Antonio Conte Siapkan Langkah Terakhir di Napoli, Peluang Mengemudi Timnas Italia Semakin Nyata
Blog Berita daikin-diid – 20 Mei 2026 | Napoli berada di ambang perubahan kepelatihan besar setelah pelatih berusia 56 tahun, Antonio Conte, mengumumkan niatnya untuk meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026. Keputusan ini muncul setelah serangkaian pertemuan antara Conte dan Presiden klub, Aurelio De Laurentiis, yang dilaporkan terjadi pada pertengahan April. Meskipun belum ada pengumuman resmi, sinyal-sinyal kepergian sang pelatih semakin kuat, terutama setelah komentarnya usai kemenangan Napoli atas Pisa pada pekan terakhir.
Conte, yang sebelumnya pernah memimpin Juventus, Inter Milan, Chelsea, serta timnas Italia, masih memiliki kontrak satu tahun dengan Napoli. Namun, jika perpisahan terjadi, klub diperkirakan tidak akan memberikan kompensasi tambahan, menandakan proses pemutusan kontrak yang bersahabat. Pada saat yang sama, nama-nama pelatih berprofil tinggi seperti Maurizio Sarri dan Massimiliano Allegri disebut-sebut sebagai kandidat pengganti potensial. Sarri, mantan pelatih Lazio, dikabarkan menilai situasinya di klub Romawi tidak memuaskan dan terbuka untuk kembali ke Napoli, sementara Allegri menghadapi ketegangan dengan manajemen Milan yang dapat memengaruhi kepindahannya.
Di luar ranah klub, rumor tentang kemungkinan Conte mengambil alih kemudi Timnas Italia semakin menguat. Pemilihan Presiden FIGC yang dijadwalkan pada 22 Juni menjadi titik fokus, karena pemimpin baru kemungkinan besar akan mengusulkan pelatih berpengalaman seperti Conte. Keinginan untuk mengembalikan kejayaan Italia menjelang Piala Dunia 2026 menjadi latar belakang kuat bagi spekulasi ini. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, laporan La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport menyebutkan bahwa Conte telah menunjukkan minatnya pada posisi tersebut.
Kepergian Conte dari Napoli juga menandai akhir era yang sangat produktif bagi klub. Di musim 2024/2025, ia berhasil mengantarkan Napoli meraih gelar Scudetto pertama dalam sejarah klub, sekaligus memastikan tempat di Liga Champions musim berikutnya. Namun, musim 2025/2026 tidak berjalan mulus; Napoli mengalami cedera pemain kunci dan kritik tajam terhadap gaya bermainnya setelah tersingkir dari Liga Champions. Kekecewaan tersebut, ditambah dengan rasa tidak dihargai oleh manajemen, menjadi faktor utama yang memicu keputusan Conte.
Berikut beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam perkembangan situasi:
- Kontrak dan Kompensasi: Conte masih terikat kontrak hingga 2027, namun akan kehilangan sekitar EUR 7 juta jika mengakhiri hubungan lebih awal.
- Potensi Pengganti: Maurizio Sarri dan Massimiliano Allegri menjadi nama utama dalam daftar pencarian pengganti, masing-masing dengan latar belakang taktik yang berbeda.
- Prospek Timnas Italia: Pemilihan presiden FIGC dan persiapan Piala Dunia 2026 membuka peluang bagi Conte untuk kembali memimpin timnas, menggantikan pelatih sementara yang kini fokus pada skuad U-21.
- Reaksi Publik: Fans Napoli menunjukkan dukungan campur aduk; sebagian mengapresiasi pencapaian Conte, sementara yang lain mengharapkan perubahan demi stabilitas jangka panjang.
Selain faktor internal, konteks internasional turut memengaruhi dinamika. Italia kembali dikaitkan dengan kemungkinan menggantikan Iran di Piala Dunia 2026, menambah tekanan pada FIGC untuk menyiapkan tim yang kompetitif. Sementara itu, nama-nama pelatih dunia seperti Pep Guardiola juga muncul dalam wacana, meski secara finansial masih di luar jangkauan federasi.
Dalam beberapa hari terakhir, Conte melakukan kunjungan resmi ke Palazzo San Giacomo untuk bertemu dengan Walikota Napoli, Gaetano Manfredi. Pertemuan ini dianggap sebagai bentuk perpisahan diplomatis antara pelatih dan otoritas kota, menegaskan rasa hormat yang terjalin selama masa jabatan di tanah Vesuvius.
Keputusan Conte untuk meninggalkan Napoli tanpa kontrak baru yang sudah terikat menandakan keinginan pribadi untuk istirahat atau menunggu proyek yang memenuhi standar tinggi beliau. Bagi Napoli, tantangan selanjutnya adalah menemukan pengganti yang dapat melanjutkan warisan disiplin dan kemenangan yang telah dibangun, sementara bagi Timnas Italia, nama Conte kembali menjadi pilihan utama dalam upaya mengukir prestasi di panggung global.
Dengan semua faktor ini, masa depan Antonio Conte dan Napoli tampak berada pada persimpangan penting, menunggu keputusan akhir yang akan memengaruhi lanskap sepak bola Italia dalam beberapa tahun mendatang.