Surabaya Vaganza 2026: Festival of Lights Raih Pengakuan Nasional dan Dorong Ekonomi Kota
Blog Berita daikin-diid – 18 Mei 2026 | Surabaya kembali bersinar pada malam 16-17 Mei 2026 dengan gelaran Surabaya Vaganza 2026 yang mengusung tema Festival of Lights: Garden of Hope. Acara tahunan yang menjadi kebanggaan warga Arek-arek ini tidak hanya memukau ribuan penonton di sepanjang Jalan Protokol, tetapi juga resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, sebuah pengakuan bergengsi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian ini. “Acara ini kini menjadi kado istimewa untuk Hari Jadi ke‑733 Kota Surabaya. Dengan masuknya ke KEN, kami memperoleh dorongan signifikan bagi sektor perhotelan dan UMKM,” ujarnya pada saat kegiatan berlangsung. Ia menambahkan bahwa perubahan format acara dari siang ke malam berhasil meningkatkan antusiasme, dengan kedatangan pengunjung dari berbagai daerah termasuk mancanegara, Jember, Probolinggo, Semarang, serta kota‑kota di luar Pulau Jawa.
Data resmi yang disampaikan oleh pihak pemkot menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 12,5 % dan tingkat okupansi hotel naik sekitar 4 % selama rangkaian Surabaya Vaganza. Dampak positif ini juga dirasakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan peluang penjualan makanan, minuman, serta produk kerajinan lokal.
Tak hanya pemerintah kota, perwakilan DPRD Surabaya, Arif Fathoni, juga memberikan apresiasi. Ia menekankan bahwa partisipasi warga yang tinggi harus menjadi energi bagi Pemerintah Kota untuk terus menyelenggarakan ruang hiburan yang inklusif. “Setiap konser musik membawa manfaat bagi pedagang air mineral, penjual makanan, hingga pelaku UMKM lainnya. Ini adalah contoh nyata pepatah ‘sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui’,” kata Fathoni dalam sambutannya.
Fathoni juga menyoroti tantangan pasca‑pandemi dan kebijakan efisiensi anggaran yang sempat menurunkan frekuensi event di Surabaya. Ia menekankan pentingnya event gratis sebagai stimulus ekonomi, serta perlunya media yang membantu masyarakat melepaskan beban hidup di tengah arus informasi yang cepat.
Asisten Deputi Event Daerah Kemenpar RI, Reza Fahlevi, mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Surabaya dalam menyajikan kegiatan berkualitas. “Masuknya Surabaya Vaganza ke dalam KEN membuktikan bahwa acara ini telah melewati proses kurasi ketat dan layak menjadi salah satu kegiatan unggulan nasional,” ujarnya.
Selain parade visual, Surabaya Vaganza 2026 juga menawarkan promo tiket wisata khusus senilai Rp733, selaras dengan usia kota pada tahun itu. Inovasi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus memperkuat identitas Kota Pahlawan.
Berikut ringkasan dampak ekonomi yang tercatat selama Surabaya Vaganza 2026:
- Kunjungan wisatawan meningkat 12,5 % dibandingkan periode sebelum acara.
- Okupansi hotel naik sekitar 4 %.
- Penjualan UMKM di area acara melaporkan peningkatan omzet rata‑rata 15 %.
- Partisipasi komunitas lokal, termasuk kelompok seni, budaya, dan relawan, mencapai lebih dari 2.000 orang.
Dengan keberhasilan ini, Wali Kota Eri Cahyadi berharap Surabaya Vaganza dapat terus berkembang menjadi magnet utama pariwisata dan budaya. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif pada edisi selanjutnya, menjanjikan konsep yang lebih inovatif dan melibatkan lebih banyak komunitas.
Secara keseluruhan, Surabaya Vaganza 2026 tidak hanya menampilkan keindahan lampu dan pertunjukan seni, melainkan juga menegaskan peran strategis event budaya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat citra kota, serta menumbuhkan rasa kebanggaan warga. Dengan dukungan pemerintah, DPRD, serta masyarakat, acara ini diproyeksikan menjadi agenda tahunan yang semakin berpengaruh pada peta pariwisata nasional.