keseluruhan, hujan deras yang melanda wilayah Indonesia pada 18‑19 Mei 2026 menegaskan kembali kerentanan geografis negara kepulauan ini terhadap bencana hidrometeorologi. Penanganan cepat oleh BPBD setempat, koordinasi dengan BNPB, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak. Otoritas mengimbau warga untuk selalu memantau informasi cuaca, menyiapkan jalur evakuasi, dan melaporkan kondisi darurat kepada pihak berwenang.